c
Senin, 10 Juni 2019
Rabu, 21 April 2010
kisah seorang siswi palestina
Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan.
Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ??? Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka. Dimulailah pemeriksaan. Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya.
Tahukah anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ??? Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan. Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: tidak tidak tidak Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan tidak berikan tidak Adakah rahasia yang dia sembunyikan? ?? Dan apa yang sebenarnya terjadi??? Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak dan semua mata terbelalak.
Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah (siswi) tersebut . Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali membutuhkan waktu lama Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang banyak.
Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang. Dan kepala sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai anakku ? Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah yang ada di dalam tasnya. Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab, setelah menarik nafas panjang. Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulang untuk keluarga saya di rumah Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam.
Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi. Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi tersebut.
Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka. Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis Israel. (infopalestina) sumber : FB sahabat tangga anak shaleh]
Jumat, 27 Februari 2009
Bila di Tilang di Jalanan
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak...
P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang...lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh... wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana... kalo ada pasti saya pasang
P : Sudah...saya tilang saja...kamu tau gak banyak mobil curian sekarang... (dengan nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!
P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya...Saya mau yg warna BIRU aja
P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU... Dulu kamu bisa minta form BIRU... tapi sekarang ini kamu Gak bisa... Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)
Dalam hati saya ...berani betul sopir taksi ini ...
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU.... Bapak kan yang gak mau ngasih
P : Kamu jangan macam-macam yah... saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh.... kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)
Wah ... wah hebat betul nih sopir .... berani, cerdas dan trendy ... (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan "shoot pertama" (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lain (P2) )
P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)
lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak.... Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata "nih kamu bayar sekarang ke BRI ... lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu"...
S : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak...
Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, "Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya ... mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, .... "Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu." "Untung saya paham macam2 surat tilang..."
Tambahnya, "Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI..... Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!"
Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai
tilang.
SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.
Selasa, 20 Januari 2009
Kaligrafi Injil
PENTING ....Tolong sebarkan.Moga Allah yang balas jasa baik Anda.
Yang pasti........... ini bukan ayat al-Quran......
Semoga kita semua berhati2 jangan sampai terbeli dan digantung di rumah kita.
Sebarkan dan maklumkan kepada semua saudara2 kita.
Tolong Baca.Jangan biarkan kita di perbodohkan oleh org2 KAFIR ................
Perhatian Kalau ternampak penghujungnya ditulis
"Surah Injilu Matay" (Terus reject)
Assalammualaikum Al Muslimin dan sahabat-sahabat semua.....
Sila baca dan edarkan kepada sesiapa yang tiada di dalam e-mail
ini...
Itulah agenda Kristian, maka berhati-hatilah..... Jangan terpedaya pada
rupanya sahaja tetapi tengok dan selidikilah isinya juga... tengok
keseluruhan. Memang ianya nampak cantik sekiranya dibuat untuk
menghiasi dinding rumah, Hhmm.... sekali pandang macam ayat/kalimah
Al-Quran......sebenar ayat Bible.
PERINGATAN :
mengedarkan Kitab Injil dalam bahasa Melayu dinamakan AL-KITAB.
Jangan Terpedaya dgn kitab ini. Dalam pada itu 3 nama Air mineral
juga telah di edarkan dan telah berada di pasaran. Air Mineral
tersebut ialah BESTARI , AL -BARAKAH dan AL-MANSUR.
Air mineral ini dikatakan telah dicampurkan dengan HOLY WATER
(Air jampi Kristian).Sesiapa yang meminumnya tidak dapat
MENGUCAP DUA KALIMAH SHAHADAH.
Ingat !!!!!! Jangan ambil air ini sekiranya diberikan secara percuma.
Rabu, 14 Januari 2009
Sejarah Konflik Palestina – Israel dari Masa ke Masa
Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan ( Syria ), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania).. Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri. Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus upaya membuka
pemahaman kita mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.
2000 SM – 1500 SM
Istri Nabi Ibrahim A.s., Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.s.
(bapaknya bangsa Arab) dan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.s. yang kemudian mempunyai anak Nabi Ya’qub A.s. alias Israel (Israil, Qur’an). Anak keturunannya disebut Bani Israel sebanyak 7 (tujuh) orang. Salah satunya bernama Nabi Yusuf A.s. yang ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya. Nasibnya yang baik membawanya ke tanah Mesir dan kemudian dia menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika masa
paceklik, Nabi Ya’qub A.s. beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (Nabi Ya’qub A.s.) membesar.
1550 SM – 1200 SM
Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi negara Mesir. Banyak dari bangsa Israel yang lebih pintar dari orang asli Mesir dan menguasai perekonomian. Oleh pemerintah Firaun bangsa Israel diturunkan statusnya menjadi budak.
1200 SM – 1100 SM
Nabi Musa A.s. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju tanah yang dijanjikan, asalkan mereka taat kepada Allah Swt – dikenal dengan cerita Nabi Musa A.s. membelah laut ketika bersama dengan bangsa Israel dikejar-kejar oleh tentara Mesir menyeberangi Laut Merah. Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka membandel dan berkata: “Hai, Musa, kami sekali-kali
tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu (Tuhanmu), dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS 5:24)
Akibatnya mereka dikutuk oleh Allah Swt dan hanya berputar-putar saja di sekitar Palestina. Belakangan agama yang dibawa Nabi Musa A.s. disebut Yahudi – menurut salah satu marga dari bangsa Israel yang paling banyak keturunannya, yakni Yehuda, dan akhirnya bangsa Israil – tanpa memandang warga negara atau tanah airnya – disebut juga orang-orang Yahudi.
1000 SM – 922 SM
Nabi Daud A.s. (anak Nabi Musa A.s.) mengalahkan Goliath (Jalut, Qur’an) dari Filistin. Palestina berhasil direbut dan Daud dijadikan raja. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Iraq. Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel Raya seperti yang dipimpin raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (sungai Nil dan Eufrat) dan Bintang Daud. Kepemimpinan Daud A.s. diteruskan oleh
anaknya Nabi Sulaiman A.s. dan Masjidil Aqsa pun dibangun.
922 SM – 800 SM
Sepeninggal Sulaiman A.s., Israel dilanda perang saudara yang
berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian Utara bernama Israel beribukota Samaria dan Selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.
800 SM – 600 SM
Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah Swt maka kerajaan tersebut dihancurkan oleh Allah Swt melalui penyerangan kerajaan Asyiria.
“Sesungguhnya Kami telah mengambil kembali perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh.” (QS 5:70)
Hal ini juga bisa dibaca di Injil (Bible) pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15 dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18.
600 SM – 500 SM
Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia . Dalam Injil Kitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia .
500 SM – 400 SM
Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem.
330 SM – 322 SM
Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel , sehingga nantinya Injil pun ditulis dalam bahasa Yunani dan bukan dalam bahasa Ibrani.
300 SM – 190 SM
Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.
1 – 100 M
Nabi Isa A.s. / Yesus lahir, kemudian menjadi pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Namun selain dianggap subversi oleh penguasa Romawi (dengan ancaman hukuman tertinggi yakni dihukum mati di kayu salib), ajaran Yesus sendiri ditolak oleh para Rabbi Yahudi. Namun setelah Isa tiada, bangsa Yahudi memberontak terhadap Romawi.
100 – 300
Pemberontakan berulang. Akibatnya Palestina dihancurkan dan dijadikan area bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Palestina dan terdiaspora ke segala penjuru imperium Romawi. Namun demikian tetap ada sejumlah kecil pemeluk Yahudi yang tetap bertahan di Palestina. Dengan masuknya Islam kemudian, serta dipakainya bahasa Arab di dalam kehidupan sehari-hari,
mereka lambat laun terarabisasi atau bahkan masuk Islam.
313
Pusat kerajaan Romawi dipindah ke Konstantinopel dan agama Kristen dijadikan agama negara.
500 – 600
Nabi Muhammad Saw lahir di tahun 571 M. Bangsa Yahudi merembes ke semenanjung Arabia (di antaranya di Khaibar dan sekitar Madinah), kemudian berimigrasi dalam jumlah besar ke daerah tersebut ketika terjadi perang antara Romawi dengan Persia .
