c
Tampilkan postingan dengan label bathin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bathin. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Juni 2019
PESAN IMAM SYAFI'I
"bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan"
(Imam syafi'i)
"jangan cintai orang yg Tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu"
(Imam syafi'i)
"barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia"
(Imam syafi'i)
"doa disaat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran"
(Imam syafi'i)
"ilmu itu Bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat"
(Imam syafi'i)
"siapa yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu"
(imam syafi'i)
"berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafan sedang di tenun"
(imam syafi'i)
"jadikan akhirat dihatimu, dunia ditanganmu dan kematian dipelupuk matamu"
(imam syafi'i)
"berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi Tidak pantas bagi singa meladeni anjing"
(Imam syafi'i)
"amalan yang paling berat diamalkan Ada 3 (tiga). 1. Dermawan saat yang dimiliki sedikit. 2. Menghindari maksiat saat sunyi tiada siapa-siapa. 3. Menyampaikan kata-kata yang benar dihadapan orang diharap atau ditakuti"
(imam syafi'i)
"orang yg hebat adalah orang yg memiliki kemampuan menyembunyikan kemeralatannya, sehingga orang lain menyangka bahwa Dia berkecukupan Karena dia Tidak perna meminta"
(Imam syafi'i)
"orang yg hebat adalah orang yg memiliki kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang lain mengira bahwa ia merasa ridha"
(Imam syafi'i)
"orang yg hebat adalah orang yg memiliki kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengira bahwa ia selalu senang"
(imam syafi'i)
"apabila engkau memiliki seorang sahabat yg membantumu dalam ketaatan kepda allah, maka genggam eratlah ia, jgn engkau lepaskan. Karena mendapatkan seorng sahabat yg baik adlh perkara yg sulit, sedangkn melepaskannya adalah perkara yg muda"
(imam syafi'i)
Pesan Imam syafi'i.
nanti di akhir zaman akn banyak ulama yg membingungkan umat, sehingga umat bingung mana ulama warosatul anbiya & mana ulama suu yang menyesatkan.
Imam syafi'i mengatakan: "carilah ulama yg dibenci oleh orang2 kafir & munafik, Dan jadikanlah Dia ulama yg membimbingmu. & jauhi ulama yg dekat dengan orang2 kafir & munafik, Karena dia akan menyesatkanmu & menjauhimu dri keridhohan Allah SWT".
💖💖 IMAM SYAFI'I 💖💖
https://t.me/semangatsubuh
FENOMENA KE ARAB-ARAB AN
Di grup kelas sekolah anak, hampir tiap pagi ada yang ijin tidak masuk. Karena sakit seperti demam, batuk pilek, dan sebagainya. Kadang satu anak, dua atau lebih dari tiga.
Lalu dalam beberapa menit Ibu-ibu lain menjawab dengan ucapan "Syafakillah ya si A, si B, si C dan D." Secepatnya juga si Ibu yang minta ijin menjawab, "Jazakillah ya ibu-ibu semua atas doanya."
Kemudian kalo ada yang ijin, ga berangkat karena sedang perjalanan, yang lain bersahutan komen, "Fi amanillah ya."
Di tengah tren ucapan ke arab-araban semacam syafakillah, jazakillah, fi amanillah, qodarullah dll saya memilih tetap memberi ucapan dalam Bahasa Indonesia yang sebisa mungkin sesuai ejaan yang disempurnakan.
Ini bukan karena saya menolak pemakaian istilah asing ke dalam percakapan sehari-hari. Apalagi alergi Arab atau anti Islam. Naudzubillah ya. (nih, kan saya tetap pakai Naudzubillah, karena ini susah ngucapnya kalo pake bahasa Indonesia). Bukan juga sekedar, ga mau latah.
Jadi kenapa?
Belajar berbahasa Indonesia yang benar saja sejujurnya saya masih merasa kesulitan. Bagaimana saya bisa ikut-ikutan memakai bahasa lain?
Saya belajar tata bahasa arab sejak usia 9 tahun di madrasah diniyah. Saya menghafal kitab nahwu paling dasar, "Jurumiyah" dan sharaf "Amtsilatut Tashrifiyah". Di sana, saya mengenal istilah dhomir atau kata ganti untuk menyebut orang. Yang dalam bahasa Indonesia ada " Saya, anda dan dia".
Kata ganti orang dalam bahasa Arab itu cukup rumit untuk yang belum pernah belajar.
Diletakkan di depan kalimat dan di belakang bentuknya beda.
Contoh:
- Buku Saya (Bahasa Indonesia)
- Kitaabii (Bahasa Arab).
Kenapa buku saya bahasa arabnya bukan "kitaab ana"?
Belum lagi ada bentuk mufrod (tunggal), tasniyah (dua) dan jamak (banyak, lebih dari dua). Bahasa arab juga membedakan gender, muanats (perempuan) dan mudzakar (laki-laki).
Contoh:
Jika seseorang perempuan satu, bercerita bahwa dia sakit. Kita ingin mengucapkan "lekas sembuh ya" secara langsung kepadanya, kita bilang "Syafakillah" yang artinya semoga Allah menyembuhkanmu (wahai perempuan satu).
Tapi kalo yang sakit adalah anaknya, sementara yang di grup adalah ibunya, benarkah kalau kita mengucapkan "Syafakillah"? Kan yang kita doakan anaknya, orang ketiga. Maka seharusnya, " Syafahallah". Semoga allah menyembuhkannya, bukan menyembuhkanmu kan?
Nah kalau yang sakit dua orang perempuan, bolehkah kita menyebut, "Syafahallah ya si A dan si B"?
Tentu saja tidak bisa. Harus "Syafahumallah" yang artinya, semoga Allah menyembuhkan keduanya perempuan.
Kalau yang sakit 3 orang anak perempuan, ucapannya beda lagi.
Kalau yang sakit laki-laki, ucapannya pun harus berubah lagi. Ribet kan?
Itu juga berlaku untuk ucapan lain, semisal "Jazakillah ya ibu-ibu semua" seharusnya gimana? Jazakunnallah.
Kumpulan ibu-ibu semua pun jadi berubah kalo kemasukan sesebapak satu saja. Jadi Jazakumullah.
Jangan tanggung kalau memang ingin kearab-araban. Belajarlah bahasa arab secara kaffah. Bukan sekedar mengganti saya dengan Ana, kamu dengan Anta. Dll. Ini baru urusan dhomir. Kata ganti. Belum urusan lain.
~(RMH).
KISAH NYATA SEORANG DOKTER SETELAH IKTIKAF DI MESJID 3 HARI
KISAH NYATA yg inspiratif di Bandung .
Sejak pulang dari itikaf di masjid selama tiga hari bersama jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.
Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya. Ada semangat baru.
Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah.
“Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah.
Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah.
Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat.
Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat.
Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah.”
Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.
Sejak itu, sebelum memeriksa pasiennya, ia selalu bertanya.
“Bapak sebelum ke sini sudah izin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?"
Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat dua rakaat di tempat yang telah disediakan
Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.
Ajaib! banyak pasien yang sembuh.
Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.
Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb. untuk shalat dua rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat.
Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?
Dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah.
Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, namun batinnya pun terobati.
Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.
Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus dioperasi.
Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah. Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur. Sebelum tidur berwudhu, kalau bisa shalat dua rakaat, berdoa, berdzikir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.
Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.
Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut mengamalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih.
Seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.
Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan berisiko mengurangi pendapatan beliau.
Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah. Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”.
Enam bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan.
Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin: sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.
“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”
Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.
“Sebelum menjawab, saya izin shalat dulu pak,” ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'.
Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.
------
Demikian mudah-mudahan kisah yang di bagikan membawa banyak manfaat,..... kisah nyata...........
Dr. Agus Thosin, SpJP (Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah) praktek di RSAI Bandung
D U N I A 🌍 Y A N G T E R B A L I K" 😔🙃
Indonesia mayoritas Islam, tapi, yang paling disudutkan Muslim.
Lebih serem yang pake cadar, dari pada yang pake rok mini.
Lebih serem orang berjenggot, dari pada yang tatoan.
Pake baju tauhid ditangkep, pake baju PKI gapapa.
Lebih curiga sama yang rajin ibadah di mesjid, dari pada orang yang mabok-mabokan dan judi.
Diduga teroris langsung tembak, bandar Narkoba Internasional bisa di nego.
Lebih mentolelir aliran sesat, dari pada syariat.
Dunia sudah kebolak balik?
Yang nyunnah – radikal
Yang nyeleneh – toleran
Yang jilbab syar’i – ekstrem
Yang ga pake jilbab – cantik
Yang menikah lagi - Penjahat
Yang main pelacur - Biasa lelaki
Yang muda sholat 5 waktu – Waspadai
Yang muda ga sholat – masih muda
Yang jenggotan rajin ke masjid – teroris
Yang jenggotan rajin dugem – keren
Yang ke majelis ta’lim pekanan – Fanatik
Yang ke bioskop harian – gaul
Yang hapal Al Qur’an 30 juz – militan
Yang hapal banyak musik – hebat
Yang anaknya di jilbabin – Keterlaluan, melanggar HAM
Yang anaknya pake rok mini – imutnya
Yang pakai baju koko – sok alim
Yang ga pake baju – jantan
Yang hariannya bicara Islam – sok ustadz
Yang hariannya ghibah – up to date
Media islam – radikal
Media porno – kebutuhan
.
Buka Mata Hati Anda hai manusia!
ﺑَﺪَﺃَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡُ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻭَﺳَﻴَﻌُﻮﺩُ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺪَﺃَ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻓَﻄُﻮﺑَﻰ ﻟِﻠْﻐُﺮَﺑَﺎﺀِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”
(HR. Muslim no. 208)
Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu,
Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab:
Mereka ialah orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan di tengah kerusakan.
