Laman

c

Senin, 08 Desember 2008

Forum Umat Islam Kutuk Kondomisasi

Dengan dalih memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember dan mencegah penyebaran virus HIV sebagai penyebab penyakit AIDS, pemerintah melalui Badan Koordinasi Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) dan Komite Penaggulangan AIDS Nasional (KPAN), melakukan gerakan nasional kondominasi dengan menyebarkan kondom gratis ke masyarakat termasuk berbagai kampus di Indonesia.
Kampanye penyebaran kondom gratis tersebut secara terselubung sudah dilakukan di Kampus UI Depok dibungkus dengan modus diskusi antar mahasiswa, dan secara terang-terangan di Kota Palembang dan Jepara Jawa Tengah. Untuk Palembang dilakukan KPAN sebanyak 1000 kondom wanita dan 17.000 kondom laki-laki. Sementara Jepara sebanyak 1000 kondom laki-laki.
Menanggapi hal itu, Forum Umat Islam (FUI) yang terdiri dari 80 Ormas Islam se Indonesia mengutuk keras kampanye kondomisasi karena dinilai hanya menyebarkan kemaksiyatan dan membodohi masyarakat.
“FUI mengutuk keras kampanye kondomisasi dengan dalih untuk mencegah penyakit AIDS karena dapat disalahgunakan. Penggunaan kondom untuk melakukan hubungan sexual bukan suami istri jelas haram hukumnya karena termasuk perzinahan. Islam melarang keras perilaku sex bebas melalui perbuatan zina maupun homosexual, dimana hukumannya bisa hukuman mati, dirajam maupun dicambuk 100 kali,” tegas Sekjen FUI, KH Muhammad Al Khaththath, yang didampingi Ketua Presidium MER-C, Dr Jose Rizal Jurnalis dan Koordinator Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa (APSB), Ivan yang juga mahasiswa UI Jakarta.
Sementara itu, Dr. Jose Rizal Jurnalis menganjurkan umat Islam untuk melawan kampanye kondomisasi, sebab merupakan usaha membodohi masyarakat. Menurutnya, kondom tidak dapat mencegah penularan penyakit AIDS. Sebab pori-pori kondom hanya berukuran 1/60 mikron, sedangkan virus HIV 1/250 mikron, sehingga jauh lebih besar ukuran pori-pori kondom. Dengan demikian, kampanye kondomisasi hanya akan menyebarkan virus HIV penyebab penyakit AIDS, bukan mencegahnya.
“Kampanye seperti itu justru bisa menimbulkan pemahaman yang salah terhadap penggunaa kondom yang nantinya malah meningkatkan penyebaran penyakit yang sudah menjangkiti 194 kabupaten dan 21.151 penderita kasus HIV dimana 15.136 positif AIDS,” tegas Jose Rizal.
Untuk mencegah penularan HIV, seharusnya pemerintah mengisolasi para penderita HIV di suatu pulau semacam Nusakambangan, melarang perilaku sex bebas, bukan malah melakukan kampanye kondomisasi yang justru turut menyebarkan virus HIV yang dapat memusnahkan suatu bangsa sebagaimana yang telah terjadi di Afrika.[halim/www.suara- islam.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

c

artikel terbaru