621
Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan ruhani Isra’ dari masjidil Haram di Makkah ke masjidil Aqsa di Palestina dilanjutkan perjalana Mi’raj ke Sidrathul Muntaha (langit lapis ke-7). Rasulullah menetapkan Yerusalem sebagai kota suci ke-3 ummat Islam, dimana sholat di masjidil Aqsa dinilai 500 kali dibanding sholat di masjid lain selain masjidil Haram di Makkah dan masjid Nabawi di Madinah. Masjidil Aqsa juga menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah arahnya ke Ka’bah di masjidil Haram, Makkah.
622
Hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah dan pendirian negara Islam – yang selanjutnya disebut khilafah. Nabi mengadakan perjanjian dengan bangsa Yahudi yang menjadi penduduk Madinah dan sekitarnya, yang dikenal dengan “Piagam Madinah”.
626
Pengkhianatan Yahudi dalam perang Ahzab (perang parit) dan berarti melanggar Perjanjian Madinah. Sesuai dengan aturan di dalam kitab Taurat mereka sendiri, mereka harus menerima hukuman dibunuh atau diusir.
638
Di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab ra. Seluruh Palestina dimerdekakan dari penjajah Romawi. Seterusnya seluruh penduduk Palestina, Muslim maupun Non Muslim, hidup aman di bawah pemerintahan khilafah. Kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.
700 – 1000
Wilayah Islam meluas dari Asia Tengah, Afrika hingga Spanyol. Di dalamnya, bangsa Yahudi mendapat peluang ekonomi dan intelektual yang sama. Ada beberapa ilmuwan terkenal di dunia Islam yang sesungguhnya adalah orang Yahudi.
1076
Yerusalem dikepung oleh tentara salib dari Eropa. Karena pengkhianatan kaum munafik (sekte Drusiah yang mengaku Islam tetapi ajarannya sesat), pada tahun 1099 M tentara salib berhasil menguasai Yerusalem dan mengangkat seorang raja Kristen. Penjajahan ini berlangsung hingga 1187 M sampai Salahuddin Al-Ayyubi membebaskannya dan setelah itu ummat Islam
yang terlena sufisme yang sesat bisa dibangkitkan kembali.
1453
Setelah melalui proses reunifikasi dan revitalisasi wilayah-wilayah
khilafah yang tercerai berai setelah hancurnya Baghdad oleh tentara Mongol (1258 M), khilafah Utsmaniah dibawah Muhammad Fatih menaklukan Konstatinopel, dan mewujudkan nubuwwah Rasulullah.
1492
Andalusia sepenuhnya jatuh ke tangan Kristen Spanyol (reconquista) . Karena cemas suatu saat umat Islam bisa bangkit lagi, maka terjadi pembunuhan, pengusiran dan pengkristenan massal. Hal ini tidak cuma diarahkan pada Muslim namun juga pada Yahudi. Mereka lari ke wilayah khilafah Utsmaniyah, diantaranya ke Bosnia . Pada 1992 Raja Juan Carlos dari Spanyol secara
resmi meminta maaf kepada pemerintah Israel atas holocaust (pemusnahan etnis) 500 tahun sebelumnya. (Tapi tidak permintaan maaf kepada umat Islam).
1500 – 1700
Kebangkitan pemikiran di Eropa, munculnya sekularisme (pemisahan agama / gereja dengan negara), nasionalisme dan kapitalisme. Mulainya kemajuan teknologi moderen di Eropa. Abad penjelajahan samudera dimulai. Mereka mencari jalur perdagangan alternatif ke India dan Cina, tanpa melalui daerah-daerah Islam. Tapi akhirnya mereka didorong oleh semangat kolonialisme dan imperialisme, yakni Gold, Glory dan Gospel. Gold berarti mencari kekayaan di tanah jajahan, Glory artinya mencari kemasyuran di atas bangsa lain dan Gospel (Injil) artinya menyebarkan agama Kristen ke penjuru dunia.
1529
Tentara khilafah berusaha menghentikan arus kolonialisme/ imperialisme serta membalas reconquista langsung ke jantung Eropa dengan mengepung Wina, namun gagal. Tahun 1683 M kepungan diulang, dan gagal lagi. Kegagalan ini terutama karena tentara Islam terlalu yakin pada jumlah dan perlengkapannya.
“… yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dan bercerai-berai.” (QS 9:25).
1798
Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi masih di bawah Khilafah.
1831
Untuk mendukung strategi “devide et impera” Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon. Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme yang menular begitu cepat di tanah Arab.
1835
Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, dan lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana . Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah berkurikulum asing di wilayah Khilafah.
1838
Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina.
1849
Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang.
1882
Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina yang berselubung agama, simpati dan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.
1891
Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah sudah “sakit-sakitan” (dijuluki “the sick man at Bosporus ). Dekadensi pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul
Hamid dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.
1897
Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin ! Di kongres itu, Herzl menyebut,
Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.
1916
Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, Inggris mendapat kontrol atas Palestina. Di PD I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar).
1917
Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.
1938
Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang
berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia.
1944
Partai buruh Inggris yang sedang berkuasa secara terbuka memaparkan politik “membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke Palestina, jika mereka ingin jadi mayoritas. Masuknya mereka akan mendorong keluarnya pribumi Arab dari sana .” Kondisi Palestina pun memanas.
1947
PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara: Arab dan Israel .
1948, 14 Mei.
Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi memproklamirkan kemerdekaan negara Israel . Mereka melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania , Syria , Mesir dan lain-lain. Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak
eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab tetangganya. Namun karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah pengaruh Inggris – lihat Imperialisme Perancis dan Inggris di tanah Arab sejak tahun 1798 – maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB.
1948, 2 Desember
Protes keras Liga Arab atas tindakan AS dan sekutunya berupa dorongan dan fasilitas yang mereka berikan bagi imigrasi zionis ke Palestina. Pada waktu itu, Ikhwanul Muslimin (IM) di bawah Hasan Al-Banna mengirim 10.000 mujahidin untuk berjihad melawan Israel . Usaha ini kandas bukan karena mereka dikalahkan Israel , namun karena Raja Farouk yang korup dari Mesir takut bahwa di dalam negeri IM bisa melakukan kudeta, akibatnya tokoh-tokoh IM dipenjara atau dihukum mati.
1956, 29 Oktober
Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerang Sinai untuk menguasai terusan Suez . Pada kurun waktu ini, militer di Yordania menawarkan baiat ke Hizbut Tahrir (salah satu harakah Islam) untuk mendirikan kembali Khilafah. Namun Hizbut Tahrir menolak, karena melihat rakyat belum siap.
1964
Para pemimpin Arab membentuk PLO (Palestine Liberation Organization) . Dengan ini secara resmi, nasib Palestina diserahkan ke pundak bangsa Arab-Palestina sendiri, dan tidak lagi urusan umat Islam. Masalah Palestina direduksi menjadi persoalan nasional bangsa Palestina.
1967
Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama 6 hari dengan dalih pencegahan, Israel berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan ( Syria ), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara musuhnya karena dibantu informasi dari CIA (Central Intelligence Agency = Badan Intelijen Pusat milik USA ).
Sementara itu angkatan udara Mesir ragu membalas serangan Israel , karena Menteri Pertahanan Mesir ikut terbang dan memerintahkan untuk tidak melakukan tembakan selama dia ada di udara.
1967, Nopember
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 242, untuk perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang 6 hari, pengakuan semua negara di kawasan itu, dan penyelesaian secara adil masalah pengungsi Palestina.
1969
Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai ketua Komite Eksekutif PLO dengan markas di Yordania.
1970
Berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina membuat PLO dikecam oleh opini dunia, dan Yordania pun dikucilkan. Karena ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein mengusir markas PLO dari Yordania. Dan akhirnya PLO pindah ke Libanon.