(HR. Ahmad) .
Dan ingatlah bahwa kalian semua PASTI MATI dan hanya kepada Allah Tabaroka wa Ta'āla kalian akan kembali serta dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kalian
Maka segeralah bertobat selagi masih ada waktu
NB: JIKA ANDA MENDUKUNG PERJUANGAN DAKWAH INI, KAMI MINTA DO'ANYA & BANTU SHARE POSTINGAN INI BIAR SEMAKIN BANYAK YANG BISA MEMETIK MANFAAT... DAN SEMOGA BEKAL AMAL JARIYAH BAGI ANDA... AAMIIN…🤲🏻
-
-
"Semoga Bermanfaat"
💦 Salam Santun Semangat Dakwah 🌾
Sabtu, 26 Desember 2015
Bulir ibrah dan hikmah
Bulir Ibrah dan Hikmah
"Ibu, Maaf tak Ada Bunga Untukmu"
Dinukil dan diselia dari tulisan Budi Ashari, 2014
http://goo.gl/jgI1p9
Dinukil dan diselia dari tulisan Budi Ashari, 2014
http://goo.gl/jgI1p9
***
Dalam silaturahim saya ke salah seorang senior saya, dengan gurau beliau berkata: Ayo, sudah cari kado belum untuk hari ibu?
Di grup orang-orang baik yang ada di media sosial pun bermunculan berbagai kreasi gambar tentang kemuliaan seorang ibu dan ujungnya: Selamat Hari Ibu.
Saya baru sadar kalau ini adalah bulan di mana hari ibu diperingati. Dari sejak awal, saya katakan bahwa berbagai peringatan hari tersebut jelas bukan karakter agama Islam ini. Tak hanya hari ibu, ada juga hari ayah, hari tembakau, hari kanker, dan entah hari-hari apa yang akan diusulkan kembali setelah ini.
Ini hadir dari kebiasaan sebuah masyarakat yang tidak mampu memenuhi hak seseuatu yang diperingati tersebut. Maka untuk memberikan kepedulian dan perhatian mereka, hari itu diadakan.
***
Silakan baca sejarah hari-hari tersebut. Hari ibu ini contohnya. Hari yang mulai diramaikan di Amerika ini menjadi hari yang diperingati mengingat masyarakat Amerika adalah masyarakat tanpa ikatan kekeluargaan seperti yang kita kenal dalam Islam. Semakin hari semakin renggang, bahkan bisa tidak saling kenal. Kawin cerai semakin membuat rumit hubungan antara anak dan orang tuanya. Tak ada bab birrul walidain dalam kajian etika mereka. Melihat itu semua, nurani mereka mulai terusik. Ibu yang berjasa –setidaknya- mengandung dan melahirkan, harus dihormati jasanya. Bahkan gereja tak sanggup menyuguhkan moral itu.
Hingga Anna Jarvis tahun 1908 untuk kali pertama membawa bunga yang dibagikan kepada para jemaat yang ada di gereja tempat dahulu ibunya beribadat. Sebelum ini semua, Julia Ward Howe sudah mengkampanyekan ibu untuk keselamatan di Inggris, dalam rangka menyatukan wanita untuk melawan peperangan yang sedang terjadi.
Anna Jarvis memilih waktu Minggu, karena ia ingin menjadi peringatan yang berkekuatan spiritual gereja. Konggres Amerika baru menyepakatinya sebagai hari resmi nasional pada tahun 1914.
***
Tapi tahukah Anda, kalau Anna Jarvis akhirnya menyesal?
Hanya 9 tahun setelah diresmikannya hari ibu, Amerika mulai berpesta di setiap hari ibu tiba. Dengan dalih menghormati ibu, mereka hanya memanfaatkannya untuk bisnis dan marketing berbagai hadiah di pasar. Sakralitas gereja telah berubah menjadi ajang marketing pasar.
Anna Jarvis menyesal, "Saya berharap bahwa saya tidak memulai hari ini, karena ia telah keluar dari kendalinya."
Anna mengerahkan sisa hidup dan hartanya untuk mengembalikan hari yang telah disesalinya itu. Dengan semua kemarahannya. Tapi tanpa hasil. Bahkan disebutkan bahwa ia ditangkap tahun 1948 gara-gara demo atas keruhnya hari ibu, dia dianggap mengganggu keselamatan.
***
Maaf, apa istimewanya sejarah hari ibu di atas?
Bermula dari pembagian bunga dan hanya berujung pada penjualan bunga. Bermula dari gereja berujung penyesalan. Dan akhirnya penangkapan
Maaf, apa istimewanya?
Cermatilah semua peringatan yang mereka buat. Tak jauh dari suasana seperti itu.
Perlahan tapi pasti, peringatan seperti ini mulai memasuki tubuh muslimin yang tak lagi mempunyai pertahanan kokoh. Termasuk negeri ini. Kita lupa kalau kita ini muslim. Tak memerlukan sebuah hari di mana kita menghormati dan berbakti kepada ibu kita.
***
Karenanya,
Maaf ibu
Tak ada bunga untukmu
Tidak kartu tak pula makanan kesukaanmu
Hanya di Hari Ibu
Maaf ibu
Tak ada bunga untukmu
Tidak kartu tak pula makanan kesukaanmu
Hanya di Hari Ibu
Karena aku sadari sepenuhnya
Kaulah segalanya
Tempatmu hanya sederajat di bawah Allah dan Rasul-Nya
Tiga kali lipat di atas ayah kau lebih mulia
Surga ada di bawah telapak kakimu
Kaulah segalanya
Tempatmu hanya sederajat di bawah Allah dan Rasul-Nya
Tiga kali lipat di atas ayah kau lebih mulia
Surga ada di bawah telapak kakimu
Kau pintu surga anak-anakmu
Makhluk yang paling berhak terhadap diriku adalah dirimu
Perintah Al-Quran untuk bakti hanya menyebut jasamu
Al Adabul Mufrod karya Al Bukhari membuka dengan bab tentangmu
Makhluk yang paling berhak terhadap diriku adalah dirimu
Perintah Al-Quran untuk bakti hanya menyebut jasamu
Al Adabul Mufrod karya Al Bukhari membuka dengan bab tentangmu
Doa ampunan dan kasih sayang selalu terkirimkan untukmu
Setelah amal dan dalam sujud panjangku selalu kado doa untukmu
Setelah amal dan dalam sujud panjangku selalu kado doa untukmu
Bahkan,
Bakti kepadamu tak terhenti setelah tiadamu
Untuk mengantar yang terbaik hingga peristirahatan indahmu
Untuk semua janji, kewajiban, dan wasiatmu
Untuk saudara dan kerabatmu
Untuk teman baikmu
Karena seluruh hidupku untukmu,
di setiap hela nafasku
Bakti kepadamu tak terhenti setelah tiadamu
Untuk mengantar yang terbaik hingga peristirahatan indahmu
Untuk semua janji, kewajiban, dan wasiatmu
Untuk saudara dan kerabatmu
Untuk teman baikmu
Karena seluruh hidupku untukmu,
di setiap hela nafasku
Sadar, tawaf menggendongmu tak mampu membalas setetes air susumu
Dan,
Karena bakti tak mengenal hari
Dan,
Karena bakti tak mengenal hari
***
Mari Berdoa
Mari Berdoa
رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيمَٰنِ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِرَبِّكُمْ فَـَٔامَنَّا ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ ﴿١٩٣﴾ رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ ﴿١٩٤﴾
Rabbanaa innanaa sami'naa munaadiyan yunaadii lil-iimaani an aaminuu birabbikum faaamannaa. Rabbanaa faaghfir lanaa dzunuubanaa wakaffir 'annaa sai-yi-aatinaa watawaffanaa ma'al abror. Rabbanaa waaatinaa maa wa'adtanaa 'ala rusulika walaa tukhzinaa yaumal qiyaamah. Innaka laa tukhliful mii'aad
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlan kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.
(QS. Ali-Imran 193-194)
(QS. Ali-Imran 193-194)
Aamiin
Minggu, 15 November 2015
MUHASABAH UNTUK MEMBENTENGI DIRI

Oleh: Muhson Arrosyid
Bangga diri adalah meruntuhkan semangat, sedangkan merasa diri banyak kelemahan adalah sikap yang waspada, hati2 dalam bertindak.
Jangan berandai-andai dalam hidup kenyataan, karena melamun sering tak seindah harapan. Dan jangan terburu-buru apa yang anda cita-citakan, dan jangan memperlihatkan kebanggaan diri di hadapan orang. Karena setiap orang mempunyai jatah waktu sendiri-sendiri.
Manusia bisa berubah kapan saja, Tuhan mempunyai kehendak yang tidak bisa di tebak oleh hambanya, tugas sebagai hamba yang taat adalah selalu berusaha dan ikhtiyar,
Adapun jika keputusan dan dan yang menentukan tuhan semesta alam, jika engkau ridlo dengan pemberiannya, maka engkau termasuk orang penyabar dan orang Qona'ah dalam hidup, dan engkau akan merasakan nikmatnya hidup menderita saat deket dengan tuhan,
Jika hatimu ada kesucian hati, ketaatan, dan takut pada tuhanmu, maka seluruh binatang yang ada di muka bumi baik darat maupun lautan akan menjadi sahabatmu, dan bahkan akan mendoakanmu.
Ibarat Emas murni, meskipun di bakar dengan api, tetep emas juga, tidak berubah menjadi besi tembaga.
