Laman

c

Tampilkan postingan dengan label azis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label azis. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2015

Menjadi Orang Paling Kaya dan Mulia dengan Sedekah

Menjadi orang kaya dan mulia adalah dambaan setiap manusia. Namun, tidak setiap manusia berkesempatan merasakan jadi kaya dan mulia. Peluangnya tetap berbuka kepada siapa pun, dengan catatan memenuhi persyaratan dan sistem yang telah digariskan oleh Allah SWT. Namun pertanyaannya, apakah kita sudah tahu dan memahami sistem yang Allah tetapkan untuk mencapai tujuan itu?

Semuanya telah digariskan teori-Nya dalam Al-Qur`an, hadits, dan sunah Rasul. Sedekah akan mengantarakan Anda kepada kekayaan dan kemuliaan di hadapan Allah dan manusia. Jika Anda bersedekah dan memenuhi ketentuannya, berarti Anda sedang membangun struktur kehidupan Anda menuju kemuliaan. Anda akan terus-menerus mendapat kejutan dalam kehidupan Anda. Tidak ada kebahagiaan yang lebih, dibanding menjadi mulia di hadapan Allah dan manusia, karena bersedekah berarti membangun hubungan sosial yang berlandaskan ridha Allah. Jangan tanya bagaimana Allah akan membayar Anda. Allah tidak akan kehabisan cara untuk melunasi Anda, bahkan dari angle yang tidak Anda bayangkan sekalipun.

"Dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Ath-Thalaq [65]: 3)

Jika Anda tidak memenuhi ketentuan sedekah, maka Anda akan berada dalam situasi penantian yang sia-sia. Anda akan terjebak dalam ketidaksabaran, karena sedekah Anda harus disalurkan untuk menutupi dosa-dosa dari perbuatan yang lain. Oleh sebab itu, taatilah rambu-rambunya dan hindari duri-durinya.

Selengkapnya: http://qultummedia.com/Kabar-Qultum/Review-Buku/menjadi-orang-paling-kaya-dan-mulia-dengan-sedekah.html

Minggu, 25 Oktober 2015

BAZIS

HARTA, adalah amanat dari Alloh SWT yang kelak akan dimintakan pertanggungjawabannya di akherat saat yaumul hisab, begitu banyak ayat2 Al-Qur'an yang memerintahkan kita agar berzakat (sejajar dengan sholat). Nah, jika Sholat sudah rutin kita jalankan, apakah demikian halnya dengan zakat kita. Nah, daripada bingung-bingung kemana zakat akan disalurkan, mungkin sobat bisa salurkan ke nomor rekening dibawah, sesuaikan dengan bank tempat sobat menabung :

Note : Dengan adanya Fatwa dari MUI yang mengharamkan bunga bank (riba) adalah HARAM, maka saya hanya tampilkan nomor rekening dari bank-bank syari'ah saja.

<--------------------------------->
DSUQ (http://www.rumahzakat.org/)
<--------------------------------->

Ada satu lembaga zakat di Bandung yang dulunya dikenal dengan DSUQ (Dompet sosial ummul Quro) dan telah menjadi lembaga zakat nasional dan telah berganti nama menjadi Rumah Zakat Indonesia-Dsuq. kini telah mempunyai beberapa cabang seperti Tangerang, Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. Adapun program yang dilaksanakan:
1. Kembalikan senyum anak bangsa (beasiswa anak yatim piatu)
2. Desa Binaan
3. Hewan Qurban
4. Pengembangan Usaha Kecil
5. Operasi katarak Gratis
6. Layanan mobil jenazah Gratis
Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi www.rumahzakat.net/i_cabang.htm. Bagi yang berminat untuk menjadi Relawan di RZI ini tiap tahunnya membuka pendaftaran setiap bulan September, banyak hal yang bisa dilakukan disana.
semoga bermanfaat bagi sobat semuanya.
Tetap Semangat Bahagiakan Ummat.(Motto Relawan RZI-dsuq)

