|
|
|
kullu
man 'alayhaa faanin
|
|
[55:26] Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
|
|
|
|
|
|
|
|
wayabqaa
wajhu rabbika dzuu aljalaali waal-ikraami
|
|
[55:27] Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang
mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
|
c
Senin, 26 Oktober 2015
Dalam Surat Ar-Rahman ayat 26-27
Minggu, 25 Oktober 2015
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. {Qs. 45: 14-15}."
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (Al Baqarah:286)
Rabu, 07 Oktober 2015
Surat Al Ikhlas
“Katakanlah, ‘Dialah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Serta tiada seorang pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al- Ikhlas [112]: 1-4)
Surat pendek yang jatuh pada urutan ke-112 dari urutan surat-surat dalam Al-Qur`an ini sangat populer di semua usia, termasuk anak-anak. Salah satu poin yang menarik dari surat yang hanya berjumlah empat ayat ini adalah karena meskipun namanya surat Al-Ikhlas, namun tak satu kata ”ikhlas” pun yang kita temukan di dalamnya.
Ini mengindikasikan bahwa ikhlas itu memang sangat abstrak, bahkan tidak bisa dideteksi oleh alat detektor mana pun, termasuk oleh setan dan iblis. Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui perihal keikhlasan hati seseorang. Siapa saja bisa mengatakan, ”Saya melakukannya dengan penuh ketulusan.” Tidak pernah ada larangan untuk mengatakan dan mengungkapkan kata-kata seperti itu. Namun, siapa yang akan mampu mendeteksi kebenaran dari kata-kata tersebut, bila—misalnya—antara kata dan perbuatannya berbeda.
Ketika azan berkumandang, pertanda waktu shalat telah tiba, orang-orang berdatangan menuju masjid. Namun, siapakah yang menjamin bahwa setiap yang datang melangkah ke masjid berniat semata-mata karena Allah? Bisa jadi ada yang datang karena seusai shalat mau berjualan pada jamaah yang shalat di masjid tersebut. Mungkin pula ada yang mau datang ke masjid karena terikat janji pertemuan dengan temannya. Ada pula yang mau datang karena seusai shalat ada pengajian, apalagi seusai pengajian disiapkan santapan berupa kue-kue atau makanan lainnya yang tentu dibagikan secara Cuma-cuma. Astaghfirullah, semoga kita tidak termasuk yang demikian itu.
Idealnya, setiap gerakan dan perbuatan yang kita lakukan, hendaknya dilakukan dengan niat yang penuh semata-mata karena Allah SWT. Mungkin amat sulit dilakukan, terutama di zaman seperti saat ini, zaman ketika pengaruh materialisme amat mengkristal. Namun, sesulit apa pun, tidak berarti tidak bisa dilakukan. Memang perlu latihan yang kontinu, kesabaran yang tak bertepi, ketekunan yang luar biasa dan tentu saja ”perjuangan”. Allah SWT berfirman,
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS Al-Bayyinah [98]: 5)
Kita kembali pada surat Al-Ikhlash. Pada surat tersebut, terdapat teks, “Allah tempat bergantung.” Ya, memang hanya Dia-lah Zat yang pantas dan Mahamampu untuk menjadi tempat bergantung semua yang kita perlukan. Kalau kita menggantungkan harapan kepada orang lain, baik itu orangtua, pasangan hidup, kekasih, dokter, sopir, teman, sahabat, guru, kiai, ajengan, atau apa dan siapa saja, sungguh sebaiknya kita bersiap-siap untuk kecewa, karena orang, barang, atau bahkan institusi itu bukan tempat yang pantas untuk menjadi tempat bergantung sehingga amat sangat berpotensi untuk kecewa dan mengecewakan.
Oleh karena itu, inilah saatnya untuk berlatih secara pelan-pelan tapi pasti........
Selengkapnya: http://qultummedia.com/Artikel/ibadah/rahasia-surah-al-ikhlash.html
Jumat, 20 Agustus 2010
Selasa, 27 Januari 2009
AL-QUR’AN PELITA KEHIDUPAN
Hidup manusia bagaikan lalu lintas, semua ingin selamat dan cepat sampai tujuan. Karena kepentingan mereka berlainan, maka arah yang mereka tempuh pun berlainan pula. Supaya tidak terjadi tabrakan dan kecelakaan maka diperlukanlah adanya peraturan rambu-rambu lalu lintas yang dapat mengatur lancarnya jalur lalu lintas tersebut.
