Laman

c

Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2019

Masa masa panas politik sekarang... Rapatkan Barisan Kawan-kawan !!



Terlalu banyak kebohongan/ kepalsuan di negeri ini yang dibiarkan berlarut-larut :

- Mie goreng tapi ternyata harus direbus
- Teh botol tapi kemasannya kotak
- Teh gelas tapi kemasannya botol
- Sabun cuci yang katanya bisa ngucek sendiri
- Judulnya susu beruang, iklannya gambar naga, isinya susu sapi
- Terong belanda ternyata dari Peru Amerika Latin, tapi dibudidayakan di Bogor sama Wonosobo
- Buah naga, padahal naga tak berbuah
- Bika ambon tapi dari Medan
- Yang paling parah Biskuit Monde. Katanya kue khas Denmark. Bahasanya Perancis. Gambarnya tentara Inggris. Benderanya Belanda. Diproduksi di Ungaran. Pas dibuka kalengnya eehh isinya rengginang..
Remuk pisaaaan...

ParahParah  !! 😭

BELAJAR DARI CICAK DAN BURUNG PIPIT



Dahulu saat Nabi Ibrahim Alaihi Salam dibakar oleh Raja Namrud datanglah burung pipit yang bolak balik mengambil air dan meneteskan air itu di atas api yang membakar Nabi Ibrahim Alaihi Salam*.

Cicak yang melihatnya tertawa.
“Hai pipit.!!… bodohnya yang kau lakukan itu.. Paruhmu yang kecil hanya bisa menghasilkan beberapa tetes air saja, mana mungkin bisa memadamkan api itu…??.!!

Burung pipit pun menjawab : “Wahai cicak.. memang tak mungkinlah aku bisa memadamkan api yang besar itu, tapi aku tak mau jika Allah melihatku diam saja saat sesuatu yang Allah cintai dizholimi, Allah tak akan melihat hasilnya apakah aku berhasil memadamkan api itu atau tidak, TAPI ALLAH  AKAN MELIHAT DIMANA AKU BERPIHAK”

Cicak terus tertawa, dan sambil menjulurkan lidahnya ia berusaha meniup api yang membakar Nabi Ibrahim Alaihi  Salam agar cepat membesar.

Memang tiupan cicak tak ada artinya tak menambah besar api yang membakar Nabi ibrahim Alaihi Salam.

TAPI ALLAH MELIHAT DIMANA (CICAK ) BERPIHAK

Hikayat ini terjadi sekarang..
dan akan terus berulang Saat Al-Qur'an dinistakan, suara Azan dipermasalahkan, bendera tauhid di bakar dan Pembela Agama dikriminalisasi
Aku bertanya padamu sahabat..

DIMANA KAU BERPIHAK..??

Memang, PILIHANMU tak akan mengubah sedikitpun takdir Allah..

Tapi Allah akan mencatat dimana kau berpihak..

Berada di Barisan mana dirimu..

Siapa yang kamu dukung,,

Siapa yang kamu pilih untuk jadi pemimpin..

INGAT-INGAT PILIHANMU AKAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA KELAK, DI AKHIRAT NANTI...

Renungkanlah sejenak saudara Muslim-ku..!!

Semoga Allah Menyatukan kita kelak...
Di SurgaNya

Aamiin...

Fir Aun

Ustadz ABDUL SOMAD, bertanya kepada jama'ahnya

Ustadz AS :
"Andai kita hidup pd zaman Fira'un, kira- kira kita jadi pengikut siapa, Fir'aun atau Nabi Musa?"

~Jama'ah :* "Musaaaaa."
jawab jama'ah dgn kompak.

Ustadz AS :
 "Yakiiin?"

~Jama'ah :* "Yakiiiiiin....."

Ustadz AS :
Tapi yang membangun kota Mesir, Fir'aun.
Yang bangun infrastruktur juga dia.
Yg bangun piramida, Fir'aun.
Yang paling kaya, Fir'aun.
Yang punya bala tentara banyak dan kuat, Fir'aun.
Yg punya banyak pengikut, Fir'aun.
Yang bisa memberi PERLINDUNGAN KEAMANAN dan jaminan, Fir'aun.
Yang Berkuasa, Fir'aun.
Yang bisa mnyediakan MAKANAN & MINUMAN, Fir'aun.
Yang bisa adakan HIBURAN, Fir'aun.
Yang bisa buat pusat perbelanjaan, Fir'aun. "Bahkan jika teknologinya sdh ada mungkin Kartu Mesir Sehat dan Kartu Mesir Pintar juga dibuatnya."

Sementara Nabi Musa, siapa dia???
Hanya seorang penggembala kambing.
Bicara saja tidak fasih alias cadel (akibat pernah memakan bara api diwaktu bayi). Hanya memiliki sebatang tongkat butut.
Masih yakin mau ikut Nabi Musa????
tanya ustadz AS skali lagi....