Daftar rekening-nya adalah :
BSM KPO Tamrin, 009.004645.9, a.n. DSUQ
BMI Rawamangun, 306.00027.15, a.n. Ummul Quro
BCA Juanda, 777.0300121, a.n. Ummul Quro
BNI, 269.000438059.001, a.n. DSUQ
Bank Niaga, 224-01-00200-009, a.n. DUSQ
Bank Mega, 01-072-00-11-00058-4, a.n. DSUQ
Citybank, 8.001738.227 (Rupiah), a.n. Ummul Quro
Citybank, 8.001738.210 (Dollar), a.n. Ummul Quro
Bank Mandiri, 1370002196877, a.n. DSUQ
Bank Syariah Mandiri, 008 0068281, a.n Rumah Zakat Indonesia DSUQ

<------------------------------------------->
Dompet Dhuafa (http://www.ddbandung.or.id/)
<------------------------------------------->

DANA ZAKAT :
BMI, 101.00209.15
BSM, 007.0017849
BNI Syari'ah, 808.39009.001

DANA INFAQ-SHADAQOH :
BMI, 103.00014.15
BSM, 007.0088833

DANA SOSIAL KEMANUSIAAN :
-

DANA PENDIDIKAN :
-

Semua nomor rekening diatas atas nama "Dompet Dhuafa Bandung"! Jangan lupa untuk memeriksa kesesuaian nomor rekening dengan nama tersebut saat sobat melakukan transfer via ATM. Mohon koreksi kalo ada nomor yang salah!

Untuk sobat yang berada di-dalam kota Bandung, bisa memanfaatkan layanan Jemput Zakat untuk kemudahan, silahkan hubungi 022-6120218 atau 022-6032281

Untuk konsultasi seputar Zakat, bisa menghubungi via email ke konsultasi@dd.or.id

<--------------------------------------------------->
Baitul Maal Muamalat (http://www.baitulmaal.or.id/)
<--------------------------------------------------->

BANK MUAMALAT NDONESIA
Zakat: No. 301.00001.12
Infaq: No. 301.00002.12
Bantuan Kemanusiaan: No. 301.00014.12

BANK NEGARA INDONESIA
-

KANTOR PUSAT
Gedung Artha loka Lantai 5
Jl. Jendral Sudirman Kav. 2 - Jakarta 10220
Telp: (62-21) 2511414, 2511451, 2511470 Ext. 332, 335.
Fax.: (62-21) 2512318
E-mail: bmm2000@indosat.net.id

<------------------------------------------------->
Pos Keadilan Peduli Umat (http://www.pkpu.or.id/)
<------------------------------------------------->

Rekening a.n Pos Keadilan Peduli Ummat:
:: Rekening Zakat
BMI fatmawati No.304.00086.15
BSM Mampang No.003.000.9002

:: Rekening Kemanusiaan
BMI Sudirman No.301.00354.15
BSM Mampang N0.003.000.6216

:: Rekening Yatim dan Janda
-

:: Rekening Qurban
BSM Mampang No.003.001.5993
BNI Syariah Fatmawati No. 807.000022222.002