Jika Allah mencintaimu, maka engkau akan di uji setiap waktu,
Ujianmu tidak akan di berikan orang lain
Ujian orang lain juga tidak akan di berikan kepadamu
Rizqimu tidak akan di berikan orang lain
Rizqi Orang lain juga tidak akan di berikan kepadamu
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
Jogjakarta / Ahad / 15 / November / 2015
----------(Pujonggo Ndesoo)------------
Sabtu, 14 November 2015
Orang lahir dengan polos dan pergi dengan telanjang
Seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Ali bin
Abi Thalib, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu
karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku”
Ali bin Abi Thalib menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah”
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah”
Ali bin Abi Thalib menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah”
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah”
“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Ali bin Abi Thalib
“Tentu tidak,” jawabnya
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Ali bin Abi Thalib
“Tidak juga,” jawabnya
Kemudian Ali bin Abi Thalib berkata, “Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?"
Ali bin Abi Thalib melanjutkan, “Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia. Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan. Tersenyumlah, karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur. Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur”
Suatu ketika Nabi Isa as berkata kepada para sahabatnya: "Yang paling banyak mengeluh di antara kalian pada waktu ditimpa musibah adalah yang paling banyak menghadapkan wajahnya kepada dunia"
Orang lahir dengan polos
dan pergi dengan telanjang
di antara dua kejadian itu
kehidupan dunia dilaluinya dengan cemas
takut hartanya hilang
(Jalaluddin Rumi)
“Tentu tidak,” jawabnya
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Ali bin Abi Thalib
“Tidak juga,” jawabnya
Kemudian Ali bin Abi Thalib berkata, “Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?"
Ali bin Abi Thalib melanjutkan, “Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia. Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan. Tersenyumlah, karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur. Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur”
Suatu ketika Nabi Isa as berkata kepada para sahabatnya: "Yang paling banyak mengeluh di antara kalian pada waktu ditimpa musibah adalah yang paling banyak menghadapkan wajahnya kepada dunia"
Orang lahir dengan polos
dan pergi dengan telanjang
di antara dua kejadian itu
kehidupan dunia dilaluinya dengan cemas
takut hartanya hilang
(Jalaluddin Rumi)
Kamis, 05 November 2015
"Barang Siapa perhatiannya hanya pada apa yg masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yg keluar dari perutnya"
Al-Habib Muhammad bin Alwi Al-Miliki Al-Hasani :
Alkisah ada seorang Fakir Miskin melewati jalan Madinah.
Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan Daging.
Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan Daging.
Dia pulang ke rumahnya dngan hati mendongkol.
Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus.
Dngan hati terpaksa, dia memakan Kedelai itu seraya membuang kupasan Kulitnya ke luar jendela.
Dia sangat bosan dngan Kedelai.
Dia bilang kpada istrinya "Bagaimana hidup kita ini..?
Orang-orang makan Daging, kita masih makan Kedelai"
Alkisah ada seorang Fakir Miskin melewati jalan Madinah.
Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan Daging.
Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan Daging.
Dia pulang ke rumahnya dngan hati mendongkol.
Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus.
Dngan hati terpaksa, dia memakan Kedelai itu seraya membuang kupasan Kulitnya ke luar jendela.
Dia sangat bosan dngan Kedelai.
Dia bilang kpada istrinya "Bagaimana hidup kita ini..?
Orang-orang makan Daging, kita masih makan Kedelai"
Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah
Terkejut, dia melihat seorang Lelaki Tua duduk di bawah jendela rumahnya
sambil memungut Kulit-Kulit Kedelai yg tadi ia buang dan memakannya
seraya bergumam:
الحمدلله الذي رزقني من غير حول مني ولا قوة
"Segala Puji bagi Allah SWT yg telah memberiku Rezeki tanpa harus mengeluarkan Tenaga"
Mendengar Ucapan Lelaki Tua itu, dia menitikkan Air Mata, seraya bergumam:
رضيت يا رب
"Sejak Detik ini, aku Rela dengan apapun yg Engkau berikan, ya Allah.."
Rejeki itu yg penting Mengalir,,
Besar Kecil yg penting ada Alirannya..
Jngan harap mengalir seperti banjir,,
Kalau tak bisa berenang bisa tenggelam..
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ#
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ.
Sampai kapan engkau Sibuk dngn Kelezatan,
Sedangkan engkau akan di tanya tentang semua yg kau lakukan.
Kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib K.W.A:
ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ
"Barang Siapa perhatiannya hanya pada apa yg masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yg keluar dari perutnya"
الحمدلله الذي رزقني من غير حول مني ولا قوة
"Segala Puji bagi Allah SWT yg telah memberiku Rezeki tanpa harus mengeluarkan Tenaga"
Mendengar Ucapan Lelaki Tua itu, dia menitikkan Air Mata, seraya bergumam:
رضيت يا رب
"Sejak Detik ini, aku Rela dengan apapun yg Engkau berikan, ya Allah.."
Rejeki itu yg penting Mengalir,,
Besar Kecil yg penting ada Alirannya..
Jngan harap mengalir seperti banjir,,
Kalau tak bisa berenang bisa tenggelam..
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ#
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ.
Sampai kapan engkau Sibuk dngn Kelezatan,
Sedangkan engkau akan di tanya tentang semua yg kau lakukan.
Kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib K.W.A:
ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ
"Barang Siapa perhatiannya hanya pada apa yg masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yg keluar dari perutnya"
Senin, 26 Oktober 2015
Bertangung jawab atas Pilihan Hidup.
By Rahmadsyah Mind-Therapist
Assalamu’aliakum wr.wb
Semoga
Sahabat saya yang baik, sekarang sedang menikmati kebahagiaan dalam
pekerjaan yang dilakukannya. Sebagai alasan bagi Allah, bahwa kita
pantas untuk dijadikan pribadi-pribadi yang damai hatinya.
Pernah saya bertanya kepada diri saya. ”Pernahkah
kamu
menginginkan hidup yang lebih baik? Apakah pernah terbesitkan difikiran
kemauan memiliki kontribusi yang lebih baik untuk ummat? Apakah
kamu pernah berhasrat memiliki pengaruh yang menghasilkan kebaikan bagi
orang lain? Pernahkah dirimu mempunyai kemauan, supaya kerjaanmu
melintasi penjuru nusantara?”
Shahabatku yang damai hatinya. Hampir semua pertanyaan diatas saya
jawab pernah dan iya. Dan bagaimana dengan Anda? Tetapi kemudian saya juga bertanya kepada diri saya. Apa yang menyebabkanmu mengeluh dengan pekerjaanmu? Apakah
Anda pernah juga mengeluhkan pekerjaan yang diembankan tanggung jawab
kepada Anda saat ini? Mudah-mudahan tidak lagi ya. Ini doa saya buat
Anda.
Kemarin
(minggu 4 Juli 2010). Saya Alhamdulillah mendapat kesempatan untuk
hadir dalam acara MTGW distudio Metro Tv. Saat acara live ”Menolak dibayar Kecil”, ada shahabat kita
yang bertanya ”Bagaimana menyikapi bila kita dibayar tidak sesuai dengan pendidikan dan skill yang kita miliki?” Mungkin pertanyaan ini sedang kita alami ya?
Sementara
itu, seorang alumni Bank Muamalat, pernah menduduki dijajaran top
managemen disana. Pernah bercerita kepada saya, tentang pengalaman hidup
temannya. Kini teman beliau sudah bekerja di dirjen perbankan syariah
Bank Indonesia. Singkat cerita, inti pesan yang ingin beliau sampaikan
adalah teman beliau itu, dulu saat masih menjadi staff biasa di
Mu’amalat, gajinya 400 ribu. Pernah ngeluh, ”Bang kerjaanku seperti ini
dengan penghasilan ini belum cukup biayai keluargaku”. Tetapi, karena
background pesantrennya yang memahami fikih, juga bahasa arab dan
ingris. Temannya ini mendapat kesempatan untuk bekerja ke Abu Dabi. Bank
dubai.
Nah,
saat kerja disana, pekerjaan dan tangung jawabnya menjadi bertambah.
Bahkan ada hal lain yang menjadi konsekwensinya. Kemudian, temannya ini
meneluh lagi kepada beliau. ”Bang kerjaanku banyak”. Dengan bijak beliau
menjawab ”Bertangung jawablah dengan pilihanmu”. Inilah inti pesan cerita teman beliau kepada saya.
Begitupula
dulu saat saya mau menjadi Trainer dan Mind-Therapist. Persis seperti
keinginan-keinginan yang saya sampaikan diawal tadi. Dan saya pernah
keliru dengan keluhan. “Kapan ya tercapai? Kok harus belajar ini dan itu?” Dulu, saya beranggapan jadi Trainer itu
enak dan mudah. Jalan-jalan keluar daerah, ada EO yang ngadain. Dipanggil untuk ngisi training. Itulah kekeliruan saya dulu.
Padahal
setelah saya menjalani. Ada hal lain mesti juga saya sadari sebagai
bagian yang mesti saya pelajari. Ilmu marketing, design grafis dsb.
Selain itu, dulu pernah berharap, bisa membantu orang lain. Kini hampir
setiap hari bila Online, ada shahabat yang sharing, konseling dan
curhat. Begitupula di inbox, ada yang minta saran dan sudut pandang
dengan permasalahan yang dimiliki. Alhamdulillah, ini semua tentu harus
dilayani dengan baik, sopan dan bijak. Karena sudah menjadi resiko dan
bertanggung jawab atas pilihan hidup yang telah saya ditentukan. Walau
pernah yang terlambat ditanggapi. Tapi sungguh itu menjadi pelajaran
bagi saya.
Kembali dengan pertanyaan shahabat di MTGW diatas. Pak Mario kemudian memberi jawaban dengan pertanyaan? ”Siapakah yang memilih atasan yang belum bijak kepada bawahan yang digaji tidak sesuai pendidikan dan skill itu?” Tentu shahabat setujukan, jawabannya adalah KITA sendiri. Oleh
karen itu, Bertangung jawablah dengan PILIHAN hidup.
