Laman

c

Kamis, 20 November 2008

Mensyukuri Hidup

"Dalam diri setiap manusia Allah berikan sifat (potensi) Pujuran dan Taqwa"
(Potensi Berbuat keburukan dan potensi berbuat kebajikan) manusia diberi kekuatan untuk memilih potensi mana yang akan dijalaninya.

"barang siapa yang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya. dan bagi yang tidak bersyukur, sesungguhnya Azab Allah sangat pedih"
kita bersama telah menyadari bahwa kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa dan negara kita selalu dihadapkan pada masalah-masalah yang datang, pergi dan tak kunjung selesai. dari masalah domestik sampai yang kompleks.
kompleksitas masalah yang kita hadapi, kadang tidak jarang kita sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk keluar dari masalah tersebut. oleh karena itu keterikatan dan ketergantungan harus tetap terjadi antar sesama, sebagai bentuk ikatan sebagai mahluk sosial. Dengan tidak melupakan ketergantungan yang hakiki kepada sang kholiq Allah taala.

Allah taala telah menganugrahkan kepada setiap manusia : akal, nafsu dan hati/qalbu. ketiga komponen ini, kita rasakan sangat berperan dalam menentukan tindakan kita sehari-hari. dan dengan anugrah itu juga manusia mendapat kebahagiaan, kesengsaraan hidup di dunia dan nantinya di alam yang telah dijanjikan Allah yaitu surga dan neraka.

manusia dengan akal yang selalu berkembang tanpa batas, telah mampu menjawab dan memberikan kemudahan hidup bagi manusia. hasil dari kemampuan akal dapat kita rasakan hari ini dan saat anda membaca tulisan dalam blog ini, yang tak butuh lagi kertas dan prangko, bahkan untuk pulang kemedan dari jakarta hanya butuh waktu 2 jam saja. itu semua contoh sederhana hasil kerja akal manusia yang selalu berkembang mencari inovasi untuk memenuhi kebutuhan diri dan lingkungan manusia di muka bumi.

manusia dengan nafsunya menjadikan dirinya bersemangat meraih sebuah cita-cita atau keinginan yang ingin dicapai. mencari uang yang banyak untuk bisa punya rumah yang indah, mobil mewah, harta berlimpah, dsb. nafsu positif (taqwa) manusia juga membuatnya bergairah untuk beribadah kepada Tuhannya, berbuat baik kepada sesama. sedang napsu negatif (pujuran) manusia membuatnya mengikuti perilaku syiatan yang cenderung berbuat dosa dan kerusakan dimuka bumi.

manusia dengan Hatinya sebagai filter suci menerjemahkan keinginan akal dan hasrat nafsu. hati sebagai jembatan dua hal itu. filter yang bersih akan melahirnya pola pikir, atau nafsu dan tindakan yang bersih pula, dan sebaliknya.

ketiga anugrah Allah tersebut, setidaknya kita mengetahui dan semestinya kita mensyukuri. dan kombinasi dari 3 hal tersebut yang kemudian membedakan manusia dengan mahluk ciptaan Allah lainnya. akhirnya semoga kita semua menjadi bagian dari golongan manusia yang dapat mensyukuri nikmat tersebut, dan dengan itu Allah akan senantiasa memberikan dan menambah nikmat-Nya kepada kita. amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

c

artikel terbaru