:: Rekening Wakaf
-

DAFTAR ANJUNGAN ZAKAT MANDIRI (AZM) POS KEADILAN PEDULI UMMAT
- Indosat, Podium Depan, Lt.4, Jl. Medan Merdeka Barat 21, Jakpus
- Satelindo, Auditorium, Jl.Daan Mogot Kav.11, Jakbar
- Ged.Rekayasa Industri, Lt.5, Jl. Kalibata Timur No.36, Jaksel
- Wisma Metropolitan I, Lt.4, Jl.Jend.Surdiman, Jaksel
- Pajak Kalibata, Masjid Sholahuddin, Jl.Makam Pahlawan Kalibata, Jaksel
- RS Pelni Petamburan, Masjid Al Fatonah Jl.KS Tubun No.92 Jakbar
- Kantor Pelayanan Pajak Pulo Gadung, Masjid Kantor, Jl. Pramuka Kav.31, Jaktim
- Manggala Wanabakti, Masjid Nurul Azzam, Jaksel
- PT. Telkomsel, Ged Graha Surya Internusa, Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-0 Lt 18, Jaksel
- Wisma BNI, Lt.41, Jl. Jend. Sudirman, Jaksel
- Departemen Keuangan, Masjid Al Amanah, Jl. DR. Wahidin, Lap. Banteng, Jakpus
- Ditjen Pajak
- BEJ

<----------------------------------------------->
DPU Daarut Tauhiid (http://www.dpu-online.com/)
<----------------------------------------------->

ZAKAT
Bank Muamalat Indonesia, 103-00011-15
Bank Syariah Mandiri Bandung, 007-006-7473
BMT-Daarut Tauhiid, 102.613

INFAQ SHODAQOH
BNI Syariah Bandung, 808-88888-002
Bank Muamalat Indonesia, 103-00012-15
Bank Syariah Mandiri Bandung, 007-006-7576
BMT-Daarut Tauhiid, 102.615

WAQAF
BNI Syariah Bandung, 808-88888-003
Bank Muamalat Indonesia, 103-00013-15
Bank Syariah Mandiri Bandung, 007-007-2828
BMT-Daarut Tauhiid, 102.611

DANA PRODUKTIF
BNI Syariah Bandung, 808-88888-004
Bank Muamalat Indonesia, 103-00008-15
BNI Syariah Bandung, 808-88888-004
BMT-Daarut Tauhiid, 102.611

Catatan :
Jika di kota lain ada nomor rekening yang sobat tahu, silahkan beritahukan saya via email ke alamat admin@sobat-azzam.info
--
Keep Amar Ma'ruf Nahi Munkar on the Net, euy!

PAHALA ANDA MENGALIR TIADA AKHIR


 
Amazing atau menakjubkan, adalah kata yang pas bagi syanat yang dibuat oleh Allah SWT, salah satunya adalah wakaf. Wakaf begitu menakjubkan seperti dalam sebuah hadis Rasulullah saw, dikatakan sebagai sedekah janyah yang pahalanya mengalir tiada akhir Pahala amalan wakaf melampaui usia hidup yang mengamalkannya.


Wakaf adalah ibadah sosial, dengan wakaf berbagai fasilitas umum untuk kesejahteraanmasyarakat bisa dibangun, seperti wakaf sumur dan sumber mata air. Ini masih bisa dijumpai sampai sekarang di tepi-tepi jalan yang biasa dijadikan lalu lintas jamaah haji yang datang dari Irak, Syam, Mesir, dan Yaman, serta kafilah yang berpergian menuju India dan Afrika.

Di antara sumur-sumur itu, terdapat wakaf sumur Zubaidah, isteri Harun al-Rasyid, khalifah pemerintahan Abbasiyah yang dibangun di abad ke-2 H. "Amazing" 1200 tahun lebih, pahalanya terus mengalir. Termasuk dalam bentuk ini adalah wakaf jalan, jembatan, sarana pembangkit listrik, dan sebagainya.

Semua amal manusia akan terputus kecuali tiga perkara, yaitu : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya”“

Dalam ajaran Islam, wakaf merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta, Allah SWT. Wakaf secara harfiah bermakna "pembatasan" atau "larangan". Sementara berdasarkan terjemahan bebas Ensiklopedi Tematis Dunia Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH), wakaf adalah menahan suatu benda yang kekal zatnya, dapat diambil manfaatnya, dan dipergunakan pada jalan kebaikan.

