Laman

c

Minggu, 11 Januari 2009

Ngapain seih ngurusin Palestina?!


Kadang, kebanyakan kita berfikir, ngapain sieh ngurusin Palestina? lha, wong di negara kita aja belum beres. Liat tuh bencana di mana-mana, orang
miskin makin banyak, pengangguran banyak keliaran, korupsi nggak selesai-selesai, tukang copet beranak pinak, UU BHP jadi kontroversi, anak-anak sekolah masuknya kepagian dan segunung masalah lainnya... eh, ini malah ngurusin Palestina. Siapa tuh? saudara kandung bukan, tetangga jauh juga bukan. Masih mending kalo kenal, sering chatting ato jadi friends di FS atau facebook kita, lha ini... negor aja nggak pernah, eh koq kita bela-belain mereka yah. Sampai pake ngirim-ngirim bantuan segala, ya... obat-obatan- lah, duit-lah, bahan makanan-lah. . bahkan lebih parahnya lagi, sampe ada yang udah siap-siap dikirim Jihad pula. Hmm... Emang.. ngapain sieh sampe bela-belain Palestina segala? Terus gimana sama negara sendiri? Nggak diurusin tuh?

Hmm.. pertanyaan-pertanya an kayak gini nich yang emang ditunggu-tunggu sama orang Zionis Yahudi. Rasa nasionalisme sempit dengan mengatasnamakan negara kemudian kita menjadi kotak-kotak kecil yang menyekat persaudaraan dan kesatuan umat Islam. Hrrggghh... geram, geram, geram!!! Yahudi! Emang dari dulu, tuh kaum ngincer bumi dilahirkannya nabi-nabi pilihan. Kalo saya baca
di salah satu tulisan, seenggaknya ada tiga alasan kenapa mereka ngincer dan ngebet banget sama Palestina, khususnya yerusalem.

Pertama Ekonomi. "kota Jerusalem akan menjadi tempat tujuan utama para turis internasional dan para pelancong dunia dalam sejarah keparawisataan" gitu kata Presiden Bill Clinton pas di wawancarai sama Koran Otto Citizen Kanada tanggal 1 Desember 2000. Nah dengan segenap daya dan upaya juga lobby-lobby politik Mr. Clonton ketika itu berusaha keras "merayu" Presiden Yasir Arafat (alm) supaya mau mindahin masjid Al-Aqsho dari tempatnya di Yerusalem.

Tapi, selidik punya selidik, ternyata si Zionis ini p
engen jadi pemegang koordinator tunggal untuk ngurusin para "Haji" Kristiani ke sana, karena tempat itu juga bersejarah buat umat kristiani. Disamping itu mereka juga ngurusin kunjungan umat Islam untuk "menyempurnakan" Haji-nya. Nah secara ekonomi, ini bakalan datengin devisa yang nggak kecil buat si pemegang kekuasaan di sini, jadi bukan kunjungan para turis internasional seperti yang diungkapkan Bill Clinton.

Kedua, Politis.
Alasan ini kita bisa liat lewat program mereka buat bikin kota Jerusalem lama —yang memiliki posisi yang strategis dan sejarah panjang— untuk jadi "Ibu Kota Negara yang Abadi" ! (itu menurut keyakinan mereka). Nah dari sanalah mereka menguasai seluruh wilayah sekitarnya. Jadi mereka mau bikin pusat pemerintahan dunia gitu, yaa... lewat Yerusalem
ini.

Ketiga, Historis. Dengan alasan perang budaya, maka merebut kota suci Jerusalem dan menguasai seluruh barang bersejarah umat Islam dan Kristen di Palestina bisa dibilang merupakan kemenangan budaya Barat atas budaya Islam, dengan keunggulan dan hegemoni politiknya, Zionis Yahudi ini mengajak sekutunya untuk mengusik "dendam sejarah masa lalu" yang berkobar dalam jiwa dan dada mereka atas budaya Islam yang mengalahkan mereka dalam perang salib delapan abad yang lalu.

Terus.. apa hubungannya sama kita? Iya.. kita orang Indonesia? Okeh... sedikit kisah dari masa lalu saya ambil.. eng.. ing.. eng..


Kayak tadi yang pernah dibilang di awal, sejak jaman kekuasaan Islam, si Yahudi ini emang ngincer tanah Palestina dan nggak pernah berhasil. Kenapa? karena umat Islam ketika itu nggak pernah mikir secara lokal, nasionalisme sempit dan terkotak-kotak kayak sekarang ini.

Pernah suatu ketika, pada masa kekhalifahan Turki Usmani sekelompok Yahudi datang ngemis-ngemis minta tempat tinggal di w
ilayah Palestina kepada Sultan Abdul Hamid II. Tapi dengan gagah perkasanya sang sultan yang adil itu menjawab,”Walaupun kalian iris tubuhku menjadi potongan-potongan kecil, demi Allah tidak akan aku izinkan kalian tinggal di negeri itu”. ALLAHU AKBAR..!

Hingga satu agenda yang nggak pernah bisa dilupakan oleh Yahudi yaitu mereka harus, wajib, kudu, mau nggak mau, mesti menumbangkan kekhalifahan Islamiyah. Dan agenda itu akhirnya berhasil diwujudkan. Pada tahun 1924, Mustafa Kamal Ataturk telah membubarkan khilafah Islamiyah terakhir dalam sejarah panjang u
mat Islam.

Alhasil, cerita selanjutnya, kita pun disetir, diobok-obok, dipecah-belah oleh penjajah barat sampe akhirnya umat Islam ini mulai nggak ngerasa satu tubuh. Nah.. Pas penjajah pergi, kita ikut mewarisi sebuah kepandiran berpikir. Dari yang tadinya sebuah khilafah Islamiyah besar dan ditakuti lawan, menjadi ratusan negara kecil-kecil yang rata-rata miskin, lemah, terbelakang dan bodoh. Dari yang wilayahnya terbentang luas dari Maroko hingga Maroke, menjadi negara bonsai yang nggak punya kekuatan apa-apa. Udah gitu, terlilit hutang luar negeri pula SDM-nya kacau balau. Kekayaan alamnya pun habis dijarah. Hadooohh.. plis dech...

Emang... nggak salah ramalan Rasulullah SAW 1400 tahun silam "Suatu saat kelak umat Islam akan menjadi binatang yang dikerubuti oleh sekawanan binatang pemangsa. Rasa takut dan gentar telah Allah SWT cabut dari hati musuh-musuh Islam itu. Dan sebali
knya Allah SWT memasukkan penyakit wahan ke dalam jiwa umat Islam. Yaitu cinta dunia dan takut mati.."

Ehm.. Kalo dulu Yahudi susah banget untuk bikin rumah di Palestina, lantaran mereka tahu bakalan perang lawan 1 Milyar umat Islam di seluruh dunia, tapi dengan Al-Gahzwul Fikri (perang pemikiran), Yahudi dunia berhasil melokalisir peperangan itu hanya dengan negara-negara arab saja.


Terus opini makin digede-gedein sampe perang itu cuma dilokalisir sama beberapa gelintir negara yang emang berbatasan langsung sama wilayah Palestina aja, kayak Mesir, Suriah, Yordan dan Libanon. Nah, tahap selanjutnya lebih parah lagi, negara-negara tadi keabisan nafas terus berhenti perang sampe akhirnya malah berdamai dan bikin hubungan diplomatik
pula sama si Zionis penjarah itu.


Akhi
r cerita, perang itu tinggal antara yahudi dengan bangsa Paletina. Nyaris nggak ada lagi perlawanan berarti dari umat Islam kecuali lemparan baru dari tangan-tangan mungil anak-anak HAMAS.

Mmhh....
Balik lagi ke awal. Masih sempet nanya "Ngapain sieh ngurusin Pale
stina?" Berbahagia-lah Zionis Yahudi. Mereka bersuka cita karena solidaritas dan persatuan umat Islam benar-benar telah lenyap dimakan nasionalisme sempit karya mereka juga. Artinya, penjajahan terhadap komunitas umat Muhammad ini masih benar-benar berjalan sesuai dengan rencana besar mereka. Karena kalau umat Islam udah nggak peduli lagi sama nasib saudaranya, maka makin jauh pula pertolongan Allah SWT. Wallahu'alam Bishowab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

c

artikel terbaru