1973, 6 Oktober
Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasanya Yahudi Yom Kippur. Pertempuran ini dikenal dengan Perang Oktober. Mesir dan Syria hampir menang, kalau Israel tidak tiba-tiba dibantu oleh AS. Presiden Mesir Anwar Sadat terpaksa berkompromi, karena dia cuma siap untuk melawan Israel , namun tidak siap berhadapan dengan AS. Arab membalas kekalahan itu dengan menutup keran minyak. Akibatnya harga minyak melonjak pesat.
1973, 22 Oktober
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi Nomor 338, untuk gencatan senjata, pelaksanaan resolusi Nomor 242 dan perundingan damai di Timur Tengah.
1977
Pertimbangan ekonomi (perang telah memboroskan kas negara) membuat Anwar Sadat pergi ke Israel tanpa konsultasi dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel mengembalikan seluruh Sinai. Negara-negara Arab merasa dikhianati. Karena langkah politiknya ini, belakangan Anwar Sadat dibunuh pada tahun 1982.
1978, September
Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai AS. Perjanjian itu menjanjikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel . Sadat dan PM Israel Menachem Begin dianugerahi Nobel Perdamaian 1979. namun Israel tetap menolak perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Belakangan, otonomi versi Camp David
ini tidak pernah diwujudkan, demikian juga otonomi versi lainnya. Dan AS sebagai pemrakarsanya juga tidak merasa wajib memberi sanksi, bahkan selalu memveto resolusi PBB yang tidak menguntungkan pihak Israel .
1980
Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota Yerussalem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota.
1982
Israel menyerang Libanon dan membantai ratusan pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila. Pelanggaran terhadap batas-batas internasional ini tidak berhasil dibawa ke forum PBB karena – lagi-lagi – veto dari AS. Belakangan Israel juga dengan enaknya melakukan serangkaian pemboman atas instalasi militer dan sipil di Iraq , Libya dan Tunis .
1987
Intifadhah, perlawanan dengan batu oleh orang-orang Palestina yang tinggal di daerah pendudukan terhadap tentara Israel mulai meledak. Intifadhah ini diprakarsai oleh HAMAS, suatu harakah Islam yang memulai aktivitasnya dengan pendidikan dan sosial.
1988, 15 Nopember
Diumumkan berdirinya negara Palestina di Aljiria, ibu kota Aljazair.
Dengan bentuk negara Republik Parlementer. Ditetapkan bahwa Yerussalem Timur sebagai ibukota negara dengan Presiden pertamanya adalah Yasser Arafat. Setelah Yasser Arafat mangkat kursi presiden diduduki oleh Mahmud Abbas. Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina beranggotakan 500 orang.
1988, Desember
AS membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat secara tidak langsung mengakui eksistensi Israel dengan menuntut realisasi resolusi PBB Nomor 242 pada waktu memproklamirkan Republik Palestina di pengasingan di Tunis .
1991, Maret
Yasser Arafat menikahi Suha, seorang wanita Kristen. Sebelumnya Arafat selalu mengatakan “menikah dengan revolusi Palestina”.
1993, September
PLO – Israel saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel berjanji memberikan hak otonomi kepada PLO di daerah pendudukan. Motto Israel adalah “land for peace” (tanah untuk perdamaian). Pengakuan itu dikecam keras oleh pihak ultra-kanan Israel maupun kelompok di Palestina yang tidak setuju. Namun negara-negara Arab ( Saudi Arabia , Mesir, Emirat dan Yordania) menyambut baik perjanjian itu. Mufti Mesir dan Saudi
mengeluarkan “fatwa” untuk mendukung perdamaian.
Setelah kekuasaan di daerah pendudukan dialihkan ke PLO, maka sesuai perjanjian dengan Israel , PLO harus mengatasi segala aksi-aksi anti Israel . Dengan ini maka sebenarnya PLO dijadikan perpanjangan tangan Yahudi.
Yasser Arafat, Yitzak Rabin dan Shimon Peres mendapat Nobel Perdamaian atas usahanya tersebut.
1995
Rabin dibunuh oleh Yigar Amir, seorang Yahudi fanatik. Sebelumnya, di Hebron , seorang Yahudi fanatik membantai puluhan Muslim yang sedang shalat subuh. Hampir tiap orang dewasa di Israel , laki-laki maupun wanita, pernah mendapat latihan dan melakukan wajib militer. Gerakan Palestina yang menuntut kemerdekaan total menteror ke tengah masyarakat Israel dengan bom “bunuh diri”. Targetnya, menggagalkan usaha perdamaian yang tidak adil itu. Sebenarnya “land for peace” diartikan Israel sebagai “ Israel dapat tanah, dan Arab Palestina tidak diganggu (bisa hidup damai).”
1996
Pemilu di Israel dimenangkan secara tipis oleh Netanyahu dari partai kanan, yang berarti kemenangan Yahudi yang anti perdamaian. Netanyahu mengulur-ulur waktu pelaksanaan perjanjian perdamaian. Ia menolak adanya negara Palestina, agar Palestina tetap sekedar daerah otonom di dalam Israel . Ia bahkan ingin menunggu/menciptaka n kontelasi baru (pemukiman Yahudi di daerah pendudukan, bila perlu perluasan hingga ke Syria dan
Yordania) untuk sama sekali membuat perjanjian baru.
AS tidak senang bahwa Israel jalan sendiri di luar garis yang
ditetapkannya. Namun karena lobby Yahudi di AS terlalu kuat, maka Bill Clinton harus memakai agen-agennya di negara-negara Arab untuk “mengingatkan” si “anak emasnya” ini. Maka sikap negara-negara Arab tiba-tiba kembali memusuhi Israel . Mufti Mesir malah kini memfatwakan jihad terhadap Israel . Sementara itu Uni Eropa (terutama Inggris dan Perancis) juga mencoba “aktif” menjadi penengah, yang sebenarnya juga hanya untuk kepentingan masing-masing dalam rangka menanamkan pengaruhnya di wilayah itu. Mereka juga tidak rela kalau AS “jalan sendiri” tanpa bicara dengan Eropa.
2002 - Sampai sekarang
Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan oleh Empat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 September 2002. Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 "reservasi". Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon . Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh "kehadiran sipil dan militer yang permanen" di Jalur Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana , dan 4 pemumikan di Tepi Barat), namun akan "mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza , dan
akan terus melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza."
Pemerintah Israel berpendapat bahwa "akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan," sementara yang lainnya berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibat satu-satunya ialah bahwa Israel "akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok – artinya, Penghalang Tepi Barat Israel – dan mempertahankan situasi di Tepi Barat seperti adanya sekarang ini"
Di hari kemenangan Partai Kadima pada pemilu tanggal 28 Maret 2006 di Israel , Ehud Olmert – yang kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri Israel menggantikan Ariel Sharon yang berhalangan tetap karena sakit – berpidato. Dalam pidato kemenangan partainya, Olmert berjanji untuk menjadikan Israel negara yang adil, kuat, damai, dan makmur, menghargai
hak-hak kaum minoritas, mementingkan pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta terutama sekali berjuang untuk mencapai perdamaian yang kekal dan pasti dengan bangsa Palestina. Olmert menyatakan bahwa sebagaimana Israel bersedia berkompromi untuk perdamaian, ia mengharapkan bangsa Palestina pun harus fleksibel dengan posisi mereka. Ia menyatakan
bahwa bila Otoritas Palestina, yang kini dipimpin Hamas, menolak mengakui Negara Israel , maka Israel "akan menentukan nasibnya di tangannya sendiri" dan secara langsung menyiratkan aksi sepihak. Masa depan pemerintahan koalisi ini sebagian besar tergantung pada niat baik partai-partai lain untuk bekerja sama dengan perdana menteri yang baru terpilih.
Sementara itu sebelum terjadinya serangan habis-habisan Israel ke Gaza (27/12/2008) , sudah terjadi serangan-serangan kecil di antara kedua belah pihak di sekitar Jalur Gaza, disebabkan Israel menutup tempat-tempat penyeberangan atau jalur komersial ke Gaza sehingga pasokan bahan bakar minyak terhenti, yang memaksa satu-satunya pusat pembangkit listrik di Jalur Gaza tutup.