Karena itu, ibadah dalam bentuk mewakafkan harta tertentu tidak sama seperti derma atau sedekah biasa. Wakaf lebih besar pahala dan manfaatnya bagi diri orang yang memberikan wakaf, karena pahala wakaf itu terus-menerus mengalir kepada orang yang berwakaf selama harta yang diwakafkan itu masih bermanfaat dan dimanfaatkan orang.

Berbeda dengan zakat, ibadah wakaf hukumnya sunah, berpahala bagi yang melakukannya dan tidak berdosa bagi yang tidak melakukannya. Di antara ayat-ayat
Alquran yang mendasari ibadah wakaf adalah surat Ali Imran ayat 92 yang artinya: "Kalian sekali-kali tidak sampai pada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."

Lalu sejak kapan ibadah wakaf ini sudah dilaksanakan? John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern menyebutkan bahwa ide wakaf sama tuanya dengan usia manusia. Para ahli hukum Islam, menurut Esposito, menyatakan bahwa wakaf yang pertama kali adalah bangunan suci Ka'bah di Makkah, yang disebut dalam Alquran surat Ali Imran ayat 96 sebagai rumah ibadah pertama yang dibangun oleh umat manusia.

Dalam praktiknya, ide wakaf ini telah dikenal di masa sebelum datangnya Islam. Selama beberapa abad, kuil, gereja dan bentuk bangunan lainnya didirikan dan diperuntukkan bagi tempat ibadah. Lebih dari itu, para penguasa Mesir Kuno menetapkan tanah untuk dimanfaatkan oleh para rahib. Sedangkan orang-orang Yunani dan Romawi Kuno menyumbangkan harta benda mereka untuk perpustakaan dan pendidikan.


Pahalanya tak akan pernah berhenti mengalir....
tak akan pernah berhenti mengalir....
tak akan pernah berhenti mengalir....
tak akan pernah berhenti mengalir...

Akibat Berkata Sombong Pengusaha Muslim Sukses Jatuh Bangkrut


By Alihozi

Kisah ini diceritakan oleh seorang ulama ternama di kota Bandung yg saat ini
beliau masih hidup. Ulama ini mempunyai sahabat seorang pengusaha sukses yg kaya
raya dan sekaligus orangnya dermawan kepada orang-orang yg membutuhkan
pertolongannya. Pengusaha kaya ini kalau sedang menginfaqkan hartanya kpd fakir
miskin adalah harta yg terbaik yg dimilikinya tdk seperti kebanyakan orang saat
ini yg kalau memberikan harta kpd fakir miskin adalah memilih - milih terlebih
dahulu harta yg terjelek (terkecil).

Suatu hari Ulama ini bersama pengusaha kaya tsb sedang dalam perjalanan di kota
Jakarta utk memenuhi suatu undangan, tiba-tiba di perjalanan keduanya kedatangan
seorang pengemis yg meminta sedekah kpd Pengusaha kaya tsb, lalu sang pengusaha
merogoh kantongnya yg ada uang Rp.50ribuan karena sifatnya yg dermawan ia
langsung saja tanpa fikir panjang memberikan uang Rp.50rb tsb kpd pengemis tsb.

Coba bayangkan Saudaraku bagaimana senangnya pengemis diberikan uang Rp.50ribuan
yg biasanya paling-paling orang lain memberikan Rp.1000, tentu saja do'anya
panjang x lebar bukan ? Pengemis itu mendo'akan pengusaha itu panjang x lebar.
Namun Pengusaha itu melakukan kesalahan ketika di do'akan oleh pengemis tsb dg
berkata, " Kamu jangan mendo'akan saya , kamu do'akan saja dirimu , kalau saya
sudah sukses dan kaya lebih baik kamu berdo'a utk dirimu saja."

Pengemis itu lantas pergi setelah dikatakan seperti itu, menyaksikan hal tsb
Ulama sahabat pengusaha kaya langsung menegurnya, " Kamu jangan berkata seperti
itu kpd pengemis tsb, bagaimana kalau ia adalah seorang malaikat?"