Demikian pula halnya dengan kehidupan manusia, semua ingin sejahtera dan selamat dunia dan akhirat, namun karena kepentingan dan intrest mereka berbeda-beda maka tampaklah dalam masyarakat tersebut propesi yang berbeda-beda pula. Supaya tidak terjadi penganiayaan seseorang atas orang lain maka diperlukanlah adanya undang-undang yang dapat mengatur lancarnya jalur kehidupan tersebut. Peraturan tersebut selanjutnya di kenal dengan sebutan agama. Yang lebih spesifiknya lagi agama yang hanya diterima di sisi Allah yang bersumberkan dari Al- Quran dan Sunnah.
Selanjutnya rambu-rambu lalu lintas tadi perlu dipahami dan ditaati. Kapan harus berhenti (lampu merah), berhati-hati( lampu kuning), boleh jalan (lampu hijau) dan lain sebagainya. Demikian pula dengan Al-qur’an dan hadist, ia harus dipahami, dipelajari dan diamalkan ajaran-ajarannya.
Umpama lampu merah yang berarti berhenti, semestinya tidak diartikan sebagai hambatan lancarnya perjalanan tapi justru harus di pahami bahwa hal tersebut adalah demi keselamatan dirinya sendiri. Demikian pula halnya dengan larangan yang ada dalam agama islam yang dalam ilmu fiqh di kenal dengan istilah haram, tidak diartikan sebagai pengekang kebebasan, namun harus disadari bahwa di balik hal tersebut ada terdapat hikmah-hikmah yang terkadang manusia sendiri tidak dapat mengungkapnya secara keseluruhan.
Contoh larangan Al-quran firman Allah SWT: “ Hai orang-orang yang beriman, bahwa sesungguhnya meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dari perbuatan syaitan maka hindarilah hal-hal tersebut supaya kalian beruntung”.(Al-Maidah 90)
Dalam ayat selanjutnya Allah SWT menerangkan sebagian hikmah dari pelarangan tersebut, firmannya: “Sesungguhnya syaitan itu menginginkan permusuhan dan kebencian diantara kalian di dalam meminum khamar dan berjudi dan melalaikan kalian dari mengingat Allah dan sholat, maka hindarilah perbuatan tersebut.(Al-Maidah91).
Lampu kuning yang berarti hati-hati, di dalam Al-quran manusia juga sering diingatkan agar tidak terbuai dengan kenikmatan dunia, dari harta, wanita dan anak. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian dari istri dan anak-anakmu itu ada yang menjadi musuh bagimu maka waspadalah kalian terhadap mereka...(At-Thagabun14). Sesengguhnya harta dan anak adalah cobaan bagimu.(At-Thagabun15 ). Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian sampai dilalaikan oleh harta dan anak-anak kalian, barang siapa yang melakukan hal tersebut maka mereka itulah orang-orang yang merugi.(Al-Munafiqun9).
Lampu hijau yang berarti silahkan jalan dikenal dengan istilah mubah. Allah berfirman dalam
Sering timbul pertanyaan, “mengapa Islam yang dikatakan sebagai agama paling baik ternyata selalu saja menjadi lambang segala kejelekan, terkebelakang, bodoh, korup, dsb. Jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas adalah karena pemeluk agama itu sendiri yang tidak berpegang teguh pada ajarannya.
Misalnya Islam mengajarkan supaya memanfaatkan waktu. Firman Alllah dalam
Firman Allah: “janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain dengan batil”.tapi justru di negara-negara muslim lah yang menempati tingkat tertinggi korupsinya.
Bodoh, padahal Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk menuntut ilmu. Firman Allah SWT dalam ayat yang pertama sekali diturunkan: “Iqra!”(bacalah), tapi masih banyak dari umat Islam itu sendiri yang belum mengenyam dunia pendidikan.
Dari bukti-bukti di atas jelas bahwa ajaran islam itu sangat indah. Adapun kemunduran umat Islam tidak lain kecuali dikarenakan pemeluknya itu sendiri yang tidak atau belum berpegang teguh pada ajarannya dan Al-Quran hanya akan memberikan pelitanya apabila ia dipelajari, dibaca, ditadabburi dan diamalkan ajarannya.
Wallahu a’lam.