Sebagai catatan akhir, Perdana Menteri Israel setelah Benjamin Netanyahu berutur-turut adalah Ehud Barak, Ariel Sharon, dan yang masih berkuasa di Israel dalam penyerangan di Gaza sekarang adalah Ehud Olmert. Sedangkan 4 faksi utama di Palestina adalah PLO, Al-Fatah, Jihad Islam Palestina (JIP), dan yang berkuasa sekarang di Palestina adalah Hamas dengan Perdana
Menterinya Ismail Haniya. Dan gambar peta (klik di sini) yang
menggambarkan hilangnya tanah Palestina yang dicaplok oleh Israel sejak tahun 1946 sampai dengan tahun 2000. Lihat posisi Gaza yang terjepit di daerah kekuasaan Israel
Syeikh Azhar dan Mufti Mesir serukan negara Islam "mengerahkan kemampuan " untuk membantu Gaza. Fardhu 'ain, hukumnya
Syeikh Thanthawi juga mengatakan dirinya dan seluruh elemen Lembaga Islam Al-Azhar mengecam aksi penyerangan Israel atas wilayah pesisir tersebut. "Al-Azhar dengan semua lembaga, ulama, dan elemen lainnya mengutuk aksi Israel," ungkapnya sebagaimana dikutip situs an-Nasij al-Islami (28/12).
Sementara itu, Mufti Mesir Dr. Ali Jum'ah mengeluarkan kecaman serupa kepada Israel. Jum'ah mengutuk pembantaian yang dilakukan Israel terhadap penduduk Gaza dan menyatakannya sebagai "tindakan biadab."
"Tindak kriminal yang dilakukan Israel atas warga Gaza merupakan pelanggaran yang paling keji terhadap kemanusiaan. Israel harus menghentikan segala aksi biadabnya terhadap warga Palestina, anak-anaknya, perempuan, dan orang tua," ungkapnya harian independen Misr al-Yaum (28/18).
Jum'ah menambahkan, "Seluruh dunia pernah mengecam Nazi karena tindakan kejinya membantai Yahudi. Kini pembantaian keji itu terulang di Palestina yang ditentang oleh seluruh agama, Islam, Kristen, Yahudi, seluruh agama timur, dan ditentang oleh seluruh bani Adam yang berakal."
Syeikh al-Azhar dan Mufti Mesir juga sama-sama menyerukan kepada seluruh organisasi internasional agar serius dalam menjalankan seluruh keputusannya terkait penghentian penjajahan yang dilakukan Israel, serta melaksanakan seluruh isi deklarasi HAM yang menentang pembantaian dan kekejian."
Keduanya juga menyeru seluruh umat Islam dunia untuk bersatu menghadapi Israel dan membantu Palestina.
"Ini adalah fardhu 'ain bagi setiap umat Islam, baik pemimpin maupun rakyat biasa. Tidak hanya diam di hadapan bala dan musibah besar ini."
Di sisi yang lain, pemimpin Umum Majma' Al-Buhust Al-Islami Mesir, Syekh Ali Abdul Baqi hampir tidak percaya terhadap kondisi buruk yang menimpa Gaza dengan mengatakan, "Di mana Arab? Di mana mata hati dunia di hadapan pembantaian massal seperti ini?"
Sementara itu, Mufti wilayah Sidon (Shayda), Lebanon, Syeikh Salim Susan as-Shaydawi, menyerukan masyakarat Lebanon untuk menginfakkan sebagian harta mereka sebagai bantuan yang akan diberikan kepada rakyat Gaza. [nsj/msy/sin/ atj/www.hidayatu llah.com]
Bantuan Anda untuk rakyat Gaza bisa disalurkan KISPA. No rek. KISPA BMI no.311.01856. 22 an Nurdin QQ KISPA cab. Slipi. [HP 08128173107 Nurdin]
Minggu, 11 Januari 2009
aksi nyata
kini telah nampak kebenaran yang nyata ratusan warga gaza palestina kembali mengalami serangan ingatkah yang dipesankan rasulmu tentang kedudukan sesama muslim
kita bagaikan sebuah tubuh jika ada satu bagian tubuh yang terluka maka akan terasa sakit semuanya
apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka memang benar umat islam saat ini lebih banyak dari umat yang lain tapi apakah jumlah umat yang banyak ini mampu untuk menolong saudara kita yang berada dipalestine saudara kita yang berda di irak, dan negeri - negeri jihad lainnya
wahai saudaraku
ingatlah salah satu penyebab lemahnya islam adalah telah hilangnya tali ukhuwah kita ikatan yang hakiki yang diberikan ALLAH SWT kepada kita telah kita buang ALLAH telah menyatukan kita dalam ikatan yang kuat, akidah islam ingatlah ketika dipesankan olehNYA jangan sampai kita melepas simpul itu
berapa banyak negeri yang di dunia ini yang mayoritas muslim berapa banyak didunia ini yang memiliki pemimpin muslim berapa banyak didunia ini tentara - tentara yang ber agama muslimjawabnya sangat banyak tapi dari sekian banyak negeri tersebut mana yang dengan berani menyatakan perang
dan tanpa menghamba kepada amerika laqnatullah jawabnya sangat nyata
tidak ada satupun negeri muslim yang berani menyatakan tesebut,lalu siapakah yang akan mengembalikan kemulyaan umat siapakah yang akan mengembalikan kebenaran yang hakiki apakah negeri mesir, arab saudi, atau indonesia yang pasti saat ini tidak ada satupun negeri yang dikatagorikan negeri muslim
mampu untuk melakukan itu, ingat islam adalah satu tidak terkotak kotak bangsa, ormas, wilayah, mazhab apalagi partai ingatlah jika kita tetap mau menjadi buih maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah ditakuti oleh seorang nakhoda
wahai saudara ku
marilah kita serukan persatuan persatuan yang dicontohkan oleh nabi bahwa islam adalah satu
satu dalam penderitaan, satu dalam perjuangan satu dalam agama dan satu dalam daulah
dengan khilafahlah kita dapat melihat tentara - tentara berjihad membela islam bukan dari ormas, bukan dari partai yang tidak terlatih secara militer sebagai wujud perjuangan mari bersama kita serukan kepada seluruh bangsa masyarakat, ulama, tentara, politiku suntuk bersatu dibawah naungan khilafah islamiah
Benarkah Kebrutalan Israel Justru Dipicu oleh Perlawanan HAMAS?
Tanpa bermaksud membela Hamas secara membabi buta atau mau berat sebelah, rasanya pernyataan Syeikh masih perlu dikritisi. Ada beberapa hal yang kurang nyambung dari pernyataan itu.
Israel Sudah Jadi Jagal Sejak 1948
Kalau dikatakan gara-gara aksi militer HAMAS, maka satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa sejak tahun 1948 Israel sudah jadi jagal dan pembantai manusia. Kerjanya tiap hari membunuh orang Palestina tanpa sebab.
Sementara HAMAS , organisasi ini baru saja didirikan tahun 1987, yaitu sejak peristiwa Intifadhah dan tragedi Al-Maqthurah. Jadi Israel sudah meraja lela selama 30an tahun, barulah HAMAS muncul. Kok bisa-bisanya HAMAS disuruh bertanggung jawab?
Peristiwa pembantaian 3.000 pengungsi di Libanon Selatan, Shabra dan Shatila, terjadi jauh sebelum HAMAS didirikan. Bagaimana mungkin HAMAS harus bertanggung- jawab atas pembunuhan yang dilakukan Israel, padahal HAMAS belum didirikan?
HAMAS Menang Pemilu
Selain itu, pernyataan syeikh di atas agak kurang sesuai dengan realita di lapangan, kalau dianggap biang keladi masalahnya adalah perlawanan HAMAS. Sebab sejak berdirinya HAMAS, rakyat dan bangsa Palestina banyak menaruh harapan di organisasi yang merupakan bagian dari Al-Ikhwanul Al-Muslimun ini.