Sang Pengusaha kaya langsung tersadar akan kesalahannya, dan langsung mengejar
mencari pengemis tsb. Namun sayang pengemis tsb tdk ketemu padahal perginya
belum lama.

Sepanjang perjalanan pulang dari Jakarta ke Bandung Pengusaha itu terus membahas
si pengemis tadi khawatir benar Malaikat yg sedang menyamar mengujinya.
Benar-benar ia sangat menyesal dg perkataannya yg sombong saat bertemu pengemis
tsb. Ulama tsb melanjutkan ceritanya kpd saya dan teman-teman dg berkata, "
Sejak saat itu Wallahua'lam ada hubungannya atau tidak usahanya mengalami
kebangkrutan dan tdk pernah bisa bangkit kembali."

Saudaraku kisah tsb di atas hendaknya bisa menjadikan pelajaran (ibrah) buat
kita semua agar berhati - hati dalam berkata, berbuat dan menjaga hati jangan
sampai ada kesombongan walaupun hanya kecil seberat zarah karena Allah,SWT akan
langsung membalasnya di kehidupan dunia ini dan di akhirat nanti orang yg
hatinya ada sifat sombong walaupun seberat biji zarah tdk akan masuk surga.

Berikut ciri-ciri orang sombong agar kita bisa menjauhinya :

1. Tutur katanya, perbuatannya merendahkan orang lain, merasa dirinya paling
baik atau lebih baik dibandingkan dg orang lain.

2. Menolak suatu nasehat kebenaran dari orang lain padahal nasehat itu sesuai dg
Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah,SAW

3. Menjawab salam orang miskin berbeda dg menjawab salam orang kaya

4. Berjalan dg gaya sombong yaitu dg membusungkan dada

5. Selalu berbuat zalim /aniaya kpd orang lain.

Ya Allah Ya Rabb lindungilah bimbinglah hati, perkataan dan perbuatan kami kpd
yg Engkau Ridhai dan lindungilah kami dari sifat sombong.

Wallahua'lam

Salam

Al-Faqir
http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Husnul-Khatimah/101837496550095

Minggu, 27 September 2015

Hukum Zakat Harta Haram

Bagaimanakah hukumnya jika kita memperoleh penghasilan dari pekerjaan haram? Apakah wajib  dibayar juga zakatnya? Apakah jika dibayarkan zakatnya, hartanya tersebut menjadi bersih? Islam selalu memerintahkan bahwa sumber harta, proses memperolehnya, dan pertumbuhannya harus halal dan baik. Allah SWT berfirman,

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah [2]: 168)

Selain itu, Allah SWT telah melarang semua bentuk dan jenis pendapatan dan harta yang haram dan buruk, baik sumber maupun proses perolehannya. Sebab, semuanya itu merupakan tindakan aniaya terhadap orang lain. Allah SWT berfirman,
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil….” (QS Al-Baqarah [2]: 188)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu....” (QS An-Nisaa’ [4]: 29)

Dan, masih banyak lagi ayat lainnya yang melarang jenis harta haram dan perolehannya dengan jalan yang diharamkan. Pada zaman sekarang, terdapat banyak macam harta yang diperoleh dengan cara yang bathil (haram) dan tidak sesuai dengan syariat, misalnya, harta riba, suap, ghasab, penipuan, jual beli jabatan, uang palsu, judi, pencopetan, pencurian, korupsi, dan perampokan, dan hasil dari jual beli barang yang diharamkan, seperti babi, narkoba, dan minuman keras. Semua jenis harta di atas, tidak wajib dizakati atau tidak tunduk kepada zakat, berdasarkan firman Allah SWT,

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.” (QS Al-Baqarah [2]: 267)

Dan, hadits Rasulullah saw,
“Sesungguhnya Allah itu baik, Dia tidak akan menerima (sesuatu) kecuali yang baik.” (HR Muslim)

Adapun sisi keharaman dan problematikanya dengan zakat secara terperinci dijelaskan sebagai berikut.