Shahabat. Apapun tugas dan tangung jawab yang sedang diembankan kepada kita sekarang. Bahkan
mungkin menjadi beban hidup saat ini. Mungkin, Shahabat sebagai dokter
dan perawat, terimalah dengan tulus Ikhlas bila jam 12 malam ada yang
minta bantuan untuk diobati. Shahabat yang sedang kuliah, ikhlaslah
dengan tuntutan mata kuliah dijurusan yang telah kita PILIH. Yang sedang
bekerja digaji kecil, sadari
kembali, itu karena PILIHAN kita menerima pekerjaan itu dan untuk
dibayar sejumlah itu. (boleh anda tambahkan sendiri konteks yang berhubungan dengan Anda, ya !)
Mari
kita sadari kembali, itu semua adalah hasil dari keputusan PILIHAN yang
telah kita tentukan. Oleh karena itu, supaya tidak ada lagi penyesalan dan keluhan. Mari kita perbaiki kembali PILIHAN kita. Dan setelah kita putuskan dengan PILIHAN tersebut, mari kita BERTANGGUNG
JAWAB.
Jakarta 5 Juli 2010.
RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook. com/rahmadsyah
Meraih Ampunan Sebelum Ajal Menjemput
Mungkin kita semua sudah akrab dengan kata tobat, insyaf, atau kata yang
semakna dengan itu. Tahukah Anda bahwa tobat dapat dilakukan dengan
mudah? Ya, cukup dengan satu kata yang ringan diucapkan di Iidah, tetapi
sangat dalam maknanya. Kata itu adalah istigfar.
Kita sering melantunkan istigfar setiap selesai shalat atau dalam situasi tertentu, misalnya ketika marah. Meskipun demikian, apakah kita telah memetik hikmah dan manfaat yang besar dari amalan ini? Sejatinya istigfar mengandung hikmah dan manfaat yang besar bagi kita, baik di dunia terlebih di akhirat.
Ketahuilah bahwa tobat bukan hanya menghapus dosa, menghindarkan azab, tetapi juga akan mengantarkan pelakunya ke surga. Selain itu, tobat juga merupakan solusi atas berbagai masalah dan kesulitan hidup yang kita alami. Mengapa? Karena tobat juga mampu mendatangkan rezeki, nikmat, karunia, menghilangkan emosi jiwa yang negatif, dan mendatangkan ketenangan serta kebahagiaan hidup.
Buku “Tobat Sebelum Terlambat” terbitan QultumMedia ini mengajak kita semua untuk mengamalkan tobat secara konsisten, sehingga kita merasakan manfaat yang besar dalam kehidupan ini. Tobat yang bukan hanya terucap di mulut, tetapi mengaplikasikan kandungannya di dalam kehidupan sehari-hari. Tobat dalam pengertian inilah yang akan memberikan manfaat yang besar bagi pelakunya di dunia dan akhirat.
Pada awal pembahasan...................
selengkapnya: http://qultummedia.com/Kabar-Qultum/Review-Buku/meraih-ampunan-sebelum-ajal-menjemput.html
Kita sering melantunkan istigfar setiap selesai shalat atau dalam situasi tertentu, misalnya ketika marah. Meskipun demikian, apakah kita telah memetik hikmah dan manfaat yang besar dari amalan ini? Sejatinya istigfar mengandung hikmah dan manfaat yang besar bagi kita, baik di dunia terlebih di akhirat.
Ketahuilah bahwa tobat bukan hanya menghapus dosa, menghindarkan azab, tetapi juga akan mengantarkan pelakunya ke surga. Selain itu, tobat juga merupakan solusi atas berbagai masalah dan kesulitan hidup yang kita alami. Mengapa? Karena tobat juga mampu mendatangkan rezeki, nikmat, karunia, menghilangkan emosi jiwa yang negatif, dan mendatangkan ketenangan serta kebahagiaan hidup.
Buku “Tobat Sebelum Terlambat” terbitan QultumMedia ini mengajak kita semua untuk mengamalkan tobat secara konsisten, sehingga kita merasakan manfaat yang besar dalam kehidupan ini. Tobat yang bukan hanya terucap di mulut, tetapi mengaplikasikan kandungannya di dalam kehidupan sehari-hari. Tobat dalam pengertian inilah yang akan memberikan manfaat yang besar bagi pelakunya di dunia dan akhirat.
Pada awal pembahasan...................
selengkapnya: http://qultummedia.com/Kabar-Qultum/Review-Buku/meraih-ampunan-sebelum-ajal-menjemput.html
Minggu, 25 Oktober 2015
Managemen Keliru ; dibahas saat Provokasi Smart FM edisi 8 Juli 2010.
By ; Rahmadsyah Mind-Therapist
Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabat saya yang baik. Semoga note
pendek saya ini menyapa Anda dalam penuh hati yang damai, tentram dan
cemerlang. Sehingga keindahan dan gelora kebahagiaan yang sekarang kita
rasakan, kita syukuri penuh totalitas, sehingga tersebarkan keorang-orang
terdekat kita.
Jam 19.00 tadi, saya mendapat
kesempatan untuk jadi guest Provocatuer di Smart FM. Pada acara PROVOKASI, yang
tuan rumahnya pak Prasetya M Brata. Tema yang kami bahas adalah tentang ”Keliru”,
semoga sharing lewat note ini merangkum apa yang disharingkan tadi.
Berbicara mengenai keliru,
setiap kita sudah tentu pernah mengalami nya, bukan? Keliru jalan, keliru pakai
baju, keliru bicara, keliru belanja, keliru minum obat, keliru terima kerjaan,
keliru nulis, keliru pemahaman (Keyakinan & value), keliru cara dan
berbagai macam konteks lainya. Semoga shahabat tidak keliru tetap membaca
sampai pada inti poin sharing ini.
Sebelum saya lanjutkan, saya
mau memperjelas, makna keliru yang saya maksud disini. Keliru adalah pemahaman berupa pengertian yang membuat kita menjadi
SADAR, bahwa cara-cara yang telah kita lakukan itu tidak mengantarkan kita
kepada hal yang kita inginkan. Sehingga membuat kita bertanggung jawab atas
kekeliruan tersebut.
Jadi, pada dasarnya, keliru itu
adalah hasil pemahaman baru pada waktu sekarang. Terhadap, Apakah itu niat,
fikiran dan tindakan yang telah berlalu. Supaya, kita tau dan sadar, apa tepat,
cocok, sesuai dan bijak untuk kita niatkan, fikirkan dan lakukan. Sehingga
terwujud, tercapai, dan kita mendapatkan, apa yang kita inginkan (Sesuai
outcome).
Pada sesi ketiga, ada sms masuk
dari pendengar Provokasi, ”Mengapa kita sering keliru dan bagiamana supaya
kita bertangung jawab?”. Mungkin hal serupa yang muncul dibenak anda.
Sebelumnya, saya ucapkan selamat kepada beliau karena sudah sadar keliru.
Pengalaman pribadi saya, yang membuat saya melakukan keliru (niat, fikiran,
ucapan dan tindakan), karena tidak menyadari apa yang saya lakukan. Akibat dari
tidak menyadari, membuat saya sulit untuk bertanggung jawab. Nah, menjadi
pertanyaan, bagaimana agar kesadaran itu
hadir?
Kesadaran itu muncul karena ada
nya kejelasan, kejelasan disebabkan oleh perbedaan, perbedaan diketahui dari
perbandingan. Sehingga, kalau kita strukturkan ”Perbandingan – perbedaan – Kejelasan – Kesadaran”. Jadi, supaya
kita dapat bertanggung jawab, maka kita mesti SADAR. (Mari kita
bertanggung jawab atas pilihan yang telah kita putuskan).
Kemudian Ibu Nancy (Host smart
FM) membacakan lagi pertanyaan dari pendengar lain, "Bagaimana melupakan Kekeliruan dan
memaafkan diri, terhadap peristiwa (hal) yang telah terjadi?” Sebenarnya
apapun yang pernah masuk kedalam memory otak kita, maka hal itu tidak
terlupakan lagi. Cuma, kita tidak menyadari saja.
Sebagaimana arti kekeliruan
diatas, bahwa itu sesuatu peristiwa yang sudah berlalu. Maka, yang bijak kita lakukan adalah bukan melupakan,
tetapi bagaimana kita menyikapinya? Hemat saya hal itu patut kita syukuri
telah terjadi. Karena, dengan itulah
kita bisa tau apa yang tepat, sesuai, cocok dan bijak kita lakukan kedepannya.
Namun, apabila kekeliruan yang
telah kita akui itu, masih meninggalkan bekas berupa rasa yang tidak
menyenangkan, bahkan terus menganggu kehidupan kita sekarang. Mari kita sadari,
Ini terjadi karena kita belum mampu mengambil hikmah atau pembelajaran dari hal
itu. Dalam hal ini, mungkin kita butuh bantuan orang lain, baik itu teman yang
mampu dalam hal tersebut, psikolog, Mind-therapist atau siapapun yang kita
anggap capable. (Shahabat bisa membaca tip Mind-Therapy Memaafkan diri
sendiri).
Setelah itu, ada pertanyaan
lain. Bagaimana agar kita tidak keliru (menghindarinya) ? Saya
yakin, dalam beberapa konteks, tentu kita dituntut agar tidak boleh keliru
sedikit pun. Apalagi berhubungan dengan nyawa, iyakan? Saya ingin perjelas,
managemen keliru yang saya maksud disini, bukanlah mengabaikan perencanaan,
atau melakukan pengambilan keputusan tanpa analisis (Asal-asalan) . Tetapi,
Pemahaman, pengertian dan menyadari betul, akan proses (Fikiran, ucapan dan
tindakan) dilakukan. Sehingga, kita akan sangat bertangung jawab pada hasil
apapun yang terjadi. Dan kita pun akan sangat mengetahui, cara apa yang tepat
dan sesuai. (Karena kita SADAR).