Bukti sederhananya adalah bahwa HAMAS memenangkan pemilu dengan angka yang mutlak. Di Nablus, Hamas berhasil meraih 13 kursi dari total 15 kursi tingkat kotamadya. Sementara kelompok Filisthin Ghad yang berada di bawah gerakan Fatah hanya meraih dua kursi saja. Total HAMAS setidaknya menguasai 70 kursi, dari 132 kursi di parlemen.
Jelas sekali rakyat Palestina mendukung HAMAS, bukan karena apa-apa, tapi karena apa yang berhasil dilakukan HAMAS lebih pasti. Israel sedikit demi sedikit mundur dan terdesak. Setidaknya ada 3.000 pemukim yahudi di Sedirot minggat ke luar negeri saat roket-roket HAMAS meledak di kota itu.
Sementara di bawah payung organisasi yang lain, nasib bangsa Palestina tidak pernah berubah. Yang kebanyakan dilakukan tidak lebih dari sekedar upaya-upaya diplomasi, sidang, rapat, meeting, dan kumpul-kumpul di New York, di markas besar PBB. Alih-alih Israel diusir, yang terjadi malah jumlah pemukiman yahudi tambah banyak. Dan pembunuhan atas rakyat oleh pemukim yahudi bersenjata tidak pernah berhenti.
Jadi kalau bangsa Palestina lebih suka dan memilih HAMAS dalam pemilu, sungguh sangat bisa dimengerti. Karena logika itu sangat sederhana, anak-anak kecil pun dengan mudah memahaminya.
Kekalahan Bukan Karena Kecilnya Kekuatan
Benar bahwa dalam perang segala sesuatu harus dengan perhitungan. Apabila musuh terlalu tangguh, sedangkan keadaan diri kita centang perenang, tentu kalau nekad juga maju perang akan mati konyol.
Namun yang terjadi di Palestina justru 180 derajat kebalikannya. Israel ternyata tidak setangguh tongkrongannya. Memang di atas kertas, persenjataan Israel jauh lebih banyak dan canggih. Tapi apa yang di atas kertas tidak selalu sama dengan kenyataan.
Kenapa kita tidak mengambil pelajaran dari perang Afghanistan? Bukan kah persenjataan Uni Sovyet jauh lebih besar, lebih kuat dan lebih dashyat dari Isrel? Dan Afghanistan sempat dianeksasi selama sepuluhan tahun. Tapi apa yang terjadi setelah itu?
Bukan hanya tentara Sovyet yang mundur, bahkan negara mereka pun akhirnya bubar di tempat.
Sebagai bangsa Indonesia, di atas kertas yang namanya bambu runcing tidak mungkin bisa berhadapan dengan meriam dan senapan mesin Belanda. Tapi perjuangan 10 Nopember yang kemudian ditetapkan sebagai hari pahlawan telah membuktikan bahwa meski hanya bersenjatakan bambu runcing, bangsa kita tetap bisa mengusir Belanda.
HAMAS di Atas Angin
Dibandingkan persenjatan HAMAS hari ini, jelas sekali senjata roket HAMAS sudah di atas angin. Dengan jarak 25-an kilometer, beribu-ribu yahudi laknatullah mengalami shock, ketakutan dan jatuh mental, saat roket-roket itu meluluh-lantakkan fasilitas milik yahudi. Mereka tidak pernah menyangka senjata HAMAS bisa sehebat itu. Belum pernah dalam sejarah penjajahan Israel atas Palestina, para tentara Israel dan pemukim yahudi bersenjata itu mengalami rasa takut seperti sekarang.
Saat 2 tahun lalu berhadapan dengan Hizbullah di Libanon, jelas terlihat Israel keteteran dan termehek-mehek dibuatnya. Apalagi dengan taktik perang kota dan gerilya yang digelar. Tentara Israel frustasi dan pucat pasi. Mereka ikut perang sekedar menyerahkan nyawa sia-sia.
Sekarang Israel melakukan kesalahan yang sama. Saya yakin 100% bahwa para petinggi negara yahudi itu sudah putus asa menghadapi HAMAS. Mereka sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Ibarat orang kalap, mabuk dan keracunan, apa saja yang ada didekatnya dibantingnya. Tak peduli lagi dengan sorotan dunia.
Kalau perlu fasilitas milik PBB pun diroketnya. Toh PBB cuma jongosnya Amerika. Sedangkan Amerika sendiri justru jadi jongosnya Israel. Jadi kalau fasilitas PBB dihancurkan, mana mungkin jongosnya jongos berani melawan. Semua ini menunjukkan bahwa Israel sudah kalap, dan siap menggali kuburannya sendiri.
Karakter Yahudi : Pengecut
Salah satu karakter yahudi yang sangat tersohor ke seantero jagad adalah sikap pengecutnya. Mana ada cerita yahudi berperang lawan umat Islam secara terbuka dan head to head?
Yang berani dilakukan Israel hanya melempar bom dari pesawat yang terbang tinggi. Kalau pun Apache terbang rendah, jantung awak dan pilotnya udah mau copot. Yang berani terbang rendah sudah dianggap pahlawan di Israel. Aslinya sih mereka adalah bangsa paling pengecut. Dan itu diabadikan di dalam Quran :
Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. (QS. Al-Hasyr : 14)
Di samping itu, jumlah yahudi sebenarnya sangat sedikit. Itu pun pada hakikatnya mereka berpecah belah. Kelihatannya mereka kompak, padahal mereka pun juga berpecah belah, sama sekali tidak dinampakkan di depan publik.
Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS. Al-Hasyr : 14)
Jadi kalau dikatakan HAMAS bertanggung- jawab atas semua kebrutalan Israel, atau dikatakan bahwa HAMAS itu lemah dan pasti kalah dari Israel, hmm, rasanya seperti Jaka Sembung Naik Ojek (nggak nyambung jek).
Mundur Dari Palestina?
Pilihan mundur dari Palestina adalah puncak kebahagiaan yahudi Israel. Memang tujuan mereka ingin mengusir siapa saja, tanpa pandang bulu, dari negeri itu.
Jadi kalau ada ide agar umat Islam mundur dari Palestina dan menyerahkan tanah itu kepada yahudi, tentu ada dua kemungkinan.
Pertama, kemungkinan yang bicara seperti itu memang terlalu awam, hidup di alamnya sendiri, tidak pernah baca koran, tidak lihat TV, tidak tahu politik Israel. Pendeknya kuper alias kurang pergaulan.
Kedua, semoga ini tidak terjadi, yaitu yang mengusulkan itu sadar atau tidak sadar, telah jadi corong buat yahudi untuk melakukan perang urat syaraf (al-ghazwul fikri). Modusnya mirip yang dilakukan Snouck Hurgornje kafir itu di Aceh, di zaman penjajahan Belanda dulu. Atau mirip Mirza Ghulam Ahmad di India, yang dijadikan alat oleh penjajah untuk menghalangi bangsa India dari melakukan jihad melepaskan diri dari Inggris.
Dua-duanya diperalat (atau malah jadi otak) para penjajah untuk melemahkan semangat perjuangan umat Islam untuk membebaskan negerinya dari penjajahan bangsa lain.Karena itu seharusnya kita bantu perjuangan HAMAS itu, karena boleh dibilang mereka ada di front terdepan dari jihad suci ini. Hanya dengan jihad, yahudi akan gemetar. Kalau cuma diplomasi, sudah terbukti dari tahun 1948, kita selalu kalah.
Yang mengatakan HAMAS adalah aliran garis keras, mungkin perlu membaca lagi sejarah. Sebab dahulu Belanda juga rajin menjuluki para pahlawan kita dengan sebutan ekstrimis. En kowe orang en ekstrimis ya, tangkap itu si Pitung, Verdore !!!