1. Harta haram adalah semua harta yang secara hukum syariat dilarang dimiliki atau dimanfaatkan, baik haram karena bendanya mengandung mudarat, najis atau kotoran, seperti bangkai dan minuman keras; atau haram karena faktor luar, seperti adanya kesalahan dalam cara memperolehnya, seperti mengambil sesuatu dari pemiliknya tanpa izin (merampok; mencuri; ghasab; mencopet; korupsi) atau mengambil dari pemilik dengan cara yang tidak dibenarkan hukum, meskipun dengan kerelaan pemiliknya, seperti transaksi riba dan sogok atau suap.

2. Pemegang harta haram yang perolehannya dengan cara yang tidak dibenarkan syariat, tidak dianggap pemilik barang tersebut selama-lamanya. Dia diwajibkan mengembalikannya kepada pemilik aslinya atau kepada ahli warisnya jika diketahui. Jika tidak diketahui lagi, dia diwajibkan membelanjakan harta tersebut kepada kepentingan sosial dengan meniatkan bahwa dermanya tersebut adalah atas nama pemilik aslinya.

Adapun jika ia mendapatkan harta haram itu sebagai upah dari pekerjaan yang diharamkan maka ia harus mendermakannya untuk kepentingan sosial dan tidak boleh dikembalikan kepada orang yang memberinya. Harta haram tidak dikembalikan kepada pemilik semula, selama dia masih tetap melakukan transaksi yang tidak legal tersebut, seperti harta yang diperoleh dari transaksi riba. Akan tetapi, diharuskan mendermakannya kepada kepentingan sosial.

Apabila terdapat kesulitan dalam mengembalikan harta tersebut, pemegangnya diwajibkan mengembalikan nilainya kepada pemiliknya semula jika diketahui, bila tidak, maka nilai tersebut didermakan kepada kepentingan sosial dengan meniatkan derma tersebut atas nama pemilik semula.

3. Harta yang haram karena zatnya sendiri (haram lidzatihi), seperti babi, khamar, narkoba, anjing, darah, dan bangkai tidak wajib dibayar zakatnya, karena menurut hukum syari’at tidak dianggap harta yang berharga.

4. Pemegang harta yang haram karena adanya cara memperolehnya dengan cara yang tidak dibenarkan agama, maka ia tidak wajib membayar zakatnya, karena tidak memenuhi kriteria “dimiliki dengan sempurna” yang merupakan syarat wajib zakat. Apabila sudah kembali kepada pemiliknya semula, yang bersangkutan wajib membayar zakatnya untuk satu tahun yang telah lalu, walaupun hilangnya sudah berlalu beberapa tahun. Hal ini sesuai dengan pendapat yang lebih kuat (rajih).

5. Pemegang harta haram yang tidak mengembalikannya kepada pemilik aslinya, kemudian membayarkan sejumlah zakat dari harta tersebut, masih tetap berdosa menyimpan dan menggunakan sisa harta tersebut dan tetap diwajibkan mengembalikan keseluruhannya kepada pemiliknya selama diketahui, bila tidak, maka dia diwajibkan mendermakan sisanya. Adapun harta yang dibayarkan itu tidak dinamakan zakat.


* Artikel ini dikutip dari buku “Panduan Pintar Zakat” terbitan QultumMedia. Buku yang ditulis oleh H. Hikmat Kurnia dan A. Hidayat, Lc. ini membahas segala aspek zakat dan metode penghitungannya dalam seluruh model usaha dan pendapatan. Selain itu, dilengkapi pula dengan CD program penghitung zakat sehingga lebih mudah mengalkulasi zakat.