Jadi kesimpulannya adalah mari
kita percepat proses kesadaran kita, terutama dalam hal kekeliruan kita. Cara
kita menyadari keliru adalah Jujur. Maka jujurlah pada diri kita sendiri,
Kemudian mari kita BERTANGGUNG JAWAB.
Jakarta 8 July 2010.
RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook. com/rahmadsyah
www.rahmadsyahnlp. blogspot. com
Makna Silaturahim
oleh Aa Gym
=========
Rasulullah
SAW mengatakan dalam H.R Bukhari dan Muslim bahwa “barang siapa yang
ingin rizkinya diluaskan dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah
menghubungkan tali silaturahim.”Istilah silaturahim di tengah-tengah masyarakat kita sering diartikan sebagai kegiatan kunjung-mengunjungi, saling bertegur sapa, saling menolong, dan saling berbuat kebaikan. Namun, sesungguhnya bukan itu makna silaturahim sesungguhnya. Silaturahim bukan hanya ditandai dengan saling berbalasan salam tangan atau memohon maaf belaka. Bila mencermati dari asal katanya, yakni shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang, maka silaturahim diartikan sebagai menghubungkan kasih sayang antar sesama. Silaturahim juga bermakna menghubungkan mereka yang sebelumnya terputus hubungan atau interaksi, dan memberi kepada orang yang tidak memberi kepada kita. Contohnya adalah ketika ada salah satu pihak yang lebih dulu menyapa saudaranya, sementara sebelumnya interaksi di antara keduanya sedang tidak harmonis, maka dialah yang mendapat pahala lebih besar. Dan juga silaturahim ditandai dengan hubungan dengan hati, yakni keluasan hati. Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda, "Yang disebut bersilaturahim itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus" (HR Bukhari).
Demikian, silaturahmi pun memiliki fadhilah yang mustajab untuk mendatangkan kebaikan; bahkan keburukan, bila memutuskannya. Sebagaimana disabdakan oleh Rasul saw: "Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? 'Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,' sabda Rasulullah SAW, 'adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR Ibnu Majah).
Rasulullah Saw juga pernah bersabda bahwa “tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahim.” Sudah ada balasan dari Allah bagi orang yang bersilaturahim yaitu surge, dan sebaliknya bagi orang yang memutuskan tali silaturahim yaitu neraka. Begitu besarnya balasan Allah sehingga begitu besar juga cobaan yang akan dihadapi. Dalam cobaan tersebut, hendaknya tidak mendahulukan hawa nafsu dan dendam, sehingga akan hilang balasan surga dari Allah.
Rasulullah SAW memberikan tips kepada kita agar terjalin saling mencintai dengan sesama muslim, yakni:
- Tebarkan salam
- Menghubungkan tali silaturahim
- Memberi makan kepada yang membutuhkan.
Betapa pentingnya silaturahim dalam hubungan sesame, Rasulullah saw berpesan “sayangilah apa yang ada di muka bumi, niscaya Allah dan semesta alam akan menyayangimu” (H.R Tirmidzi), yang dapat diartikan bahwa hak saling berkasih sayang dan silaturahim tidak terbatas pada kerabat, tetapi sesama makhluk ciptaan Allah SWT.
Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk menyadari
bahwa silaturahmi tidak hanya tampilan lahiriah belaka, namun harus
melibatkan pula aspek hati. Dengan kombinasi amalan lahiriah dan amalan
hatinya, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat silaturahmi
lebih baik. Kalau orang lain mengunjungi kita dan kita balas
mengunjunginya, ini tidak memerlukan kekuatan mental yang kuat. Namun,
bila ada orang yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu
dengan sengaja kita mengunjunginya, maka inilah yang disebut
silaturahmi. Apalagi bila kita bersilaturahmi kepada orang yang
membenci kita atau seseorang yang sangat menghindari pertemuan dengan
kita, lalu kita mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah
silaturahmi yang sebenarnya.
Dalam sebuah hadis diungkapkan, "Maukah kalian aku tunjukkan amal
yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasul pada
para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan,
"Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang
terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah,
menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali
persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya.
Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya,
hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR Bukhari Muslim).
Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah
SWT. Dengan terhubungnya silaturahim, maka ukhuwah Islamiyah akan
terjalin dengan baik. Semoga kita bisa meraih surga Nya dengan membina
silaturahim antar sesama.
========sumber:eramuslim.com
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]
Lelaki Yang Baik Agamanya
Oleh Yogie Edi Irawan
===========
Malam itu, ia telah membuat suatu keputusan bersejarah dalam
hidupnya. Saya sendiri yang telah menjadi saksi seorang pemuda yang
meninggalkan indahnya malam minggu waktu itu, untuk hadir menghabiskan
waktunya bersama kami dalam sebuah kumpulan. Ia sadar akan keputusan itu
dan tahu bahwa resikonya ia harus berpisah dari kumpulan-kumpulan
sebelumnya menuju kumpulan yang lebih baik dan abadi. Kumpulan di mana
kami saling melempar senyum dan beruluk salam. Kumpulan dimana kami
saling mengajak untuk beriman dan melakukan amal shalih. Kumpulan yang
membuat seseorang bermetamorfosis menjadi mukmin yang shalih. Kumpulan
dimana mukmin itu harus menjadi kupu-kupu dan mendistribusikan pesona
kebaikannya ditengah umat. Kumpulan yang ia pilih itu adalah halaqah
Islam.
Malam itu di mushola kecil, tepat tak jauh dibelakangnya berdiri
sebuah pusat pembelanjaan termegah di kota Tangerang. Bagi seorang
pemuda, malam itu sangatlah menggoda. Malam minggu dengan ritual-ritual
jahiliyah modern yang diadakan di pusat perbelanjaan. Ditambah
hiruk-pikuk kendaraan di mana muda-mudi yang bukan mahramnya
berboncengan sambil berpelukan. Gadis-gadis cantik dengan pakaian balita
hilir mudik dipinggir jalan. Tak jarang lewat didepan mushola kecil
kami. Tapi itu semua, tak sedikitpun menyurutkan langkah kakinya ke
mushola kami. Tak sedikitpun menggoda dirinya untuk bersama
kumpulan-kumpulan yang hanya membunuh waktu dan melumuri dirinya dengan
maksiat.
Ia duduk bersama kami dalam lingkaran. Mengenalkan dirinya. Dan ia mengutarakan maksud dan tujuannya, “Saya ingin hijrah!”. Itu saja. Pendek, ringkas dan jelas. Kata-kata itu kelak menjadi isyarat bahwa dirinya harus berubah menjadi pribadi yang lebih baik dengan berkomitmen kepada Islam. Dan itu terbukti di hari-hari selanjutnya ia menjadi orang yang selalu hadir tepat waktu dalam kumpulan kami dan tak pernah ia tak hadir tanpa alasan syar’i. Itu menandakan tekadnya yang membaja untuk berubah
Saya masih ingat, ketika ia pertama kali membaca Al-Qur’an.
Terbata-bata dan sedikit di eja. Tapi tak sedikitpun melumpuhkan
tekadnya untuk terus belajar. Saya juga masih ingat kalau ia berusaha
menahan untuk tidak merokok di hadapan kami karena ia malu melihat kami
tak ada yang merokok. Pernah suatu hari ia bercerita bahwa ia memiliki
seorang pacar, tapi ia tak berani mengambil keputusan untuk segera
menikah atau mengakhiri hubungan haramnya itu.
Dan hari-hari itu terus berjalan. Ia menjadi orang yang pertama.
Pertama hadir dalam halaqah. Pertama bergerak dalam setiap agenda-agenda
dakwah. Pertama yang meringankan tangannya diantara kami yang mengalami
kesusahan. Dan di hari-hari berjalan itu juga ia sudah mulai lancar
membaca Al-Qur’an. Bahkan hafalannya pun mulai bertambah. Dan ia juga
bercerita, bahwa kebiasaannya berkumpul dengan kami membuat ia terbiasa
untuk tidak merokok. Perlahan ia akhirnya berhenti merokok. Dengan
bertambahnya ilmu dan iman, tanpa perlu di antara kami menegurnya, ia
mengakhiri hubungan haramnya dengan sang pacar.
Hari ini, saat saya menulis tulisan ini, sudah tiga tahun dari malam
bersejarah itu, ia sedang berbahagia karena telah menemukan sang kekasih
hati. Seorang akhwat shalihah bersanding dengannya di pelaminan. Akhwat
yang ia baru kenal satu bulan yang lalu melalui proses ta’aruf
(perkenalan) melalui murrabi (pembimbing) kami. Ia telah mengakhiri masa
lajangnya. Dan hari ini juga ia meminta kami untuk mengumpulkan
anak-anak yatim, dan mengundangnya dihari pernikahannya. Diajaknya makan
bersama dan diberi santunan. Subhanallah. Di hari pernikahannya ia
masih ingin memberikan suatu yang terbaik untuk dicatat dalam hidupnya.
***
Dalam kehidupan beragama ini, kita mungkin sering bertanya, seperti
apakah orang yang baik agamanya itu? Apakah orang yang pengetahuan
agamanya cukup banyak? Apakah orang yang bersikap keras dalam beragama?
Sehingga mudah dalam mengharamkan sesuatu?