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
K I T A S E B E N A R N Y A
Kita sebenarnya.. ....lebih tahu apa itu 14 Februari daripada 12 Rabiulawal
Kita sebenarnya.. .....lebih membesarkan hari Sabtu dan Ahad daripada hari Jumaat
Kita sebenarnya.. ....lebih khusyuk mendengar lagu daripada mendengar Azan
Kita sebenarnya.. ....lebih suka lepak, tidur, tengok TV..dll daripada sembahyang dan mengaji
Kita sebenarnya.. ....lebih tahu tentang artis pujaan kita daripada nama nabi-nabi Allah
Kita sebenarnya.. ....lebih suka menyebut hello! dan hi! daripada Assalamualaikum
Kita sebenarnya.. ...lebih suka menyanyi dangdut, rap, hip-hop...dll daripada berwirid atau bertahmid
Kita sebenarnya.. ....lebih suka memuji manusia daripada Tuhan kita sendiri
Kita sebenarnya.. ....lebih suka membaca majalah hiburan daripada buku-buku agama
Kita sebenarnya.. ...lebih suka ke konsert, karaoke daripada ke ceramah agama
Kita sebenarnya.. ...lebih suka memaki, mengumpat orang daripada memuji mereka
Kita sebenarnya.. ....lebih suka mencarut, daripada menyebut MasyaAllah
Kita sebenarnya.. ....lebih suka kemungkaran daripada membuat kebaikan
Kita sebenarnya.. ....lebih bangga dengan kejahilan kita daripada bersyukur dengan keimanan kita
Kita sebenarnya.. ....lebih cintakan dunia daripada urusan akhirat
TETAPI bila orang tanya arah tujuan kita, kita pasti akan jawab bahwa...
KITA SEBENARNYA.. ....lebih suka menuju ke Syurga daripada ke Neraka
Layakkah kita dengan Syurga milik Allah??
.
Ngapain sih mendukung Palestina?
Pasti banyak yang bertanya-tanya demikian...
Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?
Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.
Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia malah berhutang dukungan untuk Palestina.
Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.
M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap. Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
".., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia.
Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga menyiarkan." Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.
Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .."
Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.
Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia '. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.
Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.
Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.
Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih ;tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.
Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.
Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:
"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain."
Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa."
Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita..(Lihat foto bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti Palestina, dan pemimpin Mesir di attachement supaya kita kenal wajah wajah dari tokoh pembela Indonesia ini)
Statement Tokoh dalam buku ini:
Dr. Moh. Hatta
"Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan
pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau."
A.H. Nasution
"Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI.
Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial".
"Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta
mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur." (HR Bukhari)
Ngapain seih ngurusin Palestina?!

Kadang, kebanyakan kita berfikir, ngapain sieh ngurusin Palestina? lha, wong di negara kita aja belum beres. Liat tuh bencana di mana-mana, orang miskin makin banyak, pengangguran banyak keliaran, korupsi nggak selesai-selesai, tukang copet beranak pinak, UU BHP jadi kontroversi, anak-anak sekolah masuknya kepagian dan segunung masalah lainnya... eh, ini malah ngurusin Palestina. Siapa tuh? saudara kandung bukan, tetangga jauh juga bukan. Masih mending kalo kenal, sering chatting ato jadi friends di FS atau facebook kita, lha ini... negor aja nggak pernah, eh koq kita bela-belain mereka yah. Sampai pake ngirim-ngirim bantuan segala, ya... obat-obatan- lah, duit-lah, bahan makanan-lah. . bahkan lebih parahnya lagi, sampe ada yang udah siap-siap dikirim Jihad pula. Hmm... Emang.. ngapain sieh sampe bela-belain Palestina segala? Terus gimana sama negara sendiri? Nggak diurusin tuh?
Hmm.. pertanyaan-pertanya an kayak gini nich yang emang ditunggu-tunggu sama orang Zionis Yahudi. Rasa nasionalisme sempit dengan mengatasnamakan negara kemudian kita menjadi kotak-kotak kecil yang menyekat persaudaraan dan kesatuan umat Islam. Hrrggghh... geram, geram, geram!!! Yahudi! Emang dari dulu, tuh kaum ngincer bumi dilahirkannya nabi-nabi pilihan. Kalo saya baca di salah satu tulisan, seenggaknya ada tiga alasan kenapa mereka ngincer dan ngebet banget sama Palestina, khususnya yerusalem.
Pertama Ekonomi. "kota Jerusalem akan menjadi tempat tujuan utama para turis internasional dan para pelancong dunia dalam sejarah keparawisataan" gitu kata Presiden Bill Clinton pas di wawancarai sama Koran Otto Citizen Kanada tanggal 1 Desember 2000. Nah dengan segenap daya dan upaya juga lobby-lobby politik Mr. Clonton ketika itu berusaha keras "merayu" Presiden Yasir Arafat (alm) supaya mau mindahin masjid Al-Aqsho dari tempatnya di Yerusalem.
Tapi, selidik punya selidik, ternyata si Zionis ini pengen jadi pemegang koordinator tunggal untuk ngurusin para "Haji" Kristiani ke sana, karena tempat itu juga bersejarah buat umat kristiani. Disamping itu mereka juga ngurusin kunjungan umat Islam untuk "menyempurnakan" Haji-nya. Nah secara ekonomi, ini bakalan datengin devisa yang nggak kecil buat si pemegang kekuasaan di sini, jadi bukan kunjungan para turis internasional seperti yang diungkapkan Bill Clinton.
Kedua, Politis. Alasan ini kita bisa liat lewat program mereka buat bikin kota Jerusalem lama —yang memiliki posisi yang strategis dan sejarah panjang— untuk jadi "Ibu Kota Negara yang Abadi" ! (itu menurut keyakinan mereka). Nah dari sanalah mereka menguasai seluruh wilayah sekitarnya. Jadi mereka mau bikin pusat pemerintahan dunia gitu, yaa... lewat Yerusalem ini.
Ketiga, Historis. Dengan alasan perang budaya, maka merebut kota suci Jerusalem dan menguasai seluruh barang bersejarah umat Islam dan Kristen di Palestina bisa dibilang merupakan kemenangan budaya Barat atas budaya Islam, dengan keunggulan dan hegemoni politiknya, Zionis Yahudi ini mengajak sekutunya untuk mengusik "dendam sejarah masa lalu" yang berkobar dalam jiwa dan dada mereka atas budaya Islam yang mengalahkan mereka dalam perang salib delapan abad yang lalu.
Terus.. apa hubungannya sama kita? Iya.. kita orang Indonesia? Okeh... sedikit kisah dari masa lalu saya ambil.. eng.. ing.. eng..
Kayak tadi yang pernah dibilang di awal, sejak jaman kekuasaan Islam, si Yahudi ini emang ngincer tanah Palestina dan nggak pernah berhasil. Kenapa? karena umat Islam ketika itu nggak pernah mikir secara lokal, nasionalisme sempit dan terkotak-kotak kayak sekarang ini.
Pernah suatu ketika, pada masa kekhalifahan Turki Usmani sekelompok Yahudi datang ngemis-ngemis minta tempat tinggal di wilayah Palestina kepada Sultan Abdul Hamid II. Tapi dengan gagah perkasanya sang sultan yang adil itu menjawab,”Walaupun kalian iris tubuhku menjadi potongan-potongan kecil, demi Allah tidak akan aku izinkan kalian tinggal di negeri itu”. ALLAHU AKBAR..!
Hingga satu agenda yang nggak pernah bisa dilupakan oleh Yahudi yaitu mereka harus, wajib, kudu, mau nggak mau, mesti menumbangkan kekhalifahan Islamiyah. Dan agenda itu akhirnya berhasil diwujudkan. Pada tahun 1924, Mustafa Kamal Ataturk telah membubarkan khilafah Islamiyah terakhir dalam sejarah panjang umat Islam.
Alhasil, cerita selanjutnya, kita pun disetir, diobok-obok, dipecah-belah oleh penjajah barat sampe akhirnya umat Islam ini mulai nggak ngerasa satu tubuh. Nah.. Pas penjajah pergi, kita ikut mewarisi sebuah kepandiran berpikir. Dari yang tadinya sebuah khilafah Islamiyah besar dan ditakuti lawan, menjadi ratusan negara kecil-kecil yang rata-rata miskin, lemah, terbelakang dan bodoh. Dari yang wilayahnya terbentang luas dari Maroko hingga Maroke, menjadi negara bonsai yang nggak punya kekuatan apa-apa. Udah gitu, terlilit hutang luar negeri pula SDM-nya kacau balau. Kekayaan alamnya pun habis dijarah. Hadooohh.. plis dech...
Emang... nggak salah ramalan Rasulullah SAW 1400 tahun silam "Suatu saat kelak umat Islam akan menjadi binatang yang dikerubuti oleh sekawanan binatang pemangsa. Rasa takut dan gentar telah Allah SWT cabut dari hati musuh-musuh Islam itu. Dan sebaliknya Allah SWT memasukkan penyakit wahan ke dalam jiwa umat Islam. Yaitu cinta dunia dan takut mati.."
Ehm.. Kalo dulu Yahudi susah banget untuk bikin rumah di Palestina, lantaran mereka tahu bakalan perang lawan 1 Milyar umat Islam di seluruh dunia, tapi dengan Al-Gahzwul Fikri (perang pemikiran), Yahudi dunia berhasil melokalisir peperangan itu hanya dengan negara-negara arab saja.
Terus opini makin digede-gedein sampe perang itu cuma dilokalisir sama beberapa gelintir negara yang emang berbatasan langsung sama wilayah Palestina aja, kayak Mesir, Suriah, Yordan dan Libanon. Nah, tahap selanjutnya lebih parah lagi, negara-negara tadi keabisan nafas terus berhenti perang sampe akhirnya malah berdamai dan bikin hubungan diplomatik pula sama si Zionis penjarah itu.

Akhir cerita, perang itu tinggal antara yahudi dengan bangsa Paletina. Nyaris nggak ada lagi perlawanan berarti dari umat Islam kecuali lemparan baru dari tangan-tangan mungil anak-anak HAMAS.
Mmhh.... Balik lagi ke awal. Masih sempet nanya "Ngapain sieh ngurusin Palestina?" Berbahagia-lah Zionis Yahudi. Mereka bersuka cita karena solidaritas dan persatuan umat Islam benar-benar telah lenyap dimakan nasionalisme sempit karya mereka juga. Artinya, penjajahan terhadap komunitas umat Muhammad ini masih benar-benar berjalan sesuai dengan rencana besar mereka. Karena kalau umat Islam udah nggak peduli lagi sama nasib saudaranya, maka makin jauh pula pertolongan Allah SWT. Wallahu'alam Bishowab
Jumat, 02 Januari 2009
Berdakwah,Siap?
------------ ------
Pagi cerah di musim gugur,langkahku tertahan oleh senyuman manis saat menuju pasar untuk belanja keperluan Bos.
‘Maaf,saya sedang buru-buru’
Alhamdulillah, hijab slalu menghiasi keseharianku. Bukan sekedar ingin menunjukkan status kemusliman,namun juga sebagai pengingat dalam setiap pengamalan,bisakah aku mempertanggungjawab kan hijabku kelak,salah satu ujud dari kemuslimanku? Dan wanita
Philipina tersebut terang-terangan menjadikanku sasaran dakwah mereka.
Sedikit kaget,meski bukan hal baru yang kualami.Tapi sejak aku memakai hijab,ini pertama kali.Sesisip rasa jengkel menyelinap,namun beberapa langkah sejak kami berpisah aku merasa salut dengan keberaniannya. Dan Subhanallah, dia bahkan mengajakku berbicara,bukankah itu kesempatan emas untuk menunjukkan keagungan Islam?Ragu meluap,mampukah aku?dengan pemahaman yang masih belepotan dan Bahasa Inggris yang pas-pas an.
Program kristenisasi nampaknya tak hanya marak di Indonesia yang mayoritas Muslim,namun mendunia termasuk Hong Kong yang bermayoritas Budha dan Tao.Para anggota seminari internasional baik bule,Chinese, Philipine, bahkan orang Indonesia sendiri.Terlihat berseliweran di keramaian,berpenamp ilan necis,berbekal brosur,majalah bahkan kitab suci mereka.Nenek di tempatku bekerja pun pernah menjadi sasaran.Berpapasan di jalan dan ditanya.‘Apa kepercayaanmu?’ Nenek yang penganut Budha pe de menjawab.
‘Aku percaya diri sendiri’.He he ada ada saja.
Aku sendiri bermental krupuk,gampang menyerah dengan keadaan.Pernah kudapatkan brosur dalam mendukung saudara di Palestina yang memuat daftar merk dagang kroni Yahudi yang diblokir.Bila ada kesempatan aku berusaha membaginya pada teman-teman, terkadang aku sisipi artikel yang mengupas tentang kekejaman Israel.Ada beberapa respons bagus,namun pernah suatu kali salah satu teman mengucap dengan lantang.
‘Alah,semua produk yang kita pakai memang punya Yahudi kok,mau gimana lagi’,kemudian brosur itu bernasib sama dengan kertas tak berguna di tong sampah.Ada rasa nyeri yang menyusup,namun ingin menghindari konflik dengan sesama teman yang aku pertimbangkan. Bila saja dia orang yang tak ku kenal,mungkin sikapku akan lain.Sejak kejadian itu,terbersit rasa enggan untuk membagi-bagikan brosur lagi.Ada perasaan was-was dengan reaksi yang akan aku terima.Astaghfirull ah,melihat para seminari itu aku nampak seperti pecundang.
Membayangkan bagaimana Rasul juga para Tabi’in Tab’iahum dalam membabat rimba kemungkaran mengubah ma’ruf.Menjadi musafir hanya demi menegakkan agama Allah dari satu tempat ke daerah lain dengan kultur yang beragam.Mencari cara agar bisa diterima di tempat dimana mereka singgah,sebuah nilai plus yang butuh metode tersendiri.Bisa dijadikan cermin dalam memantau semangat kita.
Berdakwah,bukankah wajib bagi tiap muslim?Tak hanya berlaku bagi mereka yang biasa naik ke mimbar,namun tanggungjawab pribadi untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.Persiapan memang perlu.Hal itu bisa memotivasi kita untuk terus belajar dalam mengeruk ilmu yang diimbangi dengan pengamalan sejauh pengetahuan itu berjalan.
‘Amalkanlah meski satu ayat’(Al-Hadist)
Bila ditinjau lebih dalam, perilaku keseharian bisa menjadi sarana dakwah tanpa kita menyadari.Mengamalk an apa yang kita terima semaksimal mungkin..Terus berproses untuk menjadi muslim sejati.Laiknya tiang Islam berdiri kokoh gemilang menyinari bumi Allah dimana kemaksiatan selalu berusaha mengusamkannya. Sehingga non muslim akan melihat keagungan Islam,kemuliaan Rosul Sang Penyampai dan kaum yang memiliki akhlak terpuji.Dengan keajaiban Allah bisa saja hatinya akan tergerak.
Dakwah juga salah satu ujud kasih sayang terhadap sesama untuk menghindarkan mereka dari siksa api neraka.Takdir memang telah tertulis,namun Allah Maha Mendengar dan Pengabul bagi para hambanya yang berusaha mencari kebenaran.Mungkin saja,cahaya Islam bisa mereka nikmati melalui tangan kita.
Berfastabikul khoirot dalam meraih rido akherat,bila langkah kita surut maka kesempatan emas itu akan terenggut.Berdakwah lah dengan kemampuanmu wahai saudaraku.Bisa saja sapaan kecilmu menjadi jalan yang menuntun menuju terang.Tugas dakwah bukan semata milik para ulama,namun kita semua hamba Allah yang telah mengecap ilmuNya dan wajib menyebarkannya.
Berusahalah mencari yang benar,jadilah saling akrab,dan sampaikanlah kabar gembira(Al Hadist)
Wallahualam BishawabProdusen sepatu asal Turki yang dipakai untuk melempar Presiden Bush sepekan belakangan ini mengalami lonjakan permitaan
Bahkan seorang yang datang dari Amerika telah meminta hak distribusi," kata Baydan.
Pengusaha itu ingin mengubah nama sepatu model tersebut, yakni sepatu kulit coklat dengan tapak sepatu tebal, sebagai "sepatu Bush".
Di Turki sepatu ini dijual dengan harga 42 dolar sekitar Rp460.000 di tingkat grosir.
Reporter berusia 29 tahun itu melempar sepasang sepatunya pada Bush Minggu lalu, dalam jumpa pers yang digelar Bush dan Perdana Menteri Iraq, Nuri Al-Maliki.
Zaidi melempar sepatunya sambil berkata dalam bahasa Arab: "Ini adalah ciuman perpisahan dari rakyat Iraq ..., Namun Bush berhasil mengelak.
Sebuah halaman khusus untuk Zaidi di laman internet jaringan sosial Facebook, memiliki lebih dari 14.500 penggemar, sedangkan "Satu Juta Sepatu untuk George W. Bush" hanyalah salah satu contoh dari berbagai kelompok yang khusus didedikasikan kepada Zaidi, beberapa menyerukan pembebasannya, dan yang lainnya memuji keberaniannya. [htb/ant/www. hidayatullah. com]
Selasa, 23 Desember 2008
Tolak Blokade Jalur Gaza
pertama, mendesak PBB untuk bertindak pro aktif membuka blokade.
Kedua, mendukung pemerintah Mesir untuk segera membuka pintu perlintasan Rafah.
Ketiga, mendorong pemerintah Indonesia agar lebih berperan aktif melakukan loby tingkat tinggi dalam rangka membuka blokade dan memberi bantuan riil terhadap penduduk Gaza.
Keempat menyerukan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap kemanusiaan untuk melakukan penghentiaan pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap penduduk Jalur Gaza.
Kelima, menghimbau kepada rakyat Indonesia untuk turut mendo’akan dan tetap memiliki kepedulian terhadap rakyat Palestina.
Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh beberapa aktivis LSM yang selama ini dikenal getol membantu perjuangan rakyat Palestina, diantaranya, Ferry Nur dari KISPA, Acep Sudayat dari COMES, Ahmad Firdaus dari PAHAM, Herry Nurdy dari Muslim Nusantara dan Ratna Nurhayati dari Salimah.
Pernyataan sikap ini akan dilanjutkan dengan mendatangi Pimpinan DPR dan komisi I DPR-RI serta Kedutaan besar Mesir.
Membuktikan Huntington Salah
| |
| Doha – Bagaimana jika penulis esai Amerika, Samuel Huntington, bapak dari teori "benturan peradaban", terbukti salah? Anggapan tersebut dapat terbang di hadapan meluasnya jurang antara pendapat publik di dunia Barat dan di negara-negara Arab. Mari kita mencoba dan memahami alasan-alasan dari perpecahan ini mulai dari dua isu yang memperkuat wacana para pemimpin politik di Timur Tengah dan, secara lebih umum, apa yang disebut "Jalan Arab". Baik tentang konflik Israel-Palestina maupun sebagai tempat agama dalam kehidupan masyarakat, kata-kata yang kelihatannya memiliki makna berbeda di Washington, Paris, dan Kairo. Terkait dengan masalah Palestina, para pemimpin Arab mempunyai sebuah kesempatan terbuka menuduh kita, orang Barat, memiliki standar ganda, tentang anggapan (mungkin tepat) bahwa konsep-konsep seperti "masyarakat internasional" , "demokrasi" atau "rasa hormat terhadap pemilihan umum" diserukan kepada kami hanya ketika itu melayani kepentingan- kepentingan kami. Akibat yang tak dapat dihindari adalah bahwa pihak lain tidak dapat dipercaya. Dan kemudian sebuah dialog menjadi sulit terwujud. Hal yang sama berlaku dalam hal agama. Di satu sisi, kami di Barat mengangkat tinggi nilai, keyakinan, dan resolusi kami tentang kebebasan berekspresi dan hak-hak asasi manusia – demikian juga hak yang tak dapat dipisahkan untuk memberikan kritik– yang saat ini telah menjadi Dekalog kami. Di sisi lain dipadankan dengan kesucian Islam dan berpendapat bahwa hal tersebut seharusnya dipelihara dari segala ejekan dan sindiran. Tetapi yang terpenting kami dihadapkan dengan larangan kami sendiri. Dengan selubung undang-undang memorial – di Prancis tentang Holokaus, genosida Armenia dan perbudakan – kami juga memiliki tabu-tabu tersendiri. Kami memegang tabu kami sebagai sesuatu yang sah, sementara yang lain.… Dalam dialog tuli ini, media memainkan peran mendasar. Mereka dapat membantu membangun jembatan atau menyiramkan minyak ke api kontroversi. Adalah pengamatan ini yang menghasilkan gagasan penciptaan sebuah pusat kebebasan informasi di Doha dengan tujuan untuk menjamin kebebasan media melalui sebuah dialog antara para jurnalis dari budaya-budaya dan agama-agama berbeda, dengan membantu para jurnalis dan media yang menderita akibat pelecehan, dan memberikan sebuah rumah yang aman bagi para jurnalis yang terancaman di negara mereka sendiri. Ini merupakan kali pertama sebuah organisasi internasional yang mendorong pembelaan hak-hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi di seluruh dunia didirikan di luar dunia Barat. Ini akan menjadi sangat penting dalam melumpuhkan dalih yang beranggapan bahwa pembelaan hak-hak asasi manusia merupakan lapangan bermain Barat dan sudah terlalu sering menjadi alasan untuk memajukan kepentingan- kepentingannya sendiri. Kalau begitu, mengapa Qatar? Karena negara kecil ini memandang mediasi sebagai panggilannya. Qatar telah menunjukkan kemampuan mediasinya di Lebanon, seperti dukungannya bagi dialog antar bangsa Lebanon bulan Mei ini, dengan hasil-hasil yang telah diketahui dengan baik. Ia juga memainkan peran penting dalam pembebasan para perawat Bulgaria pada bulan Juli yang ditahan di Libya. Usaha-usaha terbarunya adalah untuk menemukan sebuah penyelesaian bagi drama Darfur juga sedang membuat berita utama. Tetapi biar bagaimana pun Qatar merupakan sebuah pengecualian, sangat sedikit negara tempat Israel dan Palestina dapat bertatap muka. Badan-badan pemerintahan dari pusat tersebut termasuk tokoh-tokoh kunci dari dunia Arab dan Yahudi, selain para pemimpin politik dari Afrika Utara dan negara-negara Teluk. Kenyataan penting ini seharusnya memastikan bahwa kegiatan-kegiatan pusat tersebut tidak akan, sesekali, hanya bersifat retorika. Gagasannya adalah untuk tidak menambahkan seruan bagi dialog dan toleransi pada daftar panjang seruan yang tetap merupakan sebuah surat mati hingga hari ini, tetapi lebih pada upaya untuk merancang tanggapan-tanggapan yang terukur, kemajuan-kemajuan yang nyata, walau kecil sekali pun. Dalam hal ini, pusat tersebut telah mengawali, bersama dengan Yayasan Samir Kassir, sebuah pertemuan media Lebanon dengan tujuan untuk menyiapkan sebuah "Tata Etika", dengan keyakinan bahwa sebuah dialog yang hidup, tak dibatasi, tak dikekang selalu lebih baik daripada perseteruan, ejek mengejek, dan intimidasi. Akahkan Pusat tersebut membangkitkan sebuah pandangan yang berbeda? Dan sebuah pandangan yang berbeda tentang hak-hak asasi manusia yang telah begitu diperburuk oleh kebijakan-kebijakan tertentu yang berusaha untuk memaksakan mereka dengan todongan pistol? Hal-hal inilah tantangannya: membuktikan bahwa Huntington dan teorinya salah. * Robert Ménard adalah direktur jenderal Pusat Kebebasan Media Doha. Artikel ini awalnya diterbitkan di La Tribune des Droits Humains dan ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews). Sumber: Kantor Berita Common Ground, 12 Desember 2008, www.commongroundnew s.org |