Senin, 22 Desember 2008

Sedekah menghindarkan diri dari marabahaya

Ini pendapat Joe Vitale, penulis Spiritual Marketing. Juga pendapat banyak penulis lain yang dari pengalamannya mendapati bahwa semakin dia rela memberi (bersedekah) semakin banyak apa yang dia sumbangkan itu kembali kepada dirinya dengan berlipat-lipat. Kalau dia nyumbang uang, maka (biasanya) akan datang uang. Kalau tenaga, maka akan kembali banyak bantuan. Kalau ilmu, maka akan kembali lebih banyak ilmu. Mereka menemukan bahwa “to give in order to get” adalah suatu hukum universal.

Hanya sedekah yang tulus dan Ikhlaslah yang akan menggetarkan semesta. Jadi tidak semua pemberian akan memberikan efek pengembalian yang diharapkan.

Berikut ini cara bersedekah (menyumbang) yang mampu menggetarkan spiritualitas :

  1. Bersedekahlah saat merasa ingin bersedekah, jangan sampai merasa terpaksa. Bila saat bersedekah kita justru merasa kesal, maka akan tertanam di bawah ssadar bahwa bersedekah itu tidak enak, bahkan mengesalkan. Mungkin seperti kalau kita bayar parkir kepada preman di pinggir jalan. Ada perasaan terpaksa, tak berdaya, bahkan dirampok. Bukan karena besar kecilnya nilai uang, tapi rela tidaknya perasaan saat memberikan sumbangan. Kalau anda sedang suntuk, tunggu sampai hati lebih riang. Memberi dengan berat hati akan memberi asosiasi buruk ke alam bawah sadar.

  2. Bersedekahlah kepada sesuatu yang disukai sehingga hati Anda tergetar karenanya. Mungkin suatu ketika Anda ingin menyumbang yatim piatu, di waktu lain mungkin menyumbang perbaikan jembatan, mungkin pelestarian satwa yang hampir punah, mungkin disumbangkan untuk modal usaha bagi seorang pemula. Intinya adalah Anda sebaiknya menyedekahkan pada hal yang membuat perasaan Anda tergetar. Setiap orang akan berbeda. Seringkali seseorang menyumbang ke tempat ibadah, tapi hatinya tidak sejalan, hanya karena kebiasaan. Menyumbang yang tak bisa dihayati tak akan menggetarkan kalbu.

  3. Bersedekahlah dengan sesuatu yang bernilai bagi Anda. Kebanyakan wujudnya adalah uang, namun lebih luas lagi adalah benda yang juga anda suka, pikiran, tenaga, ilmu yang anda suka. Dengan menyumbang sesuatu yang anda sukai, membuat anda juga merasa berharga karena memberikan sesuatu yang berharga.

  4. Bersedekahlah dalam kuantitas yang terasa oleh perasaan. Bagaimana rasanya memberi sedekah 25 rupiah? Bagi kebanyakan orang nilai ini sudah tidak lagi terasa. Untuk seseorang dengan gaji 1 juta, maka 50 ribu akan terasa. Bagi yang perpenghasilan 20 juta, mungkin 1 juta baru terasa. Setiap orang memiliki kadar kuantitas berbeda agar hatinya tergetar ketika menyumbang. Nilai 10 persen biasanya menjadi anjuran dalam sedekah (bukan wajib), mungkin karena sejumlah nilai itulah kita akan merasakan ‘beratnya’ melepas kenikmatan.

  5. Menyumbang anonim akan memberi dampak lebih kuat. Ini erat kaitannya dengan ketulusan, walaupun tidak anonim juga tak apa-apa. Dengan anonim lebih terjamin bahwa kita hanya mengharap balasan dari Tuhan (ikhlas).

  6. Bersedekah tanpa pernah mengharap balasan dari orang yang anda beri. Yakinlah bahwa Tuhan akan membalas, tapi tidak lewat jalan orang yang anda beri. Pengalaman para pelaku kebanyakan menunjukkan bahwa balasan datang dari arah yang lain.

