Laman

c

Kamis, 27 November 2008

biarkan aku bergantung kepada Zat yang menciptakanku

Syahdan, seseorang masuk ke dalam masjid bukan pada waktu shalat. Maka, betapa kagumnya ia ketika menjumpai seorang anak kecil yang baru berumur sepuluh tahun sedang melaksanakan shalat dengan khusyuk. Lantas ia menunggunya hingga shalatnya selesai.

Setelah itu ia menghampiri dan bertanya: "Nak, anak siapakah engkau ini?"
Ia menggeleng-gelengka n kepalanya, kemudian meneteskan air mata di pipinya dan kemudian mengangkat kepalanya seraya berkata: "Saya ini yatim piatu."
Hati orang itu pun tersentuh dan iba. "Apakah engkau mau menjadi anakku?" tanya orang itu dengan tulus.
Anak itu menjawab, "Apakah jika aku lapar engkau akan memberiku makan?"
Orang itu menjawab, "Ya."
Anak itu bertanya lagi, "Apakah jika aku tidak punya pakaian, engkau akan memberiku pakaian?"
Orang itu mengangguk dan mengatakan, "Ya."
Anak itu bertanya lagi: "Apakah engkau akan mengobatiku dan menyembuhkanku bila sakit?"
Orang itu menjawab, "Untuk yang itu, aku tidak sanggup, Nak."
Ia bertanya lagi, "Apakah engkau akan menghidupkanku bila aku mati?"
Orang itu menggelengkan kepala, "Aku juga tak sanggup."
Anak kecil itu berkata, "Kalau begitu, biarkan aku bergantung kepada Zat yang menciptakanku. Dialah yang memberiku petunjuk, yang memberiku makan dan minum. Jika aku sakit, Dialah yang menyembuhkan. Dan Dia pula yang kelak akan mengampuni segala kesalahanku di hari Perhitungan. "
Orang itu pun terdiam seribu bahasa: tak tahu harus berbuat apa. Lalu, dari bibirnya terdengar suara lirih, "Aku beriman kepada Allah. Barangsiapa tawakkal kepada-Nya, maka Dia akan mencukupinya.

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

__._,_.___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

c

artikel terbaru