~Jamaah terdiam...

Ustadz AS :
 "Kerjaan Nabi Musa hanya sebagai penjaga kambing, tiba-tiba mau mengajak kita menyebrangi lautan,,, tanpa memakai sampan, tanpa prahu, tanpa kapal. Apakah yakin kita mau ikut Nabi Musa ????"

Tak satupun jama'ah berani menjawab......
Semua tertunduk, diam seribu bahasa.

*Ustadz AS:
Betapa  sesungguhnya manusia zaman Firaun dan zaman sekarang, TIDAK  ADA BEDANYA.

Di Zaman skrg ini, mayoritas smua tergila² pada harta, wanita, pangkat, jabatan, pujian, rayuan. Al Wahn (cinta keDuniawian).

Sungguh...
FIR'AUN itu akan tetap ADA hingga akhir zaman..
Hanya saja berubah WAJAH dan BENTUK nya..... juga namanya.
Namun secara hakikat dia akan terus ada.
Sebab sejarah akan berulang, dan kita harus tetap yakin seyakinnya biidznillah FIR'AUN dikalahkan oleh MUSA karena Kuasa ALLAH Azza Wa Jalla...
 SIAPAPUN YG AKAN TERPILIH ITU SUDAH MENJADI TAKDIR/SUDAH TERTULIS DI LAUHUL MAHFUDZ, TAPI ALLAH AKAN MENCATAT DIMANAKAH KITA BERPIHAK..!!

Minggu, 09 Juni 2019

Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam



Dikisahkan, Pada suatu hari Nabi Sulaiman Alaihisallam duduk di pinggir danau. Sejurus kemudian, ia melihat seekor semut membawa sebiji gandum. Nabi Sulaiman terus memperhatikan semut itu, yang tengah menuju ke tepi danau.

Tiba-tiba ada seekor katak yang keluar dari dalam air seraya membuka mulutnya. Entah bagaimana prosesnya, semut itu kemudian masuk ke dalam mulut katak. Kemudian, katak itu pun menyelam ke dasar danau dalam waktu yang cukup lama.

Sementara Nabi Sulaiman memikirkan peristiwa barusan, katak tersebut keluar dari dalam air dan membuka mulutnya. Lalu semut itu keluar, sementara sebiji gandum yang dibawanya sudah tidak ada lagi bersamanya.

Nabi Sulaiman memanggil semut itu dan menanyakan kepadanya tentang apa yang dilakukan barusan, ”Wahai semut, apa yang kamu lakukan selama berada di mulut katak?” ,”Wahai Nabiyullah, sesungguhnya di dalam danau ini terdapat sebuah batu yang cekung berongga, dan di dalam cekungan batu itu terdapat seekor cacing yang buta,” jawab semut.

“Cacing tersebut tidak kuasa keluar dari cekungan batu itu untuk mencari penghidupannya. Dan sesungguhnya Allah telah mempercayakan kepadaku urusan rezekinya,” lanjut semut. ”Oleh karena itu, aku membawakan rezekinya, dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menguasakan kepadaku, sehingga katak ini membawaku kepadanya. Maka air ini tidaklah membahayakan bagiku. Sesampai di batu itu, katak ini meletakkan mulutnya di rongga batu itu, lalu aku pun dapat masuk ke dalamnya,”

“Kemudian setelah aku menyampaikan rezeki kepada cacing itu, aku keluar dari rongga batu kembali ke mulut katak ini. Lalu katak ini mengembalikan aku di tepi danau.”Nabi Sulaiman kemudian bertanya, ”Apakah kamu mendengar suara tasbih cacing itu?” , ”Ya, cacing itu mengucapkan: Ya man la yansani fi jaufi hadzihi bi rizqika, la tansa ibadakal mu'minina bi rahmatik

 (Wahai Dzat Yang tidak melupakan aku di dalam danau yang dalam ini dengan rezeki-Mu, janganlah Engkau melupakan hamba-hamba-Mu yang beriman dengan rahmat-Mu).”

Demikianlah, Allah mengatur rezeki segenap makhluknya, termasuk manusia. Sebagaimana pesan al-Qur’an dalam surah Hud 11: ayat 6.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَاۤ بَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

wa maa min daaabbatin fil-ardhi illaa 'alallohi rizquhaa wa ya'lamu mustaqorrohaa wa mustauda'ahaa, kullun fii kitaabim mubiin

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."
(QS. Hud 11: Ayat 6)

Semoga menjadi pembelajaran berharga untuk kita semua. Aamiin

Sumber: kitab Kisah 25 Rasul

۞  أللهم صلِ على سيدنا محمدٍ وعلى آلِ سيدنا محمد ۞

Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad

c