  7. Bersedekahlah tanpa mengira bentuk balasan Tuhan atas sedekah itu. Walaupun banyak pengalaman menunjukkan bahwa kalau bersedekah uang akan dibalas dengan uang yang lebih banyak, namun kita tak layak mengharap seperti itu. Siapa tahu sedekah itu dibalas Tuhan dengan kesehatan, keselamatan, rasa tenang, dll, yang nilainya jauh lebih besar dari nilai uang yang disedekahkan.


Demikian berbagai hal yang berkaitan dengan prinsip bersedekah. Prinsip-prinsip ini sangat sesuai dengan petunjuk rasulullah Muhammad berkaitan dengan sedekah dan keutamaannya. Ada hadits yang menyatakan bahwa tak akan menjadi miskin orang yang bersedekah. Dijamin.


Selain itu bersedekah juga menghindarkan diri dari marabahaya.


Ada sebuah kisah.


Suatu ketika rasulullah sedang duduk bersama para sahabat. Lalu melintaslah seorang yang memanggul kayu bakar. Tiba-tiba Rasulullah berkata kepada para sahabat, “Orang ini akan meninggal nanti siang”. Sorenya ketika Rasulullah duduk bersama para sahabat, melintaslah orang tersebut. Maka dipanggillah orang tersebut oleh rasul dan ditanya, “Aku diberitahu (malaikat) tadi pagi bahwa kamu akan menemui ajal siang tadi.


Tapi kulihat kamu masih segar bugar. Apa yang telah kamu lakukan?” Kemudian orang itu berkisah bahwa tadi pagi dia membawa bekal makan siang. Lalu di tengah jalan bekal itu dia sedekahkan kepada orang yang membutuhkan.

Selanjutnya, kata orang itu, saat kayu-kayu bakar diletakkan tiba-tiba seekor ular hitam keluar lari menjauh dari dalamnya. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa ular itulah yang sedianya akan mematuk orang tersebut, namun dia berpindah takdir karena sedekahnya menghindarkan dia dari bahaya tersebut.

Kisah itu menunjukkan keutamaan sedekah yang bisa menghindarkan diri dari bahaya, sekaligus menujukkan bahwa cara Tuhan membalas sedekah tidak dalam bentuk dan jalan yang kita sangka sangka .

Mari hiasi hidup dengan bersedekah dengan rasa penuh keikhlasan.. .......

KEUTAMAAN SEDEKAH

Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi, tiba-tiba Allah SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Kemudian Nabi Ayub AS menepis – nepis lengan bajunya agar belalang tersebut jatuh. Lantas Allah SWT berfirman, “ Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya ? “. Nabi Ayub AS menjawab, ya benar wahai sang Pencipta ! Demi keangungan-Mu, apalah makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu” .

Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya keberkahan dalam rezeki yang dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa ada keberkahan. Dengan tiadanya keberkahan, harta dan rezeki yang meskipun banyak akan terasa sempit dan menyusahkan.

Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan memperbanyak sedekah. Sabda Rasulullah SAW, “ Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah”. Dalam Hadist lain, Rasulullah SAW menjelaskan, “ Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘ Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘ Musnahkanlah orang yang menahan hartanya”.

Sedekah walaupun sedikit tetapi amat berharga di sisi AllahSWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahan adalah celaka.

Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya :

Pertama, mengundang datangnya rezeki. Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hambanNya dengan 10 kebaikan. Bahkan di ayat lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, “ Pancinglah rezeki dengan sedekah”.

Kedua, sedekah dapat menolak bala. Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.”

Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Rasulullah SAW menganjurkan ,“ Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur. Sabda Rasulullah SAW, “ Perbanyaklah sedekah, sebab sedekah bisa memanjangkan umur.”

Mengapa semua ini bisa terjadi ? Sebab Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam husnul khatimah (baik).

Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah ? Wallahu a’lam bis-shawab.

c