Laman

c

Selasa, 23 Desember 2008

Tolak Blokade Jalur Gaza

Sejumlah LSM mengeluarkan pernyataan sikap terkait blokade Zionis Israel terhadap Jalur Gaza. Mereka menuntut blokade segera dihentikan
Hidayatullah. com--Bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh pada tanggal 10 Desember kemarin, sejumlah LSM mengeluarkan pernyataan sikap terkait blokade zionis Israel terhadap Jalur Gaza. Mereka menuntut blokade segera dihentikan, mengingat keadaan rakyat Palestina semakin mengkhawatirkan.

Sebagaimana diketahui, Jalur Gaza telah dua tahun diblokade Israel. Kini kondisi para penduduk di sana sudah sangat mengkhawatirkan. Kebutuhan pokok sulit didapat, persedian susu untuk bayi menipis, suplai BBM tersendat, persediaan obat-obatan semakin sedikit, air bersih semakin langka dan listrik sering padam. “Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, maka dikhawatirkan akan terjadi tragedi kemanusiaan besar di abad modern ini”, ujar Ferry Nur, Sekjen Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina (KISPA), dalam konfrensi pers tersebut.

Karena itu dalam konfrensi pers yang diadakan di Gedung Persaudaraan Haji, Jakarta itu, mereka menyatakan,
pertama, mendesak PBB untuk bertindak pro aktif membuka blokade.
Kedua, mendukung pemerintah Mesir untuk segera membuka pintu perlintasan Rafah.
Ketiga, mendorong pemerintah Indonesia agar lebih berperan aktif melakukan loby tingkat tinggi dalam rangka membuka blokade dan memberi bantuan riil terhadap penduduk Gaza.
Keempat menyerukan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap kemanusiaan untuk melakukan penghentiaan pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap penduduk Jalur Gaza.
Kelima, menghimbau kepada rakyat Indonesia untuk turut mendo’akan dan tetap memiliki kepedulian terhadap rakyat Palestina.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh beberapa aktivis LSM yang selama ini dikenal getol membantu perjuangan rakyat Palestina, diantaranya, Ferry Nur dari KISPA, Acep Sudayat dari COMES, Ahmad Firdaus dari PAHAM, Herry Nurdy dari Muslim Nusantara dan Ratna Nurhayati dari Salimah.

Pernyataan sikap ini akan dilanjutkan dengan mendatangi Pimpinan DPR dan komisi I DPR-RI serta Kedutaan besar Mesir.
“InsyaAllah hari kamis kita ke DPR dan hari Senin ke Kedubes Mesir”, Ferry menjelaskan. Tujuan mereka ke DPR adalah untuk mendorong pemerintah agar lebih pro aktif dalam menyelesaikan masalah Palestina. Sementara tujuan mendatangi Kedubes Mesir adalah untuk memberikan dukungan kepada pemerintah Mesir agar segera membuka gerbang Rafah. Satu-satunya pintu perbatasan di Jalur Gaza yang tidak dikuasai Israel.
Israel Masuk Indonesia
Dalam konfrensi pers ini, Acep Sudayat dari COMES juga menjelaskan temuan LSM nya bahwa walaupun Israel tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia, namun pada pameran Industrial Automotion & Logistic Indonesia 2008 pada awal Desember lalu, ada satu perusahaan Israel yang ikut serta. [dwi/www.hidayatullah. com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

c

artikel terbaru