Mungkin kita sering menyaksikan orang yang memiliki pengetahuan agama
cukup banyak. Mereka dapat menjelaskan berbagai dalil dengan baik
bahkan bisa berdebat dengan fasih, tetapi mereka tidak benar-benar
merasakan agama sebagai dorongan dalam bertindak dan penuntun dalam
berbuat. Agama tidak memberi inspirasi dalam kehidupan mereka. Dalam hal
ini, agama mirip dengan pengetahuan kita tentang biologi atau kimia,
meskipun agama tetap memberi pengaruh bagi kehidupan orang yang
mengetahui ilmunya, serendah apapun. Acapkali mereka tidak memiliki
kebanggaan terhadap agamanya. Acapkali justru perasaan minder ketika
berbicara dengan mendasarkan pada seruan agama. Sebagai akibatnya, agama
seakan kehilangan relevansinya dengan kehidupan kita sekarang, meski
sebenarnya yang terjadi adalah kita tidak pernah berusaha memahami
kehendak agama atas kehidupan kita sehari-hari.
Atau di tempat lain, kita juga tak jarang melihat orang yang sedang
mengalami euforia dalam beragama. Mereka sedang semangat-semangatnya
menjalankan agama sehingga tak jarang sikap mereka berlebihan. Pada
umumnya, ilmu agama mereka masih dangkal. Itu sebabnya mereka sering
bertindak sangat reaktif tanpa berusaha untuk tabayyun ‘konfirmasi’
ketika menjumpai perbedaan pendapat untuk soal-soal kecil yang guru-guru
mereka paling senior justru menerimanya dengan lapang dada.
Sikap mereka yang reaktif dan tampak semangat, sering kita salah artikan sebagai militansi, padahal euforia yang tidak dikendalikan dengan baik justru rentan terhadap futur (terputus di tengah jalan) sehingga justru merusak militansi. Orang-orang yang mengalami euforia sering tampak lebih bersemangat, lebih gegap gempita, dan lebih keras reaksinya terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan apa yang diyakini. Sikap yang berlebihan itu justru pada gilirannya menyebabkan mereka mudah kehilangan semangat.
Simaklah beberapa nasehat Rasulullah saw. berikut ini;
“Setiap amal itu ada masa semangat dan masa lemahnya. Barangsiapa
yang pada masa lemahnya ia tetap dalam Sunnahku (petunjukku) maka dia
telah beruntung. Akan tetapi, barangsiapa yang beralih kepada selain itu
berarti ia telah celaka.” (HR. Ahmad)
Rasulullah saw. juga pernah mengingatkan Abdullah bin Amr bin Ash r.a., “Wahai
Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Sebelum ini, ia rajin
bangun pada malam hari
(Shalat Tahajjud), namun kemudian ia tinggalkan
sama sekali.” (HR. Bukhari)
Lalu seperti apakah orang yang baik agamanya itu? Cerita diawal tadi,
tentang seorang sahabat, mungkin bisa jadi contoh orang yang baik
agamanya. Cobalah perhatikan Al-Qura’an berbicara tentang mereka;
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu,
sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari
Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang
mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang
beramal.” (QS. Ali-Imran [3] : 133-136)
Lihatlah, apakah Qur’an berbicara bahwa mereka yang baik agamanya itu
orang yang cukup banyak ilmunya? Atau orang yang pandai berdebat? Atau
yang keras dalam beragama dan tidak memudahkan? Padahal Rasulullah saw.
memperingatkan kita untuk mempermudah dalam beragama dan bukan
mempersulit. Sengaja di ayat itu saya mempertebal beberapa kata, untuk
menunjukan ciri-ciri mereka dalam Al-Qur’an.
Mereka bisa jadi telah banyak memiliki ilmu agama atau bisa jadi
membaca Al-Qur’an saja sangat kesulitan. Akan tetapi, ada yang
mempersamakan mereka, baik yang sudah banyak ilmunya maupun yang awam.
Kesadaran bahwa kita sangat lemah dan senantiasa terbuka peluang untuk
melakukan kekhilafan membuat mereka mudah menerima tausiyah nasihat dan
saran sekalipun dari yang lebih muda. Adakalanya memang mereka masih
jauh ilmu agamanya dari memadai, tetapi kesiapan mereka untuk belajar,
menerima kebenaran, serta mengubah diri kearah yang lebih baik sesuai
batas kesanggupannya, menjadikan mereka mudah disentuh dengan
ayat-ayatnya.
Pembicaraan tentang mereka sesungguhnya sangat menari, tetapi saya
dapati diri saya masih amat jauh keadaannya dibanding mereka serta
sahabat yang saya ceritakan di awal. Tak patut rasanya menuliskan
panjang lebar, sementara diri ini masih perlu dipertanyakan. Karenanya,
saya cukupkan sampai di sini. Semoga Allah menjadikan kita masuk dalam
golongan orang-orang bertakwa, yang baik agamanya. Allahuma amin.
Wallahualam bi shawab.
ikhwan_gie@yahoo.co.id
sumber: eramuslim.com
Kamis, 08 Oktober 2015
menjadi orang miskin yang sabar atau orang kaya yang bersyukur
Rasulullah saw bersabda,
"Demi Allah, saya tidak takut dengan kemiskinan kalian, akan tetapi saya takut jikalau dunia menjadi lapang bagi kalian sebagaimana umat sebelum kalian sehingga mereka saling memperebutkannya."
Gejala inilah yang nampak di tengah-tengah masyarakat kita. Sebuah pola hidup baru bagi sebuah masyarakat agraris. Gotong royong lambat laun pupus oleh egoisme individu yang berkembang. Kejujuran hilang ditutupi dengan kebohongan. Persaudaraan sulit ditemukan kecuali di dalamnya terdapat uang. Kesombongan menggeser sifat lugu, sopan, dan ketawadhuan. Perubahan cara pandang ini selanjutnya mengubah gaya hidup masyarakat.
Akan tetapi, jika masyarakat kita tidak berusaha untuk mencari kekayaan duniawi ini, masyarakat kita akan menjadi masyarakat bawah yang lemah dan mudah diombang-ambingkan. Rasulullah saw bersabda,
"Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah dari pada seorang mukmin yang lemah."
Dengan logika sederhana pun, seseorang pasti akan membenarkan hadits ini. Logika ini membentuk sebuah asumsi, jika umat ini ingin menjadi besar sudah saatnya meninggalkan idealismenya menuju pada hal-hal yang pragmatis. Kita harus membangun rumah sakit, lembaga pendidikan, panti asuhan, dan lembaga-lembaga lain yang memiliki tujuan membantu kehidupan umat. Untuk melaksanakan hal tersebut tidak mungkin terlaksana dengan finansial yang lemah.
Beranjak dari pemikiran ini, manakah yang lebih baik antara orang miskin yang sabar dengan orang kaya yang bersyukur? Seorang idealis mungkin akan memilih poin pertama, sebaliknya orang yang pragmatis akan memilih poin yang kedua. Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi tidak mudah untuk menjawabnya. Bahkan, para ulama telah berselisih pendapat mengenai hal ini. Abu Ishaq bin Syaqilan, Qadhi Abu Ya'la, dan para pengikutnya mengatakan bahwa orang miskin yang bersabar itu lebih baik. Sebaliknya, Ibnu Qutaibah dan jamaahnya berpendapat bahwa orang kaya yang bersyukur lebih baik.
Jika kita runut ke belakang, kita akan temukan orang-orang miskin yang sabar, bahkan yang berpredikat nabi sekalipun. Mereka adalah Isa bin Maryam as, Yahya bin Zakaria as, Ali bin Abi Thalib, Abi Dzar Al-Ghifari, Mush'ab bin Umair, dan Salman AI-Farisi. Sedangkan orang-orang kaya yang bersyukur, di antaranya Ibrahim as, Ayub as, Dawud as, Sulaiman as, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Thalhah, Zubeir, Sa'ad bin Muadz ra, dan masih banyak lagi. Lalu mana yang paling baik?
Kalau kebenaran kita sandarkan hanya kepada akal, jawaban tersebut tidak akan ditemukan. Tetapi jika standar kebenaran adalah Al-Qur`an, jawaban tersebut sangat jelas. Allah SWT berfirman............
Selengkapnya: http://qultummedia.com/Artikel/ibadah/menjadi-orang-miskin-yang-sabar-atau-orang-kaya-yang-bersyukur.html
"Demi Allah, saya tidak takut dengan kemiskinan kalian, akan tetapi saya takut jikalau dunia menjadi lapang bagi kalian sebagaimana umat sebelum kalian sehingga mereka saling memperebutkannya."
Gejala inilah yang nampak di tengah-tengah masyarakat kita. Sebuah pola hidup baru bagi sebuah masyarakat agraris. Gotong royong lambat laun pupus oleh egoisme individu yang berkembang. Kejujuran hilang ditutupi dengan kebohongan. Persaudaraan sulit ditemukan kecuali di dalamnya terdapat uang. Kesombongan menggeser sifat lugu, sopan, dan ketawadhuan. Perubahan cara pandang ini selanjutnya mengubah gaya hidup masyarakat.
Akan tetapi, jika masyarakat kita tidak berusaha untuk mencari kekayaan duniawi ini, masyarakat kita akan menjadi masyarakat bawah yang lemah dan mudah diombang-ambingkan. Rasulullah saw bersabda,
"Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah dari pada seorang mukmin yang lemah."
Dengan logika sederhana pun, seseorang pasti akan membenarkan hadits ini. Logika ini membentuk sebuah asumsi, jika umat ini ingin menjadi besar sudah saatnya meninggalkan idealismenya menuju pada hal-hal yang pragmatis. Kita harus membangun rumah sakit, lembaga pendidikan, panti asuhan, dan lembaga-lembaga lain yang memiliki tujuan membantu kehidupan umat. Untuk melaksanakan hal tersebut tidak mungkin terlaksana dengan finansial yang lemah.
Beranjak dari pemikiran ini, manakah yang lebih baik antara orang miskin yang sabar dengan orang kaya yang bersyukur? Seorang idealis mungkin akan memilih poin pertama, sebaliknya orang yang pragmatis akan memilih poin yang kedua. Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi tidak mudah untuk menjawabnya. Bahkan, para ulama telah berselisih pendapat mengenai hal ini. Abu Ishaq bin Syaqilan, Qadhi Abu Ya'la, dan para pengikutnya mengatakan bahwa orang miskin yang bersabar itu lebih baik. Sebaliknya, Ibnu Qutaibah dan jamaahnya berpendapat bahwa orang kaya yang bersyukur lebih baik.
Jika kita runut ke belakang, kita akan temukan orang-orang miskin yang sabar, bahkan yang berpredikat nabi sekalipun. Mereka adalah Isa bin Maryam as, Yahya bin Zakaria as, Ali bin Abi Thalib, Abi Dzar Al-Ghifari, Mush'ab bin Umair, dan Salman AI-Farisi. Sedangkan orang-orang kaya yang bersyukur, di antaranya Ibrahim as, Ayub as, Dawud as, Sulaiman as, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Thalhah, Zubeir, Sa'ad bin Muadz ra, dan masih banyak lagi. Lalu mana yang paling baik?
Kalau kebenaran kita sandarkan hanya kepada akal, jawaban tersebut tidak akan ditemukan. Tetapi jika standar kebenaran adalah Al-Qur`an, jawaban tersebut sangat jelas. Allah SWT berfirman............
Selengkapnya: http://qultummedia.com/Artikel/ibadah/menjadi-orang-miskin-yang-sabar-atau-orang-kaya-yang-bersyukur.html
Minggu, 27 September 2015
Keberuntungan Memiliki Bening Hati
|
Keberuntungan memiliki hati yg bersih sepatut membuat diri kita
berpikir keras tiap hari menjadikan kebeningan hati ini menjadi aset
utama untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat kita. Subhanallaah
betapa kemudahan dan keindahan hidup akan senantiasa meliputi diri
orang yg berhati bening ini. Karena itu mulai detik ini bulatkanlah
tekad untuk bisa menggapai susun pula program nyata untuk mencapainya.
Diantara program yg bisa kita lakukan untuk menggapai hidup indah dan
prestatif dengan bening hati adalah :
Adapun bentuk latihan diri yang dapat kita lakukan untuk menggapai bening hati ini adalah Menilai kekurangan atau keburukan diri. Patut diketahui bahwa bagaimana mungkin kita akan mengubah diri kalau kita tak tahu apa-apa yang harus kita ubah bagaimana mungkin kita memperbaiki diri kalau kita tak tahu apa yg harus diperbaiki. Maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan bersungguh-sungguh untuk belajar jujur mengenal diri sendiri dengan cara Memiliki waktu khusus untuk tafakur. Setiap ba’da shalat kita harus mulai berpikir; saya ini sombong atau tidak? Apakah saya ini riya atau tidak? Apakah saya ini orang takabur atau tidak? Apakah saya ini pendengki atau bukan? Belajarlah sekuat tenaga untuk mengetahui diri ini sebenarnya. Kalau perlu buat catatan khusus tentang kekurangan-kekurang an diri kita {tentu saja tak perlu kita beberkan pada orang lain}. Ketahuilah bahwa kejujuran pada diri ini merupakan modal yang teramat penting sebagai langkah awal kita untuk memperbaiki diri kita ini Memiliki partner. Kawan sejati yang memiliki komitmen untuk saling mengkoreksi semata-mata untuk kebaikan bersama yang memiliki komitmen untuk saling mewangikan mengharumkan memajukan dan diantara menjadi cermin bagi satu yang lainnya. Tidak ada yg ditutup-tutupi. Tentu saja dengan niat dan cara yang benar jangan sampai malah saling membeberkan aib yg akhir terjerumus pada fitnah. Partner ini bisa istri suami adik kakak atau kawan-kawan lain yang memiliki tekad yg sama untuk mensucikan diri. Buatlah prosedur yg baik jadwal berkala sehingga selain mendapatkan masukan yang berharga tentang diri ini dari partner kita kita juga bisa meni’mati proses ini secara wajar. Memanfaatkan orang yg tak menyukai kita. Mengapa? Tiada lain karena orang yg membenci kita ternyata memiliki kesungguhan yang lebih dibanding orang yang lain dalam menilai memperhatikan mengamati khusus dalam hal kekurangan diri. Hadapi mereka dengan kepala dingin tenang tanpa sikap yang berlebihan. Anggaplah mereka sebagai aset karunia Allah yang perlu kita optimalkan keberadannya. Karena jadikan apapun yang mereka katakan apapun yang mereka lakukan menjadi bahan perenungan bahan untuk ditafakuri bahan untuk dimaafkan dan bahan untuk berlapang hati dengan membalas justru oleh aneka kebaikan. Sungguh tak pernah rugi orang lain berbuat jelek kepada diri kita. Kerugian adalah ketika kita berbuat kejelekkan kepada orang lan. Tafakuri kejadian yang ada di sekitar kita. Kejadian di negara tingkah polah para pengelola negara akhlak pemimpin negara atau tokoh apapun dan siapa pun di negeri ini. Begitu banyak yang dapat kita pelajari dan tafakuri dari mereka baik dalam hal kebaikan ataupun kejelekkan/kesalaha n . Selain itu dari orang-orang yang ada di sekitar kita seperti teman tetangga atau tamu yang mereka itu merupakan bahan untuk ditafakuri. Mana yang menyentuh hati kita menaruh rasa hormat kagum kepada mereka. Mana yang akan melukai hati mendera perasaan mencabik qalbu karena itu juga bisa jadi bahan contoh bahan perhatian lalu tanyalah pada diri kita mirip yang mana? Tidak usah kita mencemooh orang lain tapi tafakuri perilaku orang lain tersebut dan cocokkan dengan keadaan kita. Ubahlah sesuatu yang dianggap melukai seperti yang kita rasakan kepada sesuatu yang menyenangkan. Sesuatu yang dianggap mengagumkan kepada perilaku kita seperti yang kita kagumi tersebut. Mudah-mudahan dengan riyadhah tahap awal ini kita mulai mengenal siapa sebenar diri kita? sumber:cyberMQ. com Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ] |
Jujur Pada Diri Sendiri, Proses Therapy Perasaan Gak Enakan
Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabatku
yang baik. Semoga hari yang berhagia ini, semakin menambah nilai-nilai
kebaikan bagi kita. Mudah-mudahan setiap detik sejarah telah terukir
dalam simpanan energi semesta, Menjadikan kita lebih berkarakter mulia.
Diantaranya semakin bertambah kejujuran baik kepada diri sendiri atau
kepada orang lain.
Seorang shahabat saya menjadikan “Keputusan yang dibuat manusia / diambil oleh seseorang mempengaruhi kehidupan orang lain” sebagai tema penelitian ilmiahnya. Tema yang sederhana, tapi memiliki makna yang dalam, jika kita kaji dari ranah spiritual.
Tema
diatas mengingatkan saya tentang tujuan penciptaan manusia yang Allah
terangkan di Al-Baqarah : Kahlifah. Sebagai khalifah wajib menyadari
akan keputusan-keputusan yang diambil untuk menyeimbangkan kehidupan
dunia.
Sementara
itu, saat saya menuliskan note yang sedang anda baca sekarang. Terbesit
sesuatu dalam fikiran saya. Itu tatkala merenungi tentang makna
kejujuran. Mungkin anda pernah mendengar judul sebuah buku ”Jujur mata uang yang hilang” atau mungkin kata bijak yang lain berhubungan dengan kejujuran.
Sebuah pertanyaan kontemplasi bagi diri, Sudahkah saya jujur?. Saya tidak tau bagaimana dengan prinsip hidup anda. Apakah anda senang dengan kejujuran? Saya yakin dan percaya, kejujuran adalah pengantar kepada pintu kepercayaan.
Berbohong pada diri sendiri
”Hindari bohong, Jujurlah pada diri sendiri”.
Nasehat yang saya dapatkan dari Tengku di di menasah saat belajar
membaca Al-Qur’an, dan mengaji kitab Masailal Muhtadin dan Tanbiqhul
Ghafilin. Bahkan juga diulang-ulang oleh ustaz saya di Ma’had Ruhul
Islam.
Ibda
binafsik, mulai dari diri sendiri. Pesan Rasulullah untuk melakukan
perubahan. Sekarang saya sadari, ini awal dari kemuduran dan gelapnya
hati. Demi membahagiakan orang lain, sudi kiranya membohongi diri
sendiri. Agar menyenangi teman, rela berkata tidak sesuai dengan hati.
Supaya membahagiakan shahabat, mengikhlaskan penderitaan diri.
Bukan persoalan salah dan benar, Melainkan cara menyikapi dan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Guru saya di Pondok Pesantren NLP Pasar Minggu. Sering membingkai pembelajaran demikian.
Jujur adalah pintu kesadaran dan hakekat kesuksesan hidup.
Mungkin ”Katakan kebenaran, walau itu pahit (sakit untuk
didengar, sulit diterima atau bahkan ditolak)” adalah
penjabaran dari anjuran berlaku Jujur pada diri sendiri. Ada hal-hal
menarik yang saya temukan, saat membantu shahabat menyelesaikan
persoalannya. Yang kini menjadi pembelajaran hidup.
Ada keluhan ingin berlari dari hiruk pikuk tuntutan target pekerjaan. Ada juga seorang bapak-bapak berucap, Saya mau merdeka dari tuntutan orang lain. Pernah juga teman menyampaikan, Aku ingin orang tua mengerti kemauanku. Saya sendiripun dulu pernah bertanya, Sampai kapan saya harus mengikuti kemauan bukan diri saya sendiri.
Seorang
wanita tidak mampu menolak menerima calon suami dari ayah ibunya.
Pernah juga, seorang teman lelaki, melepaskan wanita yang dicintainya
demi membahagiakan ibunya dengan menikahi wanita bukan pujaan hatinya.
Tidak sedikit, saya berjumpa dan mendengar curhatan para pekerja, yang
beraktivitas bukan pada bidang yang disukainya.
Pakar
kejiwaan pernah bertutur ”Orang-orang yang bekerja pada bidang yang dia
cintai dan senangi, memiliki kesempatan hidup lebih lama”
Guru
saya bapak Noeryanto, Pengasuh Pondok Pesantren NLP Pasar Minggu
mengingatkan ”Saat ayam (binatang) memahami kodratnya sebagai ayam, dan
manusia memahami kodratnya sebagai manusia (khalifah). Maka
keseimbangan alam terjadi. Itulah mamfaat KESADARAN”
Dari kejadian dan peristiwa diatas. Saya menemukan satu hal, bahwa Jujur kepada diri sendiri bisa sebagai proses Therapy Perasaan Gak Enakan.
RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook. com/rahmadsyah
www.rahmadsyahnlp. blogspot. com
Istiqomah
Allah SWT berfirman dalam Al-qura’an surat fusshilat ayat 30:
“Sesungguhnya
orang-orang yang mengataka:”tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka
meneguhakan pendirian mereka (Istiqomah), maka malaikat akan turun
kepada mereka (dengan mengatakan):”janganlah kamu merasa takut, dan
janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah
dijanjikan Allah kepadamu”.
Istiqomah
berasal dari kata Qooma-yaquumu- qiyaaman artinya kokoh, tegak,
berdiri. Menurut maknanya istiqomah merupakan satu sikap kokoh dalam
dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. Dengan kata lain seorang
mukmin yang istiqomah ia memiliki pendirian yang kuat dan berkomitmen
dalam mempertahankan nilai-nilai Islam secara konsisten dalam aktivitas
kehidupan hingga akhir hayatnya.
Nabi
Muhammad SAW bersabda :Dari Abu Sufyan bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu
berkata: Aku telah berkata, “wahai rasulullah katakanlah kepadaku pesan
dalam Islam sehingga aku tidak perlu berkata pada orang lain selain
engkau. Nabi menjawab,”katakanlah aku telah beriman kepada Allah
kemudian beristiqomahlah”.
Malam
itu Kholifah Umar bin Khattab melakukan inspeksi untuk melihat kondisi
umatnya. Hal ini selalu beliau lakukan selama menjabat sebagai kholifah.
sayup terdengar suara berbisik dari sebuah rumah. Dengan langkah
perlahan beliau mendekati rumah itu untuk mndengar percakapan yang
terjadi. Ternyata dialog menarik itu terjadi antara seorang ibu dan anak
gadisnya. Nak, campurkan susu yang panas itu dengan air agar keuntungan
kita lebih banyak, perintah ibunya. Dengan kaget anaknya berkata: ”Ibu
janganlah itu dilakukan karena agama kita melarang mencampur susu dengan
air, apalagi jika khalifah Umar tahu dia pasti akan marah dan memberi
hukuman kepada kita”. Dengan agak gusar sang ibu berkata: ” Anakku,
bukankah Umar tidak tahu apa yang kita lakukan?”. Dengan tenang anaknya
menjawab: ”Bunda, bukankah dalam persoalan rezeki alquran mengajarkan
yang halal dan thoyyib, Kholifah Umar memang tidak melihat dan mendengar
dialog
kita, namun Allah menyaksikan setiap gerak dan perbuatan kita, jangan
ibu lakukan dan aku tidak akan melalukan perbuatan yang dilarang oleh
Allah dan Rosul-Nya”. Subhanallah. Kholifah Umar meneteskan airmata haru
dan bahagia dengan kesholehan dan sikap istiqomah Umatnya.
Sejarah
perjuangan Rosulullah dan para sahabat memantik banyak hikmah
keistiqomahan. Sumayyah gugur sebagai syuhada dan Bilal Bin Rabbah tak
bergeming dengan siksa untuk menukar aqidahnya. Dalam realita kehidupan
pedagang dan pengusaha yang istiqomah dengan kejujuran akan
berimplikasi pada terbukanya pintu rezeki, networking, mitra atau
customer yang terus bertambah dan etos kerja . Politikus, penguasa dan
pejabat yang istiqomah dalam menjaga amanah akan nampak sikap empati,
trust dan dicintai. Begitu pula seorang mukmin yang istiqomah menjaga
aqidahnya akan melahirkan sikap ihsan dalam kehidupan. Semestinya sikap
istiqomah menjadi penghias amal sholeh bagi seorang mukmin. Sekalipun ia
dihadapkan pada tantangan hidup, kemiskinan, kekurangan harta atau
bahkan ketika berada pada puncak kesuksesan hidup dan gelimangan harta.
Bukankah
Allah memberi kabar gembira untuk umatnya yang menjaga semangat
istiqomah, dalam Surat Al-Ahqaaf:13: ”Sesungguhnya orang-orang yang
mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah
maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada berduka
cita”. Aamiin. Wallahu A’lam bis Showab, 080708.
* penulis adalah pembimbing Umrah & Haji DD Travel
wass
DD TRAVEL
Jl.H.Nawi Raya No.106 Gandaria Selatan
Cilandak Jakarta - Selatan 12420
Telp : 021-7513823
HP : 0816 - 98 HAJI(4254) - ANITA
0816 - 9 UMROH(86764) - KHALID
SMS Center : 0811 - 111 HAJI(4254) - khusus SMS
Fax : 021-75914147
email : ddtravel_vv@ yahoo.com
ddtravel@dompetdhua fa.or.id
YM : vv_adil
ddtravel_vv
Jl.H.Nawi Raya No.106 Gandaria Selatan
Cilandak Jakarta - Selatan 12420
Telp : 021-7513823
HP : 0816 - 98 HAJI(4254) - ANITA
0816 - 9 UMROH(86764) - KHALID
SMS Center : 0811 - 111 HAJI(4254) - khusus SMS
Fax : 021-75914147
email : ddtravel_vv@ yahoo.com
ddtravel@dompetdhua fa.or.id
YM : vv_adil
ddtravel_vv
Jumat, 20 Agustus 2010
Selasa, 09 Maret 2010
Seorang Bayi Mungil Hanya Mampu Hidup Selama 6 jam(really good story)
Temans, ini ada kisah menarik, semoga menjadi berkat ...........
Kisah berikut ini sangat menyentuh perasaan, dikutip dari buku "Gifts >From The Heart for Women"
karangan Karen Kingsbury. Buku ini dapat Anda peroleh ditoko buku Gramedia, maupun toko buku lainnya. Inti
ceritanya kira-kira sbb :
================================================================
Seorang Bayi Mungil Hanya Mampu Hidup Selama 6 Jam, Tetapi ... !
================================================================
Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi. Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia.
Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya.Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.
Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.
Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi.Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata
sang ibu di sela tangisannya.
Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah. !
Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini.Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain?
Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne.
Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.
Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan,
tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne,
mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua,
dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat.
Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis.
Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.
Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka..
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam.
Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil.
Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian.
Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan.Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya...
============================================
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun.
Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita,
yang bermanfaat bagi orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri,
satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun.
Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini,
yang bermanfaat bagi orang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan.
Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan
bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya,
sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".
======================================
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN, serta siapa saja yang Anda temui.
Kisah ini dapat disebarkan melalui internet, ataupun difotocopy per banyak (hanya seki! tar Rp. 1,500 / 10 lbr) untuk dibagi2kan secara gratis kepada orang banyak.
== Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli /tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA, tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara pandang tentang hidupnya.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang tentang hidupnya,
lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri dengan cara
memberikan makna bagi kehidupan orang lain.
== Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah! ini dari Anda,
ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil
mengubah hidup seseorang, dari sekedar "Hidup" menjadi "Hidup Yang Lebih Bermakna".
Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.
=============================================
Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri,
Jadikanlah Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan
bagi Orang2 yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i, Suami/Istri, Anak2 Anda, dst) ============================================
Kisah berikut ini sangat menyentuh perasaan, dikutip dari buku "Gifts >From The Heart for Women"
karangan Karen Kingsbury. Buku ini dapat Anda peroleh ditoko buku Gramedia, maupun toko buku lainnya. Inti
ceritanya kira-kira sbb :
================================================================
Seorang Bayi Mungil Hanya Mampu Hidup Selama 6 Jam, Tetapi ... !
================================================================
Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi. Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia.
Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya.Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.
Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.
Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi.Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata
sang ibu di sela tangisannya.
Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah. !
Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini.Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain?
Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne.
Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.
Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan,
tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne,
mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua,
dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat.
Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis.
Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.
Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka..
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam.
Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil.
Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian.
Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan.Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya...
============================================
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun.
Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita,
yang bermanfaat bagi orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri,
satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun.
Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini,
yang bermanfaat bagi orang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan.
Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan
bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya,
sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".
======================================
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN, serta siapa saja yang Anda temui.
Kisah ini dapat disebarkan melalui internet, ataupun difotocopy per banyak (hanya seki! tar Rp. 1,500 / 10 lbr) untuk dibagi2kan secara gratis kepada orang banyak.
== Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli /tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA, tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara pandang tentang hidupnya.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang tentang hidupnya,
lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri dengan cara
memberikan makna bagi kehidupan orang lain.
== Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah! ini dari Anda,
ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil
mengubah hidup seseorang, dari sekedar "Hidup" menjadi "Hidup Yang Lebih Bermakna".
Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.
=============================================
Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri,
Jadikanlah Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan
bagi Orang2 yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i, Suami/Istri, Anak2 Anda, dst) ============================================
Langganan:
Postingan (Atom)