Jumat, 26 Desember 2008
Peristiwa Bersejarah Di Bulan Muharam
Bulan Muharam merupakan bulan keberkatan dan rahmat kerana bermula dari bulan inilah berlakunya segala kejadian alam ini. Bulan Muharam juga merupakan bulan yang penuh sejarah, di mana banyak peristiwa yang berlaku sebagai menunjukkan kekuasaan dan kasih sayang Allah kepada makhluk-nya.
Pada bulan ini juga, Allah mengurniakan mujizat kepada Nabi-Nabi-nya sebagai penghormatan kepada mereka dan juga limpah kurnianya yang terbesar iaitu ampunan dan keredhaan bagi hambanya. Sebagai tanda kesyukuran kepadanya, maka hamba-hambanya mempersembahkan ibadah mereka (antara mereka dengan Allah) sebagai hadiah kepada Allah, namun dengan itu, masih belum dapat lagi membalas kurniaan Allah yang sungguh bernilai.
Said bin Jubair dari Ibnu Abbas r.a berkata: Ketika Nabi saw baru berhijrah ke Madinah, maka mereka dapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam). Maka mereka pun bertanya kepada kaum Yahudi tentang puasa mereka itu. Mereka menjawab, “Hari ini Allah SWT memenangkan Musa dan Bani Israel terhadap Firaun dan kaumnya, maka kami berpuasa sebagai mengagungkan hari ini. Maka sabda Nabi saw: “Kami lebih layak mengikuti jejak langkah Musa dari kamu.”
Maka Nabi saw pun menyuruh para sahabat agar berpuasa. Antara lain kelebihan 10 Muharam ialah barangsiapa yang melapangkan rezeki pada keluarganya, maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun ini. Terdapat juga sebuah hadis meriwayatkan, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka dapat menebus dosa satu tahun.” Maksud hadis ini ialah hari yang kesepuluh Muharam (Asyura) merupakan hari dan bulan kemuliaan kerana pada sesiapa yang berpuasa pada hari inilah, Allah membersihkan dan menebus dosa-dosa mereka yang lampau.
Bulan Muharam merupakan satu-satunya bulan yang teristimewa kerana banyak peristiwa yang bersejarah berlaku pada bulan ini disamping ganjaran pahala yang besar kepada sesiapa yang beribadah pada bulan ini sepertimana terdapat dalam satu hadist. “Sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam), maka Allah akan memberi kepadanya pahala sepuluh ribu malaikat dan juga akan diberi pahala sepuluh ribu orang berhaji dan berumrah dan sepuluh ribu orang mati syahid. Dan sesiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, maka Allah akan menaikkan dengan tiap anak rambut satu darjat. Sesiapa yang memberi buka puasa pada semua umat Muhammad saw dan mengenyangkan perut mereka.” Sahabat pun bertanya, “Ya Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Asyura, dan menjadikan bukit dari lain-lain hari.” Jawab Rasulullah, “benar, Allah telah menjadikan langit dan bumi pada hari Asyura, dan menjadikan bukit-bukit pada hari Asyura dan menjadikan laut pada hari Asyura dan menjadikan Loh Mahfuz dan Qalam pada hari Asyura dan juga menjadikan Adam dan Hawa pada hari Asyura, dan menjadikan syurga dan neraka serta memasukkan Adam ke syurga pada hari Asyura, dan Allah menyelamatkannya dari api pada hari Asyura dan menyembuhkan dari bala pada Nabi Ayub.
Pada hari Asyura juga Allah memberi taubat kepada Adam dan diampunkan dosa Nabi Daud, juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Asyura dan kiamat akan terjadi pada hari Asyura.” Maka pada hari itu ( 10 Muharam) Nabi Adam dan Nabi Nuh a..s berpuasa kerana bersyukur kepada Allah kerana hari itu merupakan hari taubat mereka diterima oleh Allah setelah beratus-ratus tahun lamanya memohom keampunan.
Pada hari itu juga, hari pembebasan bagi orang-orang Islam yang telah sekian lama dikongkong oleh Firaun, di mana hari itu mereka diselamatkan dari kejahatan dan kezaliman Firaun yang selama ini mengancam agama dan menggugat iman mereka. Dengan tenggelamnya Firaun, Haman, Qarun dan istana mereka bererti berakhirlah sudah kezaliman musuh-musuh Allah buat masa itu. Terselamatlah tentera Nabi Musa dari musuh dengan mukjizat yang Allah berikan, maka mereka berpuasa kerana kesyukuran yang tidak terhingga kepada Allah swt.
Banyak peristiwa bersejarah yang berlaku pada 10 Muharam ini, di mana pada hari inilah, Allah telah memuliakan Nabi-Nabi dengan sepuluh kehormatan.
- Setelah beratus-ratus tahun meminta ampun dan taubat pada Allah, maka pada hari yang bersejarah 10 Muharam inilah, Allah telah menerima taubat Nabi Adam. Ini adalah satu penghormatan kepada Nabi Adam a.s.
- Pada 10 Muharam juga, Nabi Idris a.s telah di bawa ke langit, sebagai tanda Allah menaikkan darjat baginda.
- Pada 10 Muharam, tarikh berlabuhnya perahu Nabi Nuh a.s kerana banjir yang melanda seluruh alam di mana hanya ada 40 keluarga termasuk manusia binatang sahaja yang terselamat dari banjir tersebut. Kita merupakan cucu-cicit antara 40 keluarga tadi. Ini merupakan penghormatan kepada Nabi Nuh a.s kerana 40 keluarga ini sahaja yang terselamat dan dipilih oleh Allah. Selain dari itu, mereka adalah orang-orang yang engkar pada Nabi Nuh a.s.
- Nabi Ibrahim dilahirkan pada 10 Muharam dan diangkat sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dan juga hari di mana baginda diselamatkan dari api yang dinyalakan oleh Namrud. Nabi Ibrahim diberi penghormatan dengan Allah memerintahkan kepada api supaya menjadi sejuk dan tidak membakar Nabi Ibrahim. Maka terselamatlah Nabi Ibrahim dari angkara kekejamanNamrud.
- Pada 10 Muharam ini juga Allah menerima taubat Nabi Daud kerana Nabi Daud merampas isteri orang walaupun bagainda sendiri sudah ada 99 orang isteri, masih lagi ingin isteri orang. Oleh kerana Nabi Daud telah membuatkan si suami rasa kecil hati, maka Allah turunkan dua malaikat menyamar sebagai manusia untuk menegur dan menyindir atas perbuatan Nabi Daud itu. Dengan itu sedarlah Nabi Daud atas perbuatannya dan memohon ampun pada Allah. Sebagai penghormatan kepada Nabi Daud a.s maka Allah mengampunkan baginda pada 10 Muharam.
- Pada 10 Muharam ini juga, Allah mengangkat Nabi Isa ke langit, di mana Allah telah menukarkan Nabi Isa dengan Yahuza. Ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Isa daripada kekejaman kaum Bani Israil.
- Allah juga telah menyelamatkan Nabi Musa pada 10 Muharam daripada kekejaman Firaun dengan mengurniakan mukjizat iaitu tongkat yang dapat menjadi ular besar yang memakan semua ular-ular ahli sihir dan menjadikan laut terbelah untuk dilalui oleh tentera Nabi Musa dan terkambus semula apabila dilalui oleh Firaun dan tenteranya. Maka tenggelamlah mereka di Laut Merah. Mukjizat yang dikurniakan Allah kepada Nabi Musa ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Musa a.s
- Allah juga telah menenggelamkan Firaun, Haman dan Qarun serta kesemua harta-harta Qarun dalam bumi kerana kezaliman mereka. 10 Muharam, merupakan berakhirnya kekejaman Firaun buat masa itu.
- Allah juga telah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan setelah berada selama 40 hari di dalamnya. Allah telah memberikan hukuman secara tidak langsung kepada Nabi Yunus dengan cara ikan Nun menelannya. Dan pada 10 Muharam ini, Allah mengurniakan penghormatan kepada baginda dengan mengampun dan mengeluarkannya dari perut ikan Nun.
- Allah juga telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman a.s pada 10 Muharam sebagai penghormatan kepada baginda. Dengan itu, mereka berpuasa dan beribadah kepada Allah sebagai tanda kesyukuran kepada Allah swt. Nabi saw telah bersabda dengan maksudnya: “Saya dahulu telah menyuruh kamu berpuasa sebagai perintah wajib puasa Asyura, tetapi kini terserahlah kepada sesiapa yang suka berpuasa, maka dibolehkan berpuasa dan sesiapa yang tidak sukar boleh meninggalkannya.”
Begitulah sabda Rasulullah di mana puasa pada hari Asyura ini sangat-sangat dituntut. Kalau tidak memberatkan umat baginda, maka diwajibkan. Oleh kerana takut memberatkan umatnya, maka hukumnya